Searching...
Jumat, 10 Juni 2016

Salah Ketik Surat Kemendagri Cuma Pecat Lulusan SMA

Salah Ketik Surat Kemendragi Cuma Pecat Lulusan SMA
Salah Ketik Surat Kemendagri Cuma Pecat Lulusan SMA hanya ada di Indoensia, gurauan tingkat tinggi bila melihat Permendagri No.5 Tahun 2010. Apapun alasannya, semestinya hal memalukan yang menggores nurani anti korupsi akibat salah tulis. Apalagi sebuah surat penting yang berasal dari Kementrian Dalam Negeri kepada KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kesalahan fatal bukan sekedar pelesetan seorang lulusan SMA yang baru kerja 3 bulan, tetapi sebagai petunjuk ketidakmampuan dan pelanggaran pada peraturan yang dibuat sendiri. Masa iya anekdot jalanan, bahwa peraturan dibuat untuk dilanggar. Dagelan tingkat tinggi mengalahkan pelesetan grup lawak legendaris Srimulat dengan plesetannya. 

Salah Ketik Surat Kemendagri Cuma Pecat Lulusan SMA?

Sebagai warga negara Indonesia pasti terkejut, ketika mengetahui terjadi hal bodoh di dalam tubuh Kementrian Dalam Negeri. Bagaimana tidak, jika sebuah surat setingkat Kemendagri untuk KPK murni kesalahan seorang lulusan SMA yang baru kerja 3 bulan. Sementara kita coba menerima alasan penyebab terjadinya kesalahan, meskipun akal sehat menolak ketika ada surat penting terjadi kesalahan pengetikan atau penulisan.

Kejadian salah pengetikan atau penulisan pada singkatan KPK menjadi Komisi Perlindungan Korupsi barangkali adalah luar biasa memalukan, karena bisa dilakukan oleh pegawai honorer yang baru kerja 3 bulan. Jangan-jangan surat pengangkatan kepala daerah atau surat penting lainnya juga demikian? Wah, bagaimana dengan PERMENDAGRI No. 55 tahun 2010?Kejadian memalukan yang menunjukkan terjadinya pelanggaran pada peraturan yang dibuat sendiri. Bagaimana ceritanya, bila Kemendagri saja salah fatal menyebut KPK sebagai Komisi Perlindungan Korupsi? Pantas saja banyak kepala daerah yang terlibat korupsi, karena merasa dilindungi barangkali.


Silahkan saudara, teman dan sobat simak Permendagri No. 55, tahun 2010, disana jelas sekali ada aturan mengikat setingkat hukum di Kemendagri dengan Tata Naskah Dinas di Lingkungan Kementrian Dalam Negeri. Bila dibaca satu per satu dari awal hingga akhir, semua orang berkesimpulan, bahwa yang bertanggung jawab pada kesalahan ketik bukan hanya pegawai honorer yang "katanya" baru kerja 3 bulan dan ditambahi "lulusan SMA" sebagai kain penutup kesalahan kelas atas. 


Banyak sebenarnya yang harus diberikan sangsi, karena tanggung jawab dari A hingga Z sebuah surat keluar di lingkungan Kementrian Dalam Negeri. Herannya, surat bisa sampai ke KPK tanpa filter ketat yang seharusnya. Ini bodoh, tidak mampu atau disengaja? Jujur saya malu, ngeri dan marah melihat kecerobohan yang konon dilempartangankan kepada seorang pegawai yang seharusnya tidak mengerti dan tidak berwenang. Menurut opini saya pribadi, bila saya menterinya pasti sudah mengundurkan diri, karena saya "MALU"

Salah Ketik Surat Kemendagri Cuma Pecat Lulusan SMA, Luar Biasa!

Dibalik kasus Salah Ketik Surat Kemendagri Cuma Pecat Lulusan SMA, tak ubah bagai terkuaknya tabir nyata sebuah kinerja buruk. Kasus paling spektakuler diawal bulan Ramadhan 1437 H membawa berkah bagi Kementrian Dalam Negeri dan Presiden untuk berbenah, serta merapikan barisan kerja dilingkungan pegawai negeri. Sekali lagi, hebat bila seorang pegawai honorer melakukan kesalahan ketik Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi Komisi Perlindungan Korupsi. Kalau yang dipecat cuma seorang pegawai honorer baru 3 bulan kerjaapa kata Dunia? Thank, salam hangat buat semua, MERDEKA!! Makin banyak PR dah!!!

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!