Searching...
Rabu, 01 Oktober 2014

Kasus Korupsi dan Jembatan Kematian

Kasus Korupsi dan Jembatan Kematian

Kasus Korupsi dan Jembatan Kematian berlaku bagi para pelaku tindak pidana korupsi, utamanya bakal sungguh-sungguh jadi jalan menuju kematian. Contoh paling hangat adalah tertangkapnya gubernur Riau yang telah berusia uzur alias "tinggal menunggu waktu" di daerah Cibubur,  Jakarta, oleh KPK. Pasti mengherankan melihat usia yang seharusnya mendekatkan diri kepada Tuhan, malah mendekatkan diri pada KPK.

Kasus korupsi memang sangat unik dan membuat kita geram. Banyak yang benci, tapi banyak juga yang melakukan. Pelaku yang tertangkap KPK itu mungkin seujung jari dari mereka yang masih aktif sebagai koruptor. Kasus Korupsi bukan hanya jadi jembatan kematian dalam tanda kutip "mati yang sesungguhnya", tapi lebih dari itu. Banyak kematian akibat tindakan korupsi, baik bagi pelaku atau pun korbannya.

Coba kita lihat kasus mantan ketua partai dan beberapa pejabat yang jadi tersangka dan sekarang telah mendapat vonis dari pengadilan tindak pidana korupsi. Mereka semua membuat sendiri jembatan kematian bagi kepercayaan publik, jembatan kematian bagi karirnya dan mungkin jadi jembatan kematian menuju neraka bila mereka telah berusia lanjut dan mendapat ganjaran hukuman yang panjang. Belum lagi kasus korupsi yang dibuat oleh pelakunya akan jadi jembatan kematian bagi keluarganya, terutama dari lingkungan sekitar keluarga pelaku korupsi, banyak lagi korban-korban lain nantinya.

Kemudian dalam jangka panjang, korupsi akan jadi jembatan kematian pembangunan bangsa Indonesia. Banyak daerah di Indonesia ini yang masih gelap, becek dan miskin akibat kematian yang ditimbulkan oleh korupsi di negeri ini. "Mati" akibat banyak pelaku korupsi yang  membangun dan mendesign jembatan kematian. Sadar atau tidak, pelaku kasus korupsi menjembatani "kematian" negari ini. Dan paling mengherankan adalah mereka para pelaku kasus korupsi tidak menyadari jembatan kematian yang mereka bangun atau mereka pura-pura tidak tahu?

Kasus paling menggelikan adalah kasus korupsi Gubernur Riau, karena tertangkap oleh KPK di usia senja. Bukankah kita bisa simpulkans si Gubernur Riau yang jadi tersangka kasus korupsi ini jelang kematian di penjara. Memang umur hanya Tuhan Tahu! Berdasarkan kajian matematika kedokteran, bahwa usia jantung bisa dihitung. Nah, pada kasus gubernur Riau maka tidak tertutup kemungkinan KPK dipilih sebagai tempat  hidupnya terakhir. Untuk ke KPK ya tentunya harus ada jembatan, yaitu melakukan korupsi. Tanpa korupsi, maka jembatan kematian tidak akan terbangun. 

Kasus Korupsi dan Jembatan Kematian memang saling berkorelasi satu sama lainnya. Terutama bagi pelaku korupsi seperti Gubernur Riau yang tertangkap KPK. Untuk itu, bagi yang belum jadi korupsi janganlah! Kasus korupsi cuma bangun jembatan kematian diri snediri, keluarga, tetangga dan juga kematian bagi bangsa dan negara Indonesia. Sekian tulisan iseng kasus korupsi dan jembatan kematian, peace!!

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!