Searching...
Rabu, 06 Agustus 2014

300 ribu Rupiah dari Sriwijaya Air

300 ribu Rupiah dari Sriwijaya Air
300 ribu Rupiah dari Sriwijaya Air adalah kompensasi keterlambatan yang terjadi pada pesawat Sriwijaya Air nomer penerbangan 032 tujuan Batam. Tulisan ini didapat dari orang tuaku yang sedang menuju ke Batam pada tanggal 04 Agustus 2014. Ada hal menarik ketika dibaca dan dibayangkan kejadian tersebut, dimana kalau seluruh penumpang ketika itu mendapatkan uang ganti rugi keterlambatan sebesar 300 ribu.

Tulisan ini bukan promosi atau bukan fokus pada nilai 300 ribu rupiahnya, tapi pada komitmen. Coba bayangkan bila seluruh penumpang dapat amplop isinya 300 ribu rupiah termasuk si anak kecil yang masih dalam gendongan. Jikalau manajemen Sriwijaya bersikeras untuk tidak memberi uang tersebut sebenarnya tidak masalah, karena keterlambatan bukan diakibatkan oleh kesalahan yang diinginkan. Mana ada perusahaan penerbangan yang mengingikan terjadinya keterlambatan? Tentu tidak, kecuali keterlambatan disebabkan oleh faktor yang tidak disengaja.

Di papan pengumuman ketika boarding ada tulisan pada baris kedua, kalau tidak salah ada tulisan: "..Bila terjadi keterlambatan lebih dari 3 jam, maka pihak penerbangan memberikan kompensasi berupa makanan ringan, makanan berat, hingga akomodasi. Pemberian akomodasi tentunya bila terjadi pembatalan keberangkatan. Nah, menurut kabarnya kompensasi 300 ribu diberikan pada saat seluruh penumpang boarding dan siap berangkat ke Bandara HangNadim Batam.  Memang terlambat 4 jam lebih sedikit, tapi kan tetap berangkat. Disana hebatnya komitmen perusahaan penerbangan Sriwijaya Air besar sekali ditambah kata maaf kepada seluruh penumpang berulang-ulang, hingga tiba di Bandara Hangnadim Batam oleh para Awak kabin termasuk pilot.

Pointnya bukan di 300 ribu rupiah, bukan juga masalah keterlambatan penerbangan. Anggap saja tulisan diatas adalah cerita meskipun nyata, tapi dari cerita itu jadi teringat kondisi negara kita tercinta Indonesia. Apa mungkin kata maaf ada bila terjadi kekeliruan atau melakukan kesalahan dari petinggi, pejabat atau siapapun yang berkuasa di Indonesia. Contoh saja, mana ada dan mana pernah pejabat dan petinggi negara yang melakukan korupsi minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia? Jelas-jelas mereka semua korupsi uang rakyat, uang kita semua. Herannya mereka masih bisa tersenyum dan hebohnya lagi hukuman dan titel dakwaan "bersalah" tidak berarti apa-apa buat mereka para pelaku tindak korupsi negara ini.

Mana berani mereka para pelaku korupsi mengembalikan uang rakyat yang disabetnya sebelum vonis bersalah di sidang Tipikor. Jauh panggang dari api komitmen antara para koruptor yang umumnya mengaku bangsa Indonesia, tersumpah atas nama Tuhan, dan rata-rata berpendidikan tinggi. Bandingkan dengan komitmen Sriwijaya Air, hanya 300 ribu rupiah, tapi memiliki makna luas. Penumpang pastinya sadar bukan karena uang 300 ribu sebagai penyumpal mulut, melainkan berpikir "ini baru komitmen". Atau mungkin ada sebagian dan termasuk orang tuaku berpikir," hebat juga nih komitmen Sriwijaya Air".

Akhir tulisan 300 ribu rupiah dari Sriwijaya Air hanya sebgai inspirasi dan harapan pada para pemimpin kita tercinta, mereka mau dan berani berkata "maaf" bukan sembunyi dan lari kemudian menebar uang agar mendapat dukungan, bahwa mereka sebenarnya tidak bersalah atau mereka hanya difitnah dan lain sebagainya. Intinya, semoga pemimpin Indonesia saat ini memiliki komitmen tinggi. Jangan lagi ada pemimpin lebih buruk, bila dibandingkan dengan kejadian Sriwijaya Air. Kejadian itu hanya sebutir pasir dilaut. Sayangnya pasir itu ada di laut dan bukan di dalam sendok. Secara pribadi, sangat ingin melihat komitmen pemimpin dan ingin melihat pemimpin sekarang ini masih merasa Orang Indonesia, jadi rasa sayang terhadap rakyatnya besar sekali. Bukan kepada kroninya, kelompoknya atau pendukungnya saja. Mohon maaf lahir bathin buat sobat semua, salam.

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!