Searching...
Sabtu, 23 November 2013

12 Tahun Penjara Untuk Angie, Cermin Kepekaan dan Keadilan Sosial

12 Tahun Penjara Untuk Angie, Cermin Kepekaan dan Keadilan Sosial
Blog Basmi Korupsi - 12 Tahun Penjara Untuk Angie, Cermin Kepekaan dan Keadilan Sosial dalam pemeberantasan korupsi di Indonesia, dimana pada vonis sidang kasus korupsi itu umumnya selalu rendah dan ringan. Selain sebagai cermin kepekaan dan keadilan sosial, putusan MA menjadi bukti kemenangan pemberantasan korupsi, serta jadi penyemangat dan pemicu semangat agar Indonesia benar-benar bersih dari para koruptor.

Vonis 12 tahun bagi Angie pada kasus suap lobi anggaran  Kendiknas dan Kemenpora benar-benar angin segar dalam pemberantasan korupsi, pelepas dahaga perjuangan KPK dan pemeberantas korupsi lainnya, termasuk seluruh rakyat Indonesia yang tidak suka korupsi. Acung jempol buat MA dan perjuangan KPK yang sekali ini vonis bagi pelaku tindak pidana korupsi mencerminakan rasa keadilan. Sekali lagi selamat buat MA dan KPK.

Apa mau dikata bila keputusan lembaga hukum negara ini, yaitu MA telah memberikan vonis 12 tahun untuk Angie? Inilah yang kami tunggu dari para penegak hukum negeri tercinta Indonesia. Bukan seperti yang terdahulu.dimana hukuman bagi pelaku tindak pidana korupsi selalu ringan, bersahabat. Tentunya mereka para pelaku tindak pidana korupsi tidak lagi  membusungkan dada kemenangan atas vonis ringan selama ini. Satu hal penting lagi, vonis MA kali ini akan menjadi pelajaran bagi pelaku tindak korupsi baru dan para penegak hukum di masa mendatang.

Sempat timbul rasa pesimis pada penegakan hukum, utamanya pada kasus korupsi yang selalu ringan dan enteng hukumannya. Namun kali ini agak berbeda dan sedikit memberi semangat, setelah Angie dihadiahi hukuman jadi 12 tahun penjara dan mengganti uang suap yang diterima. Ini yang ditunggu dan ini yang sangat diharapkan agar bangsa ini sedikit demi sedikit menajdi lebih bersih dan steril dari para pelaku korupsi selanjutnya. 

Meskipun beberapa waktu lalu ada vonis kurang sedap bagi pelaku korupsi Sudjiono Timan, kali ini sangat luar biasa menyenangkan dengan tambahan hukum dari 4,5 tahun jadi 12 tahun penjara dan denda uang lumayan besar. Vonis MA pada Angie ini perlu diapresiasi sebagai suatu hal positif lebih maju dibanding vonis-vonis sebelumnya atau pada tingkat lebih rendah yang selalu kalah argumentasi pasal. Vonis MA pada Angie 12 tahun patut dijadikan contoh pada penegakan hukum ditingkat bawah.

Untuk masyarakat awam pastinya akan membingungkan, kenapa bisa berbeda-beda besarnya vonis bagi pelaku korupsi untuk kasus dan pelaku yang sama. Padahal mereka para penegak hukum menggunakan referensi yang sama dalam pengambilan keputusan, baik itu di tingkat pengadilan pertama, tinggi hingga MA. Kenapa dari sekian banyak keputusan vonis tindak pidana korupsi seperti itu? Dimana salahnya? Vonis MA bagi Angie sekali lagi perlu dicontoh, dimana keputusan vonis benar-benar mencerminkan rasa kepekaan dan ras keadilan sosial. Bukan vonis berdasarkan referensi selembar kertas yang kemudian ditutup dan kalah dengan halaman berikutnya.

Bila melihat ungkapan wakil ketua KPK Busyro Mukodas sangat menarik, yaitu "vonis tsb diputuskan di tengah pusaran pemikiran hukum para penegak hukum yang masih bermazhab (berpikiran) ultrakonservatif positivistik dan tandus dari roh keadilan, seperti tecermin atau tergambar pada rendahnya beberapa vonis terdakwa kasus korupsi (kompas.com)". Seratus persen setuju untuk ungkapan tersebut, karena memang nyata dan umum terjadi di Indonesia. Pastilah anda semua juga melihat hal yang sama pada penegakan hukum di Indonesia yang terasa tandus dan gersang, terutama pada kasus tindak pidana korupsi yang selalu berakhir dengan senyum dan sujud syukur terpidana korupsi.

Perjuangan melelahkan dalam pemberantasan korupsi kali ini terbayar pada vonis Angie. 12 Tahun penjara untuk Angie, cermin kepekaan dan keadilan sosial harus dijadikan contoh dan diberlakukan pada penegakan hukum pada kasus seruap atau kasus lainnya di Indonesia. Selamat atas perjuangan tak kenal lelah KPK dalam memburu angie dan bravo buat MA yang telah membuat keputusan berkeadilan sosial bagi negeri ini. Bagi anda para pelaku korupsi baru, berpikirlah dua enam atau sebelas kali, bila tidak anda akan senasib seperti Angie!! Semoga keputusan pada kasus tindak pidana korupsi berikutnya juga mencerminkan hal serupa. Terima kasih, salam..

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!