Searching...
Senin, 26 Agustus 2013

Blogger Itu Harus Punya Etika

Blogger itu Harus Punya Etika
Kenapa tiba-tiba blog anti korupsi buat tulisan kurang pas kalau melihat judul 'Blogger itu harus punya etika'. Sebenarnya bukan tidak ada kaitannya, bahkan sangat berkaitan dan etika ini cikal bakal dari para pelaku korupsi. Nah, bagaimana jadinya kalau seorang blogger itu menulis sesuatu dan kemudian ditayangkan ke publik lantas tidak memiliki etika? Ini bukan sedikit dan mungkin sangat banyak yang kurang menyadari etika dalam duniai blogger itu harus dijunjung tinggi. 

Saya tidak tahu pasti berapa rata-rata umur blogger yang tidak beretika itu, jika masih dibawah umur 18 atau 19 tahun mungkin masih wajar, karena belum dewasa. Parahnya bila blogger berusia diatas 20 tahun yang tidak beretika. Saya cukup senang membaca dan melihat melihat karya beberapa blogger senior yang sangat menjunjung tinggi etika dan bahkan sangat beretika. Bisa dipastikan mereka itu adalah blogger beretika karena memiliki wawasan luas, berpendidikan dan tidak berjiwa copas. Semua tulisan memiliki referensi bukan asal ketik ketuk atau klak klink jadi artikel.

Sangat disayangkan dan tidak dimengerti, ketika seorang blogger itu tidak beretika. Masa iya arti etika harus ditulis disini, ok bila memang perlu silahkan baca kutipan dibawah ini nanti. Saya berharap blogger juga mengerti dan memahami pentingnya etika sebagai blogger. Bukan etika ketika berhadapan dengan orang tua, guru, dosen atau bos di kantor, lalu meluluhlantakan etika sesama blogger. menghancurkan karya blogger lain demi tujuan dan kepentingan atau kepuasan pribadi. Senang melihat blogger lain sengsara dan susah akibat perbuatannya. Bukankah itu suatu tindak kejahatan? Disini (dunia) memang tidak akan ada tuntutan, tapi nanti semua itu berimbas buruk bagi diri sendiri. Silahkan simak dan artikan serta samakan dengan apa yang telah kita lakukan perihal pengertian dan makna etika , kita telah menjadi blogger beretika atau tidak punya etika? 
Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata 'etika' yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan.
Arti dari bentuk jamak inilah yang melatarbelakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, secara etimologis (asal usul kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens, 2000). (ut.ac.id)
Siapa menabur angin akan menuai badai, sepenggal kalimat itu sepertinya mudah dan diketahui artinya secara sepintas sambil mlengos. Padahal dalam sekali makna dan tujuan dari kalimat orang dulu punya itu. Terbukti saat ini banyak yang tidak menyadari dan suka menabur angin, lalu akhirnya menuai badai. Namun disayangkan badai itu mengenai dan berdampak buruk bagi yang tidak tahu apa-apa. Yah itulah kelakuan blogger tak beretika, terutama blogger peserta kontes seo. Maaf saya sebut demikian karena kenyataannya memang begitu, meskipun ada segelintir tapi tidak banyak blogger peserta kontes seo yang beretika. 

Saya tahu dan kebetulan melihat kejadian kurang menyenangkan pada adik saya sendiri oleh blogger tidak beretika. Sepertinya si blogger tidak beretika ini bukan anak kecil atau masih sekolah. Disini tidak akan disebutkan namanya, sepertinya perbuatan tak beretika dari blogger tersebut membuat orang yang tidak pernah marah jadi marah lalu buat tulisan kasar di blog adik saya. Hal inilah yang membuat saya menulis lagi disela istirahat menunggu kesibukan berikut. Saya kaget ketika membaca tulisan di blog adik saya dengan kemarahan membara akibat perbuatan blogger tidak beretika tadi.

Memang benar, copas atau nyontek dalam dunia cyber itu tidak akan pernah ditangkap atau dipukuli. Untuk itulah perlu adanya etika dari diri sendiri. Bagi blogger tidak beretika perbuatannya itu dianggap biasa, meskipun telah melanggar hak orang lain dalam berkarya, utamanya dalam menulis. Lalu dengan gampang bersembunyi dibalik layar monitor dan merasa aman tidak akan pernah merasa bersalah. Tuhan Maha Tahu, sekecil apapun itu! Jangan remehkan dan ceburkan diri sendiri kedalam kebohongan. Ini dia koruptor dunia maya bagi saya, dimana kerjanya hanya mencuri secara diam-diam lalu sembunyi dibalik jendela google.

Blogger beretika umumnya kreatif, tulisannya bagus serta enak dibaca dan bukan abal-abal seperti blogger tidak beretika yang umumnya adalah peserta kontes seo. Ini kenyataan, tapi seperti dikatakan sebelumnya, bahwa tidak semua peserta kontes seo itu tidak beretika. Tenang, masih banyak yang saya kenal dan mereka itu beretika sekali dan sangat menghormati kreatifitas sesama blogger. Blogger tak beretika peserta seo kontes umumnya curi artikel kontestan yang paling atas dan lalu menjerumuskan ke berbagai penjuru dengan niat jahat. Menurut saya, isi kepala blogger seperti ini sudah beku dan tidak menyadari adanya Tuhan. Bagaimana dengan etika, itu bukan masalah bagi blogger jenis ngawur abal-abal. 

Banyak juga saya lihat, artikel dari penulis asli dimuat dan publish, disana memang dicantumkan link penulis aslinya. Tapi, link itu hanya suatu penghormatan atau sebagai bagian niat baik si blogger daur ulang ini. Jujur, rata-rata link tersebut tidak hidup alias asal nyantel tok supaya dilihat orang fair play, "ini lho yang punya artikel". Bayangkan jika sobat adalah penulis aslinya lalu ada yang mencurinya dari sobat! Apa rasanya dan bagiaimana menyikapi hal itu? Untung-untung artikel itu tidak atau bukan artikel kontes. Nah, kalau artikel kontes bagaimana? Apa tidak geram atau marah?

Saya memahami betul alasan para blogger peserta kontes yang ingin menang dan mendapatkan hadiah. itu sah saja, selama tidak mengganggu, merusak atau mencuri milik orang lain. Apa hidup bermakna dari hasil menang kontes seo-nya itu dari  merampok atau membunuh karya sesama blogger? Saya yakin 100% sobat sependapat! Untuk itulah dan bukannya tidak mampu menulis kontes seo, tapi memang tidak mau sibuk kesana kesana kemari untuk komentar basi. Ada beberapa blogger peserta kontes berkomentar dengan sederet lampiran url dari segala penjuru dimasukkan dan akhirnya menyusahkan pemilik tempat berkomentar. Beretika tidak bila menemui blogger seperti itu? Ehmm, itu sih blogger abal-abal kelas teri! Bukan teri jengki yang mahal harganya, tapi teri bau busuk hingga kucing mati kalau memakannya.

Oke, sepertinya tulisan mengenai blogger itu harus punya etika disudahi daripada terlalu panjang dan makin hot. Mungkin Indonesia bakal lebih maju, kalau seluruh blogger beretika, tidak punya jiwa plagiat atau bahasa setengah sindiran tapi nyelekit bukan tukang copas, lebih halusnya adalah beretika. Informasi yang ditulis pasti akan membangun, saling menunjang dan membantu, karena para blogger jenis ini suka baca dan banyak ilmu. Dimana kita berada, golongan blogger beretika atau blogger tidak beretika? Hati anda tidak pernah berbohong, kalau salah ya sudah tinggalkan saja dan kembali ke jalan yang lurus (bagi yang beragama Islam, sobat blogger tak beretika tidak pernah tahu arti dari tunjukkilah jalan yang lurus yang setiap hari dibaca setiap sholat, lalu puasa dan zakat atau sedekah tapi selalu berbuat bengkok dan melenceng). Semoga isi tulisan ini dipahami dengan kepala dingin demi kemajuan Indonesia juga, karena blogger adalah generasi penerus bangsa makanya tidak ada salahnya sedikit mencubit. kalau sakit, ya jangan berbuat keliru. Terima kasih, Peace!!

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!