Searching...
Sabtu, 20 Juli 2013

Pemimpin Indonesia Dikenang Sepanjang Masa

Pemimpin Indonesia Dikenang Sepanjang MasaSiapa pemimpin Indonesia dikenang sepanjang masa? Tentu jawabanya adalah Ir. Soekarno dan Moh. Hatta, mereka berdua itulah Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia hingga kini masih dikenang rakyat Indonesia. Itu yang saya dapat dari beberapa refferensi tentang kepemimpinan dan karya dari presiden dan wakil presiden pertama. Dan betul terbukti, entah karena Ir. Soekarno dan Moh. Hatta adalah proklamator hingga mereka mendapat simpati dan dikenang, apalagi ketika mereka menjadi pemimipin  tertinggi di jaman itu. dengan karya-karya dari keduanya yang sangat membanggakan bangsa Indonesia.

Mulai dari usia tua hiingga muda, semua paham dan mengenal siapa itu Ir. Soekarno dan Moh. Hatta. Meskipun tidak hidup dijamannya, nama Ir. Soekarno dan Moh. Hatta sebagai proklamator yang kemudian menjadi presiden dan wakil presiden pertama di Indonesia, keduanya adalah kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Mereka adalah murni berjuang demi kemerdekaan negara Republik Indonesia dan bekerja sebagai Presiden demi rakyat Indonesia. Ini bukan sekedar pujian selepas baca buku, tapi memang kenyataannya para orang tua berusia diatas 50 tahun sangat membanggakan beliau berdua. Bahkan bisa dibilang, Soekarno dan Moh. Hatta adalah Presiden Indonesia tanpa modal, tanpa sembako dan tanpa iming-iming serta slogan.

Tulisan ini bukan tidak realistis dan menyamakan masa kini dengan masa lampau, tidak sama sekali! Saat ini benar-benar seratus delapan puluh derajat terbalik dibanding masa lampau, meskipun dimasa lampau tidak ada komputer, dan jaguar mentereng. Jaman itu, presdien benar-benar dicintai oleh rakyat tanpa basa-basi, lalu pada kenyataannya memang mereka berdua, yaitu Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Moh. Hatta benar-benar bekerja untuk rakyat, membela rakyat dan tidak pernah ada terdengar duel sesama rakyat Indonesia, kecuali memasuki masa tahun sandiwara 1965. Bisa juga dikatakan, mereka berdua adalah pemimpin asli berjiwa Indonesia.

Peninggalan kedua pimpinan dan sekaligus proklamator itu pun benar-benar nyata dan masih bisa dilihat saat ini, seperti Gelora Bung Karno di kawasan Senayan, Monas dan berbagai peninggalan lainnya yang akan terkenang sepanjang masa. Karya Ir. Soekarna hingga ke dunia Internasional, seperti karya arsitek di Mekkah, Arab Saudi ketika sekaligus berhaji pada waktu itu. Mereka tidak meninggalkan hutang, tidak menjadikan negara ini miskin seperti sekarang. Bayangkan! Berapa perusahaan asing dinasionalisasikan pada jaman kepemimpinan Soekarno dan Moh. Hatta, lalu bandingkan dengan kepemimpinan berikutnya hingga kini. Berapa perusahaan nasional yang diasingkan? (baca= dijual ke pihak asing dalih privatisasi). 

Bukan itu saja, mental bangsa Indonesia dijaman itu membuat iri dan sangat jauh berbeda, mereka berdua benar-benar mencintai rakyat Indonesia dan tidak pernah ingin terjadi pergolakan sesama saudara sebangsa. itu dibuktikan dengan tetap dipertahankannya Partai Komunis pada jaman itu. Presdien Soekarno tidak ingin terjadi permusuhan sesama bangsa sendiri, meskipun harus menanggung risiko dianggap membela komunis. Padahal, beliau itu sangat mengerti agama,  sebagai bukti adalah semua tulisan dan buku yang ditulis oleh Soekarno selalu ada ayat Alquran dan hadist. Saya tidak pernah mendengar cerita mengebu-gebu tentang seorang presiden, kecuali ketika mendengarkan seorang kakek tua berceirta tentang presiden Soekarno dan Wakilnya Moh. Hatta.

Mental bangsa Indonesia sangat kuat, tegas dan tidak mudah diadu domba saat itu, namun sangat ramah. Tidak ada negara lain yang berani mencemooh Indonesia waktu itu, tidak seperti sekarang ini banyak dan mudah dicemooh serta diobok-obok oleh negara yang dulunya ngeri dengan ketegasan kepemimpinan Indonesia pertama itu. Baru kemudian akibat kekesalan barat dan kengerian cara kepemimpinan Presiden Soekarno, mulailah mereka masuk dan memporak-porandakan bangsa Indonesia. Keberanian dan ketegasan Soekarno meskipun bukan seorang tentara, menurut buku dan pernyataan para orang tua yang pernah hidup dijamannya serta mengidolakan Soekarno adalah dibuktikan dengan keluarnya Indonesia dari PBB. 

Pada kenyataannya memang perlu dipertanyakan fungsi PBB itu, mereka itu hanyalah alat negara-negara maju. Banyak negara dirugikan oleh kinerja PBB, sebagai contoh adalah Palestina dan mungkin bangsa Indonesia sendiri adalah negara yang dirugikan. PBB. Menurut saya memang sekedar alat bagi lima negara yang memiliki hak veto, mereka exsklusif dan memiliki kewenangan sangat luas dibanding anggota lainnya. Presiden Soekarno tidak perduli dengan mereka dan keluar, itulah keberanian dan ketegasan Presiden Indonesia yang benar-benar disegani oleh dunia internasional. Berbeda dengan kepemimpinan negara Indonesia pasca Soekarno.

Kalau dipikir, Indonesia dengan Vietnam jauh lebih dulu maju, tapi kenapa sekarang kita jauh ketinggalan dan bahkan sangat tergantung oleh beras dari Vietnam? Lucu sekali bukan? Tahun 1945 Indonesia di proklamirkan merdeka oleh Soekarno dan Moh. Hatta, kemudian setelah 68 tahun masih saja jadi negara berkembang diatas tanahnya yang berlimpah ruah dengan kekayaan alamnya. Membingungkan?? Fasilitas makin modern, orang pintar makin banyak, tapi Indonesia tetap jalan di tempat dan senang dengan sebutan negara berkembang. Para pakar strategis dan pemikir ulung bergelar panjang dan sulit ditulis tidak terhitung, tetap saja tidak bisa merubah Indonesia keluar dari sebutan negara berkembang. Apakah memang disengaja untuk selalu berkembang? Karena hanya di negara berkembanglah hal-hal korup wajar terjadi. Ini kenyataan, berbeda dengan kepemimpinan Soekarno, ternyata tidak ada dan tidak pernah tercatat pelaku korupsi pada jaman itu.

Bukannya ingin balik ke jaman dahulu, tapi malah sebaliknya kenapa Indonesia atau kepemimpinan sekarang ini tidak berkaca dari pengalaman lampau dan tidak lebih baik dari waktu itu. Dulu Presiden tidak ada kampanye untuk dipilih atau merayu rakyat dengan iming-iming, slogan dan segala macam kata-kata manis seperti saat ini. Dulu tidak pernah ada slogan anti korupsi dan show of force di layar kaca sebagai alat pemikat hati rakyat agar memilih. Saat ini kepemimpinan bukan murni dipilih rakyat, tapi sangat mengharap untuk dipilih oleh rakyat dengan berbagai cara dan metode. Belajarlah dari Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Moh. Hatta yang dikenang sebagai pemimpin bangsa Indonesia dengan hasil karya besarnya, bukan dari iming-iming slogan bergaya aktor Bollywood.

Kenyataan adalah sesuatu yang memang benar-benar terjadi, dimana saat ini kepemimpinan Indonesia sangat dikejar dan diharapkan. Itu bisa dilihat dari mereka yang saat ini demam berslogan menarik simpati rakyat dengan segudang kata manis hambar dan basi. Anti korupsi, rakyat adil dan makmur dan sederet kalimat alim meninabobokan telinga serta mata. Kepemimpinan saat ini jauh dan berbeda sekali dengan Presiden Soekarno saat itu, mereka dipilih dan tidak minta untuk dipilih. Pemimpin macam apa yang minta dipilih? Tidak perlu  saya kaitkan dengan kepimpinan Islam, tentunya seperti langit dan bumi. 

Menurut saya, bila ada calon pemimpin saat ini sibuk mengharap, mengkampanyekan dirinya itu pantas menjadi pemimpin di Indonesia, apalagi dengan modal 'sekian-sekian', pastinya mereka itu para pemimpin bermental 'peminta-minta'. Pemimpin seperti itu tidak malu dan tidak sadar, bila mereka itu memohon dan mengiba pada rakyat untuk dipilih dengan berbagai cara dan metode. hal memalukan adalah meminta dan itu tidak beda dengan kampanye para calon pemimpin Indonesia saat ini. Kalau mereka dipilih oleh rakyat itu memang betul, tapi hanya formalitas diatas kertas. Tapi sebenarnya, pasca kepemimpinan pada jaman Soekarno, apalagi saat ini pemilihan langsung semua berlomba dibantu oleh kelompok dan sejawat dengan berbagai cara serta metode menarik simpati rakyat plus sembako atau selembar kesenangan untuk memilih jagoannya. Bagaimana dikenang dan berkarya sepanjang masa bila pemimpin bermental peminta-minta?

Dulu tidak ada kampanye bagai orang suci seperti saat ini, apalagi berani berjanji untuk menjadikan Indonesia adil dan makmur. Yang ada adil dan makmur untuk kelompok dan golongannyta sendiri, karena mereka mengeluarkan modal besar dalam proses meraih jabatan kepemimpinan. Apalagi tiap saat jegreng nongol di layar televisi dengan gaya alim cari simpati yang ujung-ujungnya mereka berkata "pilih kita ya!" Pada kenyataanya pula, isi iklan belum tentu sama dengan kualitas produk yang diiklankan dan itu  bukan rahasia lagi, isi iklan itu manis semua. Mana ada produk iklan 100% benar? Begitupun iklan kampanye dari mereka yang mengharapkan untuk dipilih, mana mungkin mereka akan menepati janjinya? Tidak mungkin dan tidak akan, karena orang yang bermodal dalam suatu pemilihan harus cari balik modalnya. Bohong lah dan itu sudah terbukti, ternyata banyak janji para pemimpin bolong dan tidak ditepati dari segudang janji. 

Soekarno dan Moh. Hatta adalah pemimpin pertama Republik Indonesia dikenang sepanjang masa tanpa modal dan tidak minta untuk dipilih jadi presiden dan wakil presiden. Rakyat Indonesia sangat mencintai kepemimpinannya, karena mereka juga mencintai dan bekerja demi rakyat. Selain itu, karya keduanya membuat negara Indonesia pada waktu itu menjadi negara yang disegani oleh dunia Internasional. Terbukti nama Soekarno banyak ditemui dan diabadikan menjadi nama-nama tempat di negara lain. Setelah kepemimpinan keduanya, tidak pernah lagi terdengar karya besar seorang pimpinan di Indonesia, apalagi membuat Indonesia lebih maju. Kenyataannya malah semakin jongkok dan jauh tertinggal dari negara ASEAN lain dibelalkang Indonesia. Apa sebabnya? Saya tidak tahu, tapi yang jelas Indoenesia tetap jadi negara berkembang selama pemimpinnya menginginkan untuk dipilih. Baru ada satu pasangan pemimpin Indonesia dikenang sepanjang masa, yaitu Sokearno dan Moh. Hatta. Sekian, Peace!!

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!