Searching...
Senin, 01 Juli 2013

Kenapa Pelaku Korupsi Masih Bisa Tersenyum?

Kenapa pelaku korupsi masih bisa tertawa?
Pertanyaan lama dan tidak pernah ada jawaban pastinya, karena belum pernah bertanya langusng pada pelaku korupsi. Kenapa pelaku korupsi masih bisa tersenyum? Menurut saya ini hal menarik dan perlu dipelajari, bukan dipelajari agar kita jadi seperti mereka dalam melakukan korupsi. Sepertinya mereka memiliki suatu kelebihan dalam keadaan terpepet bakal dihukum dan dimiskinkan, namun mereka masih mampu dan terlihat biasanya saja. 

Tulisan ini terinspirasi pernyataan seorang anak kecil kelas 1 SD. Pernyataannya sederhana, yaitu "koruptor hebat ya, banyak yang motret dan dikerubungi banyak orang. Aku mau jadi koruptor kalau gitu!" Si anak SD ini tidak mengerti, bila si pelaku korupor itu sedang menghadapi permasalahan besar dengan hukum. Bagaimana dengan padangan kita? mereka si pelaku korupsi itu kan sebenarnya pusing tujuh keliling, malu dan gimana gitu? Nah, kalau kita jadi mereka tentu untuk berdiri saja tidak akan sanggup, apalagi bersikap santai, tersenyum serta melambai-lambaikan tangan berfoto ria layaknya bintang iklan. Muka ini mau disimpan dimana, bingung pastinya! Disanalah letak kehebatan mereka para pelaku korupsi, dari jaman rumah pakai gedeg (bilik), pelaku korupsi tidak pernah gugup, bingung dan sedih. 

Berbeda dengan pencuri makanan, sendal atau penjahat lainnya. Mereka menunduk malu dengan muka penuh warna biru lebam, bahkan terkadang penjahat selain pelaku korupsi masuk dan diperiksa dalam keadaan diseret karena sekarat pingsan. Belum lagi disaat pemeriksaan kadang dapat bonus jotosan, kalau jawabannya berbelit-belit. Berbeda 180 derajat dengan penjahat akibat melakukan korupsi. Mereka masuk kantor polisi didampingi kuasa hukum te o pe, berbaju necis, dihujani cahaya lampu blitz para wartawan. Tersenyum lebar dan menjawab setiap pertanyaan, terkadang sambil menyebut nama tuhan dan beratribut religi.

Mohon jangan terlalu serius membaca artikel ini, karena didepan mata ada yang lebih serius dan pastinya bakal membuat kepala mau pecah, yaitu harga-harga serba mahal, sembako ampun-ampun harganya jelang puasa, adik, kakak atau anak dirumah mau masuk sekolah. Pusing...! Makanya artikel ini ditulis sekedar intermezo penghilang stress dan makan ati kalau kata orang tua dulu..Kembali ke lap top (kata, " Tukul"), saya bingung dan belum punya jawaban perihal senyuman para pelaku korupsi. 

Untuk itu, barangkali selepas penat seharian kerja dan usaha  bisa kasih masukan atau ya paling tidak gambaran dari alasan mereka itu. Tebak-tebakan juga tidak masalah! Pastinya beragam untuk perihal "kenapa pelaku korupsi masih bisa tersenyum?". Kalau menurut dugaan saya ada banyak alasan, kenapa 'mereka' para pelaku korupsi masih bisa tersenyum, seperti beberapa alasan dibawah ini:

Para pelaku korupsi merasa tidak bersalah

Mereka para pelaku tindak pidana korupsi rata-rata merasa tidak bersalah, ketika tertangkap oleh KPK. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya para pendamping si pelaku korupsi dalam menajalani proses hukumnya, entah disaat pemeriksaan atau di pengadilan nantinya. Andaikata bersalah seperti pencuri semangka atau pencuri lainnya, sudah pasti pendamping pun pastinya dari gratisan dan tidak bayar mahal. Iya tidak? Coba kita lihat dari beberapa pengalaman, pelaku korupsi tidak pernah mendapat bantuan hukum dari LBH saat proses pemeriksaan hingga pengadilan, semua dari kalangan lawyer terkenal dan muahal (jawa timurannya kurang greget). Meskipun ada juga memang yang tidak melakukan korupsi, tapi jangan salah siapa yang sudah berada di KPK pasti jeblos meskipun hukumannya seperti pindah rumah dan tidak ngaruh.

Pelaku korupsi merasa banyak mendapat dukungan

Untuk hal ini, dugaan saya pribadi sudah pasti menjadi alasan kenapa para pelaku korupsi masih bisa tertawa. Sebelum mereka tertangkap KPK, mereka semua itu adalah orang-orang top dan terkenal serta disegani kemudian populer dan pastinya dihormati oleh banyak orang. Misalnya adalah mantan ketua umum partai, mantan artis atau apalah. Mereka akan membuat sekian banyak pasang mata terbelalak dan tidak percaya diawal, ketika mereka tertangkap dan disebut sebagai pelaku tindak korupsi. Kemudian setelah proses hukum berjalan, lambat laun barulah percaya dan sadar, bahwa mereka itu benar-benar masuk dalam kategori koruptor. Cepat atau lambat para pendukung yang awalnya membela habis-habisan dengan berteriak lantang layaknya penyanyi seriosa atau rock akan pergi satu persatu. Bagaimana bisa pergi satu persatu? Karena uang si pelaku korupsi sudah sedikit atau bahkan habis, takut terseret, atau biar mampus saja si pelaku diganyang KPK asal selamat dan tidak terbawa-bawa masalah. Mungkin itu alasannya kenapa pendukung pelaku korupsi banyak diawal, hilang diakhir-akhir. Jika pendukung meninggalkan si pelaku koruptor, berarti si pelaku koruptor tersebut belum jago alias korupsi kecil-kecilan karena tidak meninggalkan sisa korupsinya. Untuk koruptor kelas macan pastinya perhitungan mereka sangat matang, kemudian setelah keluar dari rumah kontrakan di LP bisa punya pendukung lagi dengan cepat.

Pelaku korupsi merasa mampu mengatasi Hukum dan KPK

Pelaku korupsi masih bisa tersenyum, karena mereka melihat ada celah hukum. Kalau mereka melihat hukum di Indonesia ini tegas dan adil, apalagi ada hukum penjera misalkan hukuman potong tangan atau sejenisnya,. Pastinya mereka akan menangis sepanjang jalan, mulai tertangkap hingga ketok palu vonis hakim di persidangan. Muka mereka akan ditutup dan tidak akan beranni memandang dan dipandang orang lain, apalagi tersenyum dan melambai-lambaikan tangan di depan wartawan. Celah hukum di Indonesia telah mereka ketahui dan pahami, barangkali mereka telah mempelajari hukum pidana korupsi, atau paling tidak diberi tahu oleh pendampingnya yang jago hukum. Akibat celah ini, mereka tidak takut dan bahkan seperti berkampanye tidak mau kalah dengan gencarnya kampanye anti korupsi. Iya, mereka itu, si pelaku korupsi juga berkampanye, karena mereka paling banter  dihukum do re mi fa sol, masih kaya dan masih terkenal serta masih dielu-elukan oleh banyak orang bodoh. Celah inilah yang membuat beratnya pekerjaan dalam pemberantasan oleh anti korupsi di Indonesia.

Pelaku korupsi masih punya tempat penyimpanan rahasia

Untuk alasan ini entah benar atau tidak, tapi masih masuk akal. Coba kita bayangkan saja bla mereka para pelaku koruptor itu sudah habis-habisan alias miskin total, mana mungkin mereka bisa tersenyum dan gembira ketika ditanya wartawan. Terkecuali mereka lihai dalam menyembunyikan hasil kerja kerasnya berkorupsi bersama teman-teman. Masa bodoh pindah rumah hanya sejenak, keluar langsung joss lagi. Tidak tarik kanan kiri mereka kaya dan stabil lagi. Kalau simpanan di istri muda 1, 2, 3 dan 10 belum canggih itu, tapi kalau hasil korupsinya langsung meluncur ke Swiss baru top. Susah dilacak dan ditelusuri, karena mereka setor tidak antar bank, langsung cash keras! Untuk pelaku korupsi yang masih terlacak harta hasil kerja kerasnya itu berarti mereka masih belajar dan sial terburu nafsu. Apalagi hasil kerjanya ditebar ke selingkuhan, itu lebih mudah ditelusuri bila selingkuhan satu kena ya selingkuhan sembilan pasti terkena imbas. Akibatnya nama perempuan jadi komoditas berita dan diduga sebagai teman abadi terjadinya korupsi. Jadi, bagi para pelaku korupsi yang pintar menyisihkan hasil jerih payah korupsi untuk masa tuanya itu baru hebat dan tidak akan lesu, loyo atau murung saat berada di KPK atau di rumah kontrakan LP.

Sepertinya masih kurang banyak alasan dari, "kenapa pelaku korupsi masih bisa tersenyum?" Silahkan ditambah atau dikritik bila ada yang salah dari tulisan diatas. Namanya juga tulisan pelepas lelah dan seadanya, jadi mohon maklum. Semoga tulsian ini dibaca oleh para pelaku korupsi juga, supaya alasan jadi lebih akurat dan dipercaya. Silahkan para pelaku korupsi juga boleh berkomentar, mohon alasannya tidak dibuat-buat atau hasil copy paste karena kebiasaan korupsi dari pendapat para pelaku korupsi lainnya, terima kasih. Anti korupsi yess! Korupsi idiiiih bonsai deh! Habis baca ini mending baca humor biar ga pusing, Peace!!

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!