Searching...
Kamis, 25 Juli 2013

Apakah Kedaulatan NKRI Terancam, Bila Jokowi Jadi Presiden?

Bila Jokowi jadi Presiden
Apakah Kedaulatan NKRI Terancam, Bila Jokowi Jadi Presiden? Kalimat itu timbul dan ditulis kali ini, karena ada salah satu pengagum calon presiden Indonesia tahun 2014 mendatang memberikan pendapatnya pada Jokowi. Ada tiga kesangsian yang diutarakan dalam bentuk komentar di postingan berjudul Jokowi Laris Manis Survei Capres 2014. Komentar tersebut terdiri dari tiga komentar yang satu sama lainnya saling berkaitan mengenai kesangsian dan anggapan mengenai ketidak mampuan Jokowi menjaga kedaulatan NKRI. 

Jujur saja komentar kesangsian dan anggapan ketidakmampuan Jokowi menjaga kedaultan NKRI sedikit menggelitik mata, untuk itu lebih baik ditulis pada sebuah postingan utuh saja. Biar jelas! Sebenarnya membingungkan juga, kalau kata orang Betawi ujug-ujug ada komtentar sedikit emosional kebakaran jenggot tentang Jokowi tidak pantas jadi Presiden. Hal itu menurut si penulis komentar adalah pemilihan presiden bukan pemilihan walikota dan gubernur, juga dikatakan negara ini bukan kotamadya atau provinsi. 

Oh, tentu betul sekali pendapat itu. Indonesia adalah negara kesatuan mulai dari Sabang hingga Merauke dan juga merupakan negara kepulauan. Nah, kalau Kotamadya pastinya hanya seujung kuku NKRI, begitu pun provinsi yang merupakan bagian dari NKRI. Betul-betul, sependapat untuk komentar mengenai kotamadya dan provincinya. Apa sebenarnya isi komentarnya? Coba simak dibawah ini dari 3 komentar yang dibuat pada satu waktu di salah satu artikel blog ini:
Sosok Jokowi belm pantas jadi pemimpin negara.... karena Jokowi belum tentu bisa menjaga keutuhan NKRI.. yaitu mengenai batas2 negara dan pulau2 yg berada di dekat negara tetangga. 
Ini bukan pemilihan Wali kota ataw Gubernur,, tp ini adalah pemilihan kepala negara,, dimana kepala negara harus mampu membela dan mempertahankan negara secara utuh.. kalau wali kota atau Gubernur tdk lg memikirkan tentang batas wilayahnya akan di ambil orang, tp tinggal memikirkan bagaimana masyarakatnya. 
Ini bukan Kota madya atau provinsi,, ini adalah pemilihan kepala negara, yang mana dia harus mampu mempertahankan batas-batas negaran secara menyeluruh... jd yg pantas jadi kepala negara hanyalah XXXXX. (komentar ditulis oleh:  Muh. Syofian S.,S.Si pada 13/07/25)
Ketiga komentar tersebut diatas ada benarnya, tapi juga belum tentu benar. Kenapa pendapat saya plin-plan? Sebanarnya bukan plin-plan, tapi lebih pada realita. Bagaimana bisa bilang si A, B atau Jokowi tidak bisa menjaga keutuhan NKRI, padahal Jokowi belum jadi presiden? Kalau Jokowi telah jadi presiden, kemudian misalnya Kalimantan berpindah tangan ke negara lain, nah itu baru bisa dikatakan Jokowi tidak mampu menjaga atau mempertahankan keutuhan NKRI. Boleh-boleh saja membuat ramalan, ya paling tidak bisa dijadikan bahan introspeksi dan pertimbangan bagi siapapun calon presiden Indonesia mendatang.

Entah pertimbangan apa hingga bisa memberikan judgement, bahwa Jokowi tidak mampu mempertahankan keutuhan kedaulatan NKRI? Apakah tiga pendapat diatas sumbernya hanya berupa perkiraan, prediksi, ramalan, terawang atau wangsit? Padahal semua tahu sewaktu belajar sejarah di tingkat SD, presiden pertama NKRI adalah seperti Jokowi juga, orang biasa saja dan bukan bermodalkan senjata atau meriam. Pada kenyataannya tidak ada secuil pulau yang hilang, bahkan sangat disegani dan hampir menyempurnakan Kalimantan seutuhnya menjadi NKRI. Benar tidak? Coba diambil buku sejarah anak, ponakan atau dari tetangga, lalu baca pelan-pelan mengenai siapa presiden pertama NKRI.

Kalau ada anggapan bila Jokowi jadi presiden tidak mampu mempertahankan kedaulatan NKRI, lalu kira-kira siapa yang mampu? Dalam sejarah juga belum pernah ada presiden yang secara langsung mempertahankan kedaulatan negaranya masing-masing, kecuali didukung oleh seluruh rakyatnya. Betul tidak? Prabu Siliwangi yang sakti mandraguna saja hancur kerajaannya, bagaimana orang biasa saja? Selama presiden itu manusia, kemungkinan terjadinya ancaman atau permasalahan mencubit kedaulatan negara itu biasa. Bagaimana dengan kol.Khadafi yang tewas dan negaranya porak poranda oleh kepentingan "tanda kutip". Mengganggu kedaulatan negara lain, seperti kedaultan NKRI tidak seperti menepuk nyamuk. Tidak semudah itu kedaultan NKRI terancam, negara ini masih kuat bila pimpinannya mengayomi rakyatnya.

Presiden 2014 tentunya bukan orang sembarangan, semua berhak menjadi calon dan pastinya mereka memiliki kemampuan dan wajib untuk mempertahankan NKRI. Pendapat Jokowi tidak mampu mempertahankan NKRI belum terbukti dan jagoan penulis tiga komentar diatas pun belum terbukti telah berhasil mempertahankan NKRI. Jadi, sebaiknya kita ini sebagai rakyat biasa ya pilih saja calon presiden sesuai dengan selera masing-masing tanpa menjatuhkan dan mendiskreditkan kredibilitas calon presiden lainnya. Rakyat pasti mendukung dan tidak menunggu perintah untuk mempertahankan kedaultan NKRI, bila presidennya itu juga memiliki perhatian pada rakyatnya. Jadi, tenang saja dan tidak usah gundah gulana tentang kemampuan Jokowi bila jadi Presiden pada kedaulatan NKRI. Perlu dicatat dan dicermati, bagaimana Ir. Soekarno seorang sipil tapi bisa menyatukan dan bahkan ditakuti oleh negara lain.

Tidak ada jaminan bagi siapapun calon presisdennya, bahwa kedaulatan NKRI akan aman-aman saja. Dan tidak hanya itu saja point utama jadi presiden, bukan berarti melulu memikirkan kedaulatan wilayah NKRI. Sangat banyak dan komplek tugas seorang presdien itu. Keutuhan NKRI sudah pasti jadi prioritas, namun prioritas lainnya yang tidak kalah penting adalah mensejahterakan rakyatnya. Rakyat Indonesia tanpa diminta akan berjuang habis-habisan untuk mempertahankan kedaulatan NKRI, meskipun presidennya bukan pilihan hatinya. Rakyat akan membela pemimpin yang adil, apalagi merakyat tanpa diminta.

Sepertinya tulisan ini sudah cukup sebagai jawaban dari 3 komentar tersebut. Satu hal sepertinya perlu diluruskan, dimana penulis komentar tidak membaca dan tidak mengerti substansi isi tulisan dari yang dikomentarinya. Seperti kalap dan tidak mau kalah dalam mendukung jagoannnya di pilpres 2014. Tulisan artikel "Bukan Kejutan, Posisi Jokowi Tertinggi Capres 2014" hanya ulasan mengenai fenomena tentang unggulnya Jokowi dalam setiap survey, bukan mengatakan Jokowi adalah calon presiden 2014. Tapi tetap saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya, karena secara tidak langsung telah memberikan komentar full beserta gelar. 

Kita semua, seluruh rakyat Indonesia sangat mendukung dan tetap akan menjaga keutuhan kedaulatan NKRI siapa pun presidennya di tahun 2014. Untuk kesangsian "Apakah kedaulatan NKRI terancam, bila Jokowi jadi Presiden?" jawabannya saya pribadi dan seluruh rakyat Indonesia adalah tidak akan terancam, dan kami semua akan mempertahankan kedaulatan NKRI sampai tetes darah penghabisan!.Yang terpenting bagi prresiden 2014 adalah bisa merubah Indonesia menjadi negara yang adil, makmur dan sejahtera bagi rakyat sebanar-benarnya dan bukan hanya iklan. Oke, thank, Peace!! 

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!