Searching...
Jumat, 07 Juni 2013

Sepak Bola dan Kostum Merah Putih

Sepak Bola dan Kostum Merah Putih
Demi Sepak Bola dan kostum merah putih, lambang kebanggaan negara Republik Indonesia harus berganti hijau. Pasalnya hari ini dan tepatnya malam ini akan ada pertandingan sepak bola antara timnas Belanda mealawan timnas kesayangan Indonesia. Ada hal mengganjal dan aneh, bila timnas Indonesia tidak boleh mengenakan kostum merah putih sebagai lambang kebangsaan negara Republik Indonesia, sedangkan timnas Belanda sebagai tamu mengenakan kostum jingga (orange) kebanggaan negeri kincir angin itu. Begitu lemahkah Indonesia, hingga mau begitu saja mengalah tidak menggunakan kostum merah putih?

Betul pertandingan sepak bola itu hanyalah suatu permainan dan persahabatan. Saya sangat setuju bila pertandingan itu akan menambah ilmu dan pengalaman dari timnas Indonesia, tapi tidakkah kita bangsa Indonesia merasa dilecehkan oleh aturan larangan mengenakan kostum merah putih sebagai tuan rumah? Bukankah kostum tamu yang harus mengalah? Apalah arti sebuah pengalaman, jika lambang negara ini tersisihkan? Saya yakin sekali, andai mereka para pejuang kemerdekaan negeri ini tahu, mereka akan menangis sedih melihat jerih payahnya dicampakkan demi sebuah pertandingan sepak bola persahabatan. Miris sekali!

Sejak negara Republik Indonesia merdeka di tahun 1945 hingga kini, hanya Belanda lah negara yang tidak pernah mengakui kemerdekaan itu. Kenapa herannya mereka dielu-elukan dan dibangga-banggakan padahal tahu kostum merah putih sebagai lambang negara harus dicopot. Apapun alasannya atau aturan main yang telah ditetapkan, kenapa hanya ketika melawan Belanda timnas Indonesia tidak boleh mengenakan kostum merah putih? Saya tahu pertandingan tersebut hanyalah persahabatan, tapi juga semua tahu gelar pertandingan tersebut adalah bisnis. Jika bisnis sepak bola saja bisa menyingkirkan merah putih, bagaimana yang lain? Apa demi pengalaman, lalu rasa kebanggsaan harus disingkirkan? 
Sebab, berdasar peraturan yang berlaku, tuan rumah berhak menentukan kostum dan Indonesia memiliki Merah-Putih. Namun, timnas harus mengalah lantaran pihak promotor ternyata sudah menjalin kesepakatan dengan De Oranje (Julukan timnas Belanda-red) bahwa skuad asuhan Louis van Gaal akan mengenakan jersey oranje. (sumber: merdeka) Hanya sekedar tambahan, sponsor pertandingan Indonesia vs Belanda adalah Ninesport Inc.
Saya pikir tidak perlu ada pertandingan itu, bila harus menyingkirkan warna kebanggaan merah putih. Tidak perlu prestasi sepak bola, bila bangsa ini diremehkan oleh aturan tidak boleh mengenakan kostum merah putih. Jika menang dalam pertandingan tersebut, berarti ada sedikit obat pelipur lara dari Belanda yang masih merasa jadi tuan di negeri Indonesia. Namun bila kalah, apalagi kalah telak, berarti Indonesia mendapat dua kali penghinaan dari tim Meneer. Apa tidak tidak akan lebih memalukan? Sudah tidak boleh pakai kostum merah putih, lalu kalah pula. Kalau timnas dengan kostum merah putih itu akan lebih membanggakan, meskipun harus kalah atau tercukur habis.

Melihat fenomena ini, saya menilai semakin kesini Indonesia semakin lemah. Kemana keberanian bangsa Indonesia waktu dahulu? Pantas saja negara kita selalu dilecehkan oleh negara tetangga dalam segala hal, wong gara-gara pertandingan persahabatan  sepak bola saja, kostum merah putih bisa dipreteli asing. Kemana bapak-bapak ynag merasa Indonesia? Kemana para pembesar negeri ini yang katanya cinta Indonesia dan menghargai para pejuang kemerdekaan? Kenapa diam saja, ketika melihat kejadian ini. Lebih baik tidak ada sepak bola, bila merah putih dininabobokan.

Saya tidak menyalahkan sepak bolanya, pertandingannya atau tim dari kedua belah pihak, namun ada satu hal yang memang mengusik dan perlu disadari kita semua mengenai larangan kostum merah putih dikenakan pada pertandingan itu. Bagi saya jelas sekali, Belanda masih kuno dan kolot di jaman modern ini, karena menyangkutpautkan politik penjajahnya atau mungkin masih merasa jadi meneer dalam permainan sepak bola di negara Indonesia. Bohong besar bila larangan kostum merah putih sekedar aturan panitia atau FIFA! Aturan darimana tuan rumah dilarang pakai kostum kandangnya, merah putih? Ini benar-benar aturan melecehkan bangsa Indoensia, bukan sekedar aturan agar warna orange samar dengan merah, hanya alasan saja! 

Bagi saya, pertandingan persahabatan ini menciderai kedaulatan negara Indonesia, melalui aturan larangan mengenakan kostum merah putih. Namun dibalik rasa tidak suka dan kesal, saya bangga dengan para penonton yang akan memerahkan stadion utama gelora Bung Karno. Saya bangga dan salut! Saya merasa masih punya teman dan saudara senegara dan sebangsa. Tidak seperti mereka para pembual besar diatas sana yang duduk manis melihat merah putih dilarang tampil.

Ayo teman-teman sebangsa dan setanah air yang masih cinta merah putih, merahkan Senayan! Gelorakan semangat merah putih bagi para pemain timnas Indonesia tercinta, meskipun harus kalah nantinya. Terima kasih untuk rasa kecewa bapak Johar Arifin, dan beberapa media yang menyuarakan tentang larangan kostum merah putih bagi timnas Indonesia. Biarlah para pembesar yang hanya bisa bicara tentang bangsa Indonesia dibibirnya duduk manis dan diam melihat kejadian tersebut. Begitulah, ketika sepak bola dan kostum merah putih harus berganti menjadi hijau. Hidup Indonesia, Merdeka!! 

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!