Searching...
Minggu, 30 Juni 2013

Jangan Ada Pungli PPDB 2013!

Jangan Ada Pungli PPDB 2013
Jangan ada pungli penerimaan peserta didik baru (PPDB2013! Itulah harapan saya, agar negeri ini tidak semakin terpuruk. Lembaga sakral tempat mencetak generasi muda berakhlak dan bermoral tak ada gunanya, bila diawali dengan cara tidak benar. Bukan tidak benar dari sisi siswa atau sistem PPDB onlinenya, tapi tidak benar dari sistem penerimaan peserta didik baru berkaitan dengan pungutan awal di sekolah masing-masing nantinya. Dan hal ini umumnya terjadi di level Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di kota-kota besar, khusunya Jakarta.

Tulisan ini sengaja saya buat, karena tahun ajaran baru 2013 sudah di depan mata dan tempuk (bertemu) dengan situasi pengeluaran tak terhingga disamping harga-harga naik akibat dari kenaikan harga BBM. Untuk sekolah dasar dan menegah pertama negeri sepertinya tidak menjadi persoalan karena wajib belajar 9 tahun alias gratis dan kemungkinan terjadinya pungli sangat kecil, bila ada pun pastinya mudah untuk dilihat dan sangat berbahaya bagi oknum pelakunya. Untuk tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri kemungkinan terjadinya pungutan ini dan itu sangat besar dan terbuka lebar. Pastinya ada, entah itu hanya untuk membuat kantin dengan dalih meningkatkan kenyamanan atau alasan lainnya. Wong masalah ujian nasional saja kisruh, gimana masalah lainnya nanti?

Saya berani menuliskan hal ini bukan sekedar omdo alias omong dong. Andai ada kesalahan atau merasa tidak benar silahkan berkomentar atau hubungi saya, namun bila benar dan nyata terjadi, mohon dimaklumi, inilah Indonesia. Mungkin saya dan sobat atau para orang tua siswa pernah berpikir, untuk apa sebenarnya sumbangan awal dengan merek (judul) berganti-ganti setiap tahun? Dahulu di jaman saya sekolah, judul pungutan diawal tahun adalah Iuran Peserta Didik Baru (IPDB). Didalamnya macam-macam, semua beralasan demi menignkatkan kualitas pendidikan, sampai ke renovasi kantin masuk kedalam IPDB tersebut plus dana transport bagi para penilik dinas yang datang per sekian bulan sekali. Padahal kalau dipikir-pikir, apa iya kantin signifikansi pada kualitas pendidikan itu ada? belum lagi masalah lain yang pernah saya dan pastinya sobat juga mengalami. Untuk dana transportasi bagi pengawas dinas yang datang per sekian bulan sekali mendapat protes dan akhirnya ganti judl, karena nilainya tetap sama. Itulah hebatnya sekolah!

Umumnya kita dan orang tua kita diam saja dan ikut seperti kerbau dicocok hidung oleh aturan pungutan-pungutan yang diadakan oleh sekolah. Protes salah, tidak protes berarti kita ikut bersama-sama mengiyakan dan mengesahkan tempat pendidikan jadi ajang pungli. Jangan salah, sampai saat ini saya bingung dengan alokasi pungutan tiap tahun terhadap siswa baru si Sekolah Menengah Atas (SMA). Maaf saya tidak menyebut sekolah menengah kejuruan (SMK), karena saya bukan bersekolah disana. Sekolah dibangun oleh pemerintah, entah pemerintah daerah ataupun pusat melalui dana Depdikbud, tapi herannya ada juga sekolah negeri memungut iuran isitlahnya uang gedung. Ko bisa ya, itu kan berarti gedung dibangun oleh uang sendiri dan bukan pemerintah.

Pertanyaan lain hingga saat ini dan belum terpecahkan adalah uang spp dan sumbangan lain, alhasil setiap bulan per siswa dipungut sekian ratus koma sekian  ribu rupaih. Uang itu kalau dikalikan dengan jumlah siswa mulai dari kelas satu hingga kelas tiga, berarti bukan jumlah kecil dan sedikit. Pertanyaannya uang itu untuk apa ya? Apakah disetorkan ke Pemda masing-masing atau bagaimana? Bila disetorkan, pastinya kita tahu dari berita media massa dan nilainya pastinya seragam. Tidak seperti ketika saya bersekolah dulu, lain ladang lain belalang, lain sekolah lain bayarannya. Bukankah pungutan yang bersisfat publik harus diputuskan dan diawasi oleh pemerintah, untuk hal ini Pemda? Lalu kenapa tidak ada dan tidak pernah terjadi sidang, misalnya DPRD menentukan jumlah dana iuran (bayaran per bulan) untuk Sekolah Menengah Tingakat Atas (SMA). Sidang untuk menaikkan BBM saja bukan main alotnya, tapi herannya masyarakat diam saja ketika disodori nilai bayaran anaknya sekian-sekian tanpa protes dan bertanya. Lucu!

Ini kita bermimpi, andaikan Sekolah Menengah Atas tahun ajaran 2013 gratis, apakah ada pungutan lain selain untuk beli baju seragam? Saya tidak yakin dan tidak percaya pungutan seribu judul tidak ada lagi, meskipun SMA atau SMK itu gratis...tis. Untuk sistim PPDB sekarang ini saja sudah rentan bermain mata, karena ada sistem umum, lokal, berarti hak penuh ada di sekolah masing-masing. Saya berani katakan itu, kebetulan adik saya juga sedang mengikuti PPDB 2013. Sistem online yang diotaki komputer pastinya tidak butuh uang, tapi operator dan mleha mlehe nya masih hijau melihat merahnya uang. Ok, dibatasi saja dan sebut saja PPDB tidak ada pungli, namun sudah bisa dipastikan dan hakul yakin nilai iuran per sekolah masing-masing bakal ada dan sudah jadi rahasia umum untuk sekolah setingkat SMA Negeri di Jakarta.

Satu hal yang paling lancar dalam pungli di Indonesia ini hanya di sekolah, karena tidak pernah ada kontrol ketat dan semua diserahkan oleh sekolah dengan pengawasan dinas yang sudah bersahabat dengan sekolah masing-masing. Sekali lagi saya tulis ini, karena orang tua saya sering kali berkelakar setengah mengejek teman-temannya yang berkecimpung di dunia pendidikan itu ganti mobil atau beli mobil baru. Teman orang tua saya cukup lumayan jabatannya dalam dunia pendidikan, bukan sekedar guru biasa. Ini keluar sedikit dari jalur judul, orang tua saya tahu dimana dan bagaimana permainan mesin (engine) untuk mobil SMK itu. Pokoknya pusing kalau ktia semua tahu borok dunia pendidikan di Indonesia, apalagi di tahun-tahun ajaran baru. Istilahnya mungkin pesta setahun sekali, tapi sekali pukul lebih dasyat dari pukulan Mike Tyson.

Alhasil siapa yang sulit dan kelabakan? Ya tentunya para orang tua kita sendiri, lalu bingung mencari uang ke kanan dan ke kiri akhirnya korupsi. Ini permasalahan serius, karena tiap tahun ada pungutan dan tidak pernah ada aturan pemerintah yang jelas mengenai pungutan-pungutan itu. Semua diatur oleh dinas pendidikan dan kebudayaan, bukankah berarti celah korupsinya besar sekali? Tidak pernah kita dengar ada rapat di DPRD atau DPR-RI mengenai penyamarataan pungutan biaya bagi anak didik atau iuran peserta didik baru. Belum pernah! Sepertinya semua dilepas begitu saja, dengan kata lain sudah ada kotak-kotaknya dalam mengurusi hal tersebut. Parah kan! Lalu, seperti saya sebutkan diatas kita semua tidak pernah sejeli dan setegas ketika kita berhadapan dengan kenaikan harga BBM. Coba hitung, berapa jumlah siswa yang bersekolah di Indonesia? Bukankah itu nilainya besar sekali? Pungutan-pungutan yang dilakukan sekolah menurut saya tergolong sakti mandraguna, tidak ada yang berani melawan meskipun itu Jendral, semua nurut dan manut.

Saya jamin, pungutan model A, B dan C atau mungkin ada yang Z itu pasti akan ada di tahun ajaran 2013 di setiap SMA Negeri khusunya di Jakarta. Tidak percaya, kita taruhan yuk! Mumpung belum terjadi, ada baiknya kita atau adik-adik memberitahukan kepada orang tua masing-masing untuk menimbang, menilai dan menanyakan iuran peserta didik baru itu secara rinci. Hingga akhirnya bapak dan ibu sekalian tidak menyesal dan kelimpungan tujuh keliling disela-sela persiapan biaya pulang kampung di hari raya Idul Fitri nantinya. Untuk bapak dan ibu yang mampu, apalagi uangnya boleh korupsi tidak perlu pusing lagi. Tinggal bayar, kalau perlu sekalian beli nilainya dari awal! Tulisan ini hanya bagi yang perduli pada kebenaran, bukan bagi para koruptor.

Saya berharap tingkat kesadaran para pendidik, dinas dan pihak terkait dalam dunia pendidikan berubah lebih peduli dan ingat Tuhan, khususnya pada tingkat Sekolah Menengah Atas lebih eling dan ingat mati. Hidup ini sementara, pendidikan adalah lentera dan jendela ilmu pengetahuan bagi generasi penerus bangsa, untuk itu jangan kotori demi pesta tiap tahun ajaran baru. Sadar dan tobat sebelum ajal menjemput itu lebih baik, daripada besok dihari itu bapak dan ibu yang terhormat dihantam oleh kebohongan sendiri semasa hidup. Maaf, sesama supir saja dilarang saling mendahului, bagaimana kita? Boleh dong saling mengingatkan, masa yang manis-manis terus, nanti seperti semut mati diatas gula jadinya dan tidak ada perbaikan.

Diakhir tulisan ini, saya sangat berharap tidak ada lagi dan bahkan jangan ada pungli PPDB 2013, bangsa ini harus maju, bangsa ini harus memiliki generasi penerus bersih. Bagaimana bisa bersih, bila diawal menimba ilmu sudah ikut serta dalam permainan kebohongan. Ya, mereka dan begitupun orang tua mereka semua pastinya diam, karena takut terancam nilainya. Namun, bara itu akan sudah menyala dan menjadi-jadi ketika si anak telah mampu dan akan berbuat hal yang sama seperti pernah dialaminya dulu. Sudahlah hentikan sandiwara pungutan ini dan itu, masa tidak bosan renovasi WC, renovasi taman, renovasi ini dan itu! Cukup sudah cerita bohong demi kantong pribadi, cukup sudah menanamkan bibit korupsi pada si anak didik. Ayo kita mulai dengan hal bersih, tanpa permainan atau pungli dalam dunia pendidikan di tahun ajaran baru 2013. Saya yakin generasi penerus kedepan akan lebih berbobot dan bersih! Terima kasih, peace!

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!