Searching...
Minggu, 02 Juni 2013

Interpelasi DPRD DKI Jakarta Bukan Ancaman Jokowi

Interpelasi DPRD DKI Jakarta Bukan Ancaman Jokowi
Interpelasi DPRD DKI Jakarta bukan ancaman Jokowi ini ditulis, karena sepertinya ada kesalahpahaman tentang wacana interpelasi pada permasalahan KJS. Sepintas melihat pemberitaan media, semua seperti kebakaran jenggot menanggapi rencana interpelasi tersebut. Padahal bila melihat apa itu hak interpelasi, sebenarnya tidak begitu menyeramkan atau mengerikan seperti beberapa judul berita dibeberapa media massa atau pun media online.

Riuh permasalahan interpelasi Jokowi seharusnya tidak ditanggapi sebagai impeachment (pemakjulan), melainkan hal biasa yang memang menjadi hak-nya anggota DPR (DPR-RI atau DPRD). Hak interpelasi itu bukan smata-mata sebagai pemakjulan, tapi hak bertanya badan legislatif pada kebijakan pemerintah yang berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat. Bukankah ada suatu permasalahan, bila tiba-tiba beberapa rumah sakit mengundurkan diri dari program KJS? 
Hak Interpelasi adalah hak DPR untuk meminta keterangan kepada pemerintah mengenai kebijakan pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara. (Penjelasan Pasal 27 huruf a UU no 22 tahun 2003) (sumber: wikipedida)
Herannya rencana interpelasi seperti dipelesetkan oleh berbagai pemberitaan menjadi impeachment atau  seakan-akan interpelasi adalah rencana pelengseran Jokowi dari kursi gubernurnya. Menurut saya pemberitaan ini cuma sekedar memanfaatkan kesempatan menaikan citra dimata masyarakat, bukan murni sebagai mana adanya interpelasi yang sebenarnya pada masayarakat. Tentunya masyarakat yang belum tahu arti mengenai hak interpelasi akan terprovokasi pada rencana interpelasi DPRD DKI jakarta pada Jokowi.

Menurut saya pribadi, rencana interpelasi itu sah-sah saja dan sudah menjadi hak DPR yang telah diatur oleh undang-undang. Permasalahan rencana mundurnya beberapa rumah sakit dari program KJS tentunya menjadi pertanyaan. Oleh karena itulah DPRD DKI Jakarta sebagai badan legislatif perlu mendapat jawaban dari pemerintah yang diwakili oleh Gubernur DKI Jakarta, Jokowi. Masa iya ketua DPRD ujug-ujug datang atau ketika berpapasan dengan Jokowi di beranda Pemda DKI Jakarta bertanya," Hi, pak Jokowi, kenapa beberapa rumah sakit pada mundur dari program KJS?" Lucu bukan, jika terjadi hal demikian pada negara ini?

Untuk itulah mereka (DPRD) menggunakan hak interpelasi guna mempertanyakan kebijakan pemerintah yang berdampak luas, perihal kejadian rencana mundurnya beberapa rumah sakit dari program KJS. Mundurnya beberapa rumah sakit dari program KJS tentu akan berdampak luas pada kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat DKI Jakarta. Jadi, hal wajar bila DPRD bertanya tentang permasalahan tersebut pada pemerintah DKI Jakarta yang dipimpin oleh Gubernur Jokowi. Bahasa keren dan bekennya dari bertanya ya interpelasi, jadi interpelasi bukan pemakjulan (impeachment) atau pelengseran dan lain sebagainya.

Hal keliru dan salah paham bila mengartikan rencana interpelasi anggota DPRD DKI Jakarta pada permasalahan KJS itu proses pemakjulan, apalagi bila ada partai politik yang membuat pemberitaan seakan-akan interpelasi itu adalah pemakjulan. Menurut saya pemberitaan pemakjulan itu terlalu prematur dan tidak tepat bagi pembelajaran politik di masyarakat. Coba kita lihat atau browsing dengan kata kunci "interpelasi jokowi", disana banyak sekali salah kaprah dan terkesan berita cari sensasi dan pencitraan. Bukan pencitraan untuk Jokowi tapi pencitraan bagi parpol media tersebut alias carmuk, paham betul dan ngeri bila bersaing dengan Jokowi andai ikut dipilpres 2014 atau di tahun 2019 nanti.

Rencana interpelasi itu pun tidak perlu lantas diartikan sebagai menyalahkan Jokowi sebagai pihak yang telah mengeluarkan program KJS, lalu akan berakhir dengan impeachment atau mosi tidak percaya. Bagaimana bisa menyimpulkan interpelasi itu sebagai suatu hal yang 'melawan angin' (sebagai judul salah satu berita media online)? Interpelasi saja belum dilaksanakan, tapi jawaban akhir dari interpelasi sudah didapat. Menurut saya terlalu banyak peramal di negara ini dan tidak terlalu banyak orang yang  mau bekerja seperti Jokowi, jadi belum apa-apa sudah teriak, sudah disimpulkan atau bahkan sudah mengumpulkan massa untuk demo.

Pemberitaan terlalu wah dan vulgar membuat geger gondes pelesetan interpelasi bagai pemakjulan sebenarnya akan membuat masyarakat bingung dan kacau. Bahkan tidak tertutup kemungkinan berpeluang terjadnya kesalahpahaman pada 'hal' yang belum pasti dan mungkin tidak perlu dibesar-besarkan. Kita belum tahu kenyataan yang terjadi dari rencana interpelasi, mungkin saja dari interpelasi tersebut akan menjadi suatu masukan berguna bagi perbaikan program KJS, bukannya lantas disimpulkan sebagai proses impeachment.

Mudah-mudah masyarakat Indonesia mengerti dan memahami, bahwa interpelasi itu bukan impeachment atau pemakjulan (pelengseran). Hak interpelasi itu memang sudah menjadi hak-nya DPR sebagai badan legislatif, jadi tidak ada masalah dan jangan terlalu jauh menyimpulkan dan menafsirkan arti interpelasi. Saya melihat sikap Jokowi yang santai saja, karena beliau mengerti dan memahami interpelasi itu hak DPRD. Jadi menurut saya, Gubernur Jokowi sepertinya siap untuk memberikan jawaban, bila memang interpelasi itu jadi dilaksanakan oleh DPRD DKI Jakarta. Jadi sangat mengherankan, yang bersangkutan tidak bermasalah, tapi berita interpelasi seperti kehebohan bom Bali....

Sebagai penutup, kita sebagai masyarakat Indonesia, sebaiknya tidak terprovokasi mengenai interpelasi dipelesetkan kearah pemakjulan. Andai pun interpelasi itu dimanfaatkan sebagai proses pemakjulan, sepertinya suatu keuntungan besar bagi Jokowi pada pilpres 2014. Kita semua tahu, bahwa beliau itu berada di posisi teratas pada setiap polling capres yang diadakan oleh beberapa lembaga survey. Biarlah Jokowi di impeachment, lalu bertarung di pilpres 2014  dan menjadi presiden pilihan rakyat pertama tanpa duit di Indonesia. Demikianlah menurut pendapat saya, bahwa interpelasi DPRD DKI Jakarta bukan ancaman Jokowi. Peace!!

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!