Searching...
Senin, 06 Mei 2013

Hambatan Jokowi Pada Pembangunan MRT

Hambatan Jokowi Pada Pembangunan MRT
Pada tulisan sebelumnya mengenai 'kenapa Jokowi berhutang demi MRT', kali ini akan ditulis mengenai hambatan Jokowi pada pembangunan MRT. Hambatan pada tulisan ini tidak terkait pada hambatan teknis pelaksanaan pembangunan MRT yang akan berjalan, tapi hambatan yang berkaitan dengan kemungkunin terjadinya tindak korupsi dan hambatan yang disebabkan oleh alam.

Kita semua tahu dan mengerti, bahwa di Indonesia itu meski telah ada badan yang bernama KPK tetap saja tindak korupsi berlenggang dengan nyaman. Umumnya tindak korupsi itu terjadi pada suatu jenis seperti pembangunan MRT yang baru dicanangkan oleh Jokowi dan dimulai beberapa hari lalu. Lebih spesifiknya  biasa terjadi bila ada yang namanya tender. Entah itu tender jasa pekerjaan atau pengadaan barang. dan atau keduanya.

Pada pembangunan MRT itu membutuhkan dana yang cukup aduhai, yaitu mungkin hampir berkisar 15 triliyun rupiah dan tentu akan menggiurkan subjek berwatak korup. Konon pada jaman dahulu, proses tender itu saja sudah rentan terjadi korupsi, dimana ada transaksi komisi bagi pelaksana tender dari pemenang tender, belum lagi pada saat pekerjaan dimulai atau pada tahap pengguntingan pita diakhir projek. Kebiasaan lama itu apa sudah tidak berlaku lagi saat ini? Mungkinkah pengalaman dan ketidakpercayaan Jokowi dari peristiwa korupsi yang sudah-sudah, hingga akhirnya Jokwoi lebih baik harus berhutang meskipun pekerjaan sebagian besar dikuasai oleh pemodal?

Kemungkinan terjadinya korupsi pada pembangunan MRT sangat besar bila melihat angka fantastis sebesar 15 triliyun rupiah itu. Siapapun pastinya ngiler ingin mencicipi nikmatnya duit pembagunan MRT di Jakarta. Pemikiran saya, dari dulu hingga saat ini asing selalu dilibatkan dalam projek-projek besar seperti pembangunan MRT dan kalau saat itu ada KPK, mungkin banyak yang sudah masuk. Sayang KPK belum ada ketika itu, hingga tidak terdengar ada oknum projek selain projek Wisma Atlit, Hambalang , atau projek setelah ada KPK yang dijebloskan ke penjara akibat korupsi. Jadi anggapan pilihan Jokowi menerima hutang dari Jepang tidak masuk akal, bila dasar pemikirannya adalah tidak akan terjadi korupsi. Bukankah yang akan mengelola keuangannya adalah orang Indonesia juga? 

Bentuk transparansi gaji atau perhitungan anggaran biaya projek saja belum cukup dan belum tentu sudah imun terhadap tindak korupsi. Pada sisi itu apakah pak Gubernur Jokowi sudah mengantisipasi cara menutup celah terjadinya korupsi pada pembangunan MRT itu. Jangan salah, apa sekarang sudah tidak terjadi korupsi pada setiap proyek di Jakarta? Kalau sudah tidak ada ya bagus!  Entah apa bentuk transparansi pada pembangunan MRT yang akan dilakukan oleh Gubenrur Jokowi, seperti tabel keuangan Pemda DKI Jakarta yang dipasang di tempat-tempat yang bisa dilihat  dan dikontrol oleh masyarakat warga Jakarta. Mudah-mudahan saja ada cara jitu pak Gubernur dalam menutup celah korupsi pada pembangunan MRT. Ini hanya rasa kuatir pada kebiasaan bangsa ini yang korupsi saja, bahkan ada sebagaian yang menyebut korupsi sudah membudaya di negeri ini.

Kenapa masalah korupsi perlu diperhatikan pada pembangunan MRT itu? Yang jelas, akibat korupsi, kualitas dari pembangunan MRT itu akan berkurang dan atau akan membahayakan masyarakat pengguna nantinya. Jadi point pertama perihal korupsi harus menjadi perhatian pelaksana pembangunan MRT di Jakarta dan perlu pengawasan ketat oleh KPK dan badan-badan anti korupsi seperti ICW dan lain sebagainya. Intinya pembangunan MRT perlu pengawalaln agar tidak terjadi korupsi.

Selain dari perihal korupsi yang akan menjadi hambatan pada pembangunan MRT, kemungkinan hambatan lain yang tidak kalah dasyatnya adalah hambatan yang disebabkan oleh alam. Hambatan alam yang akan mengganggu pembanungan MRT tentunya tidak lain adalah penyakit lama DKI Jakarta, yaitu banjir. Mungkinkah hambatan satu itu tidak terjadi ketika saat pembangunan MRT dilaksanakan? Kenapa banjir menjadi hambatan? Pastinya banjir akan sangat mengganggu dan menghambat pembangunan MRT, terutama pada pembangunan subway. Pada pembangunan subway tentunya tidak mungkin terlaksana, bila daerah itu sering terjadi banjir. 

Pertanyaannya, daerah mana di DKI Jakarta ini yang terbebas dari banjir 100%? Rasanya tidak ada, seperti contoh banjir yang terjadi di Istana Merdeka atau di Bundaran HI. Entah alasan apapun itu, pada kenyataannya Jakarta rentan banjir. Apalagi bila melihat posisi Jakarta yang lebih rendah dari permukaan air laut, pastinya itu akan menjadi hambatan yang sangat serius dan akan mengganggu proses pembangunan MRT. Kalau dilihat daerah yang akan dibangun subway itu memang tidak terlalu panjang, yaitu dari bundaran HI hingga kota. Apakah daerah bundaran Hotel Indonesia hingga Kota sudah bisa dipastikan tidak akan terjadi banjir?

Sekali lagi, mudah-mudahan normalisasi sungai, kali, pembuatan waduk dan rob di Jakarta akan mampu menjawab tantangan banjir rutin di Jakarta. Dan itu sepertinya sudah dilaksanakan oleh dan merupakan janji Jokowi disaat kampanye, meskipun belum selesai seluruhnya (lihat 19 janji Jokowi saat kampanye). Bila permasalahan atau hambatan banjir bisa diatasi atau dengan kata lain MRT ini menggambarkan optimisme Jakarta bebas banjir pada tahun 2015 atau 2016 dan seterusnya. Bila banjir masih juga datang pada tahun ketika MRT dioperasikan, sudah bisa dipastikan subway akan berfungsi sebagai gorong-gorong raksasa atau dalam bahasa bekennya deep tunel setiap kali Jakarta terjadi banjir dan kemudian setiap tahun harus overhoul unit MRT akibat terkena banjir ketika berada di subway naas itu.

Saya hanya bisa berharap pembangunana MRT itu akan terbebas dari tindak korupsi dan juga banjir, akhirnya kita warga Jakarta akan lebih berbangga hati dengan kotanya memiliki sarana transportasi modern dan tidak banjir lagi. Semoga pembangunan MRT di Jakarta adalah representasi atasi kemacetan, cegah banjir dan optimisme    pembuktian janji dari cara kerja Jokowi-Ahok sebagai gubernur dan wakil gubernur. Dan terakhir, saya berharap tidak terjadi Hambatan bagi Jokowi pada pembangunan MRT tersebut. Thank's

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!