Searching...
Senin, 13 Mei 2013

Bagaimana Melakukan Review Tanpa Produk

Bagaimana Melakukan Review Tanpa Produk
Bagaimana melakukan review tanpa melihat atau memiliki produk? Mungkin hasilnya tidak sama seperti melakukan review dengan atau memiliki produk yang akan di review. Seperti contoh banyaknya review atau ulasan mengenai produk ultrabook terbaru Samsung kali ya dan produk ini mungkin belum banyak dimiliki oleh pereview. Mohon maaf tulisan kali ini tidak berhubungan dengan korupsi,  tapi mencegah korup saat melakukan review suatu produk

Setelah membaca beberapa blog atau website yang berisi tentang review produk, setelah memabacanya saya berpikir apakah tulisan itu benar-benar review atau bukan atau hanya sekedar corat- coret mengenai suatu produk yang tujuannya entah kemana. Menurut beberapa refferensi, review product itu gampang-gampang susah, masalahnya dalam review tidak bisa hanya berdasarkan pada satu produk saja. Kita semua pasti telah mengetahui produk itu ada kelebihan dan ada kekurangannya, itu pasti. Jadi pada review dimana produk tersebut tidak berada didepan atau dimiliki oleh penulis, sepertinya perlu kehati-hatian penulis dan kesiapan penulis pada sumber refferensi valid saat membuat review produk. Lalu bagaimana menulis review produk ketika Anda tidak benar-benar memiliki produk? Sepertinya pertanyaan mudah, tapi sulit untuk mennjawabnya dan perlu jawaban panjang lebar.

Beberapa perusahaan marketing spesialis melakukan review pada suatu produk telah menulis ratusan (dan mungkin bahkan ribuan) dari review produk selama bertahun-tahun. Karena tidak mungkin setiap review harus membeli produk tertentu, maka review dilakukan tanpa merasakan, mencoba atau memiliki produk tersebut. Pastinya penulis review harus menulis seakan-akan penulis telah merasakan, mencoba atau memiliki produk tersebut, sehingga hasil penulisan reviewnya maksimal.

Review yang dilakukan sebenarnya kalau boleh jujur juga tergantung dari situasi, apakah review produk tersebut sebagai pesanan iklan, lomba menulis atau benar-benar dengan tujuan memprediksi segala aspek yang dimiliki oleh produk tersebut secara keseluruhan (kualitas, harga, dan lain sabagainya). Disinilah kadang review menjadi lucu, bila kita membaca review yang dibuat dalam suatu lomba pastinya penulis akan menuliskan suatu asumsi pro pada produk tersebut. Dengan kata lain, penulis akan sejalan dan seirama dengan pesan yang akan disampaikan kepada publik mengenai apa saja tentang produk tersebut dari hasil review penulis, ya layaknya iklan atau promosi begitu.

Untuk penulis yang melakukan review tanpa pesanan, maka hasilnya bisa dipastikan berbobot dan netral. Bukan berarti tidak kritis atau tidak tajam dalam menganalisa saat review itu dilakukan. Hasil review seperti itu biasanya dilakukan oleh penulis yang berhubungan dengan yayasan-yayasan atau lembaga swadaya masyarakat demi kepentingan publik dan bukan demi pesan atau iklan produk yang akan di tampilkan sebagai hasil dari review. Review yang dihasilkan tidak bersifat berat sebelah, menjatuhkan atau menaikkan salah satu produk sejenis, meskipun penulis menggunakan beberap refferensi produk yang berbeda. Biasanya penulis review ini akan menulis apa adanya dengan kemampuan dan pengetahuan mumpuni tentang produk tersebut,  karena memang yang melakukan review ini adalah orang yang memiliki background pengetahuan atau pendidikan sesuai dengan produk yang akan direview. Intinya review yang ditujukan untk kepentingan publik itu tidak harus berbohong dan mengatakan yang sebenar-benarnya oleh di penulis saat mereview produk itu, sehingga hasil review bermanfaat bagi pembaca. Entah itu berguna sebagai bahan perbandingan pembaca saat membeli atau memilih produk sesuai dengan kemampuan pembaca masing-masing.

Perlu diketahui, bahwa setiap produk yang memiliki standarisasi atau ketentuan-tketentuan seperti spesifikasi, uji kelayakan dan lain sebagainya sebenarnya telah di-review oleh pihak produsen masing-masing. Namun, hasil data review yang dilakukan oleh masing-masing perusahaan tersebut hanya bersifat internal dan tidak disebarluaskan. Hasil review itu akan digunakan sebagai penunjang produksi produk yang telah direview tersebut berjalan. Review yang dilakukan oleh masing-masing produsen itu juga pastinya melakukan review internal pada produk saingannya, jadi review dilakukan didalam dan diluar produk tersebut lalu hasil data digunakan untuk keperluan produsen produk itu sendiri dan tidak disebarluaskan. Pada umumnya hasil review yang dilakukan produsen untuk keperluan internal tersebut bersifat objektif, bila tidak maka pastinya akan berpengaruh pada produknya sendiri, apalagi salah mereview.

Untuk membuat suatu review produk yang baik dan berkualitas, ada beberapa kriteria yang  harus dipersiapkan oleh penulis, pertama yaitu bahan dan pengetahuan penulis tentang produk yang akan di review. Untuk bahan bisa berupa produk itu sendiri, data refferensi produk seperti spesifikasi produk sedetail-detailnya. Sedangkan kriteria yang harus dimiliki oleh penulis tentunya pengetahuan yang memang sangat baik dan sejalan dengan produk yang akan direview, bukan sehari atau sejam review selesai. Kedua kriteria itu cukup bagi penulis dalam melakukan review suatu produk dan hasil review akan lebih berkualitas apabila produk tersebut berada didepan dan atau dimiliki oleh si penulis review. 

Lalu bagaimana dengan produk baru dan atau tidak dimiliki oelh si penulis review? Jika demikian, maka refferensi data akan sangat berpengaruh pada hasil penulisan review. Jadi refferensi data yang dikumpulkan harus selangkap-lengkapnya, atau bisa jadi data terdahulu bisa digunakan pada produk berseri (misalkan produk seri 1, 2 dan 3 dan akan di review produk 4). Meskipun tidak memiliki produk tersebut, bisa dipastikan hasil reviewnya akan berkualitas dan tidak asal tulis, apalagi asala jeplak layaknya copaser.

Bagaimana memulai melakukan review pada suatu produk bagi pemula tanpa memiliki produk tersebut? Menurut penulis artikel aslinya (maksudnya penulis artikel ini yang asli) tidaklah sulit, penulis hanya mempersiapkan bahan refferensi dan sadar diri apakah pengetahuannya itu memadai untuk melakukan review. Kalau hanya review yang berarti mengulas memang mudah, tapi ulasan pada suatu produk wajib hukumnya memiliki data refferensi valid. Bila refferensi data telah lengkap, hal lain yang perlu diperhatikan adalah sejauh mana pengetahuan penulis. Jadi jangan asal ulas, meskipun pada telah ada refferensi datanya. Sebelum menulis review, hal yang harus dilakukan penulis adalah membaca seluruh refferensi dengan seksama. Jangan sampai arti dari kata spesifikasi yang digunakan dalam review, penulis reviewnya tidak mengetahui makna sebenarnya dari kata spesifikasi.

Selain kedua kriteria diatas yang harus dimiliki dan dikuasai oleh penulis sebelum melakukan review, hal lain yang harus diketahui oleh penulis adalah tujuan dari review. Jangan sampai hasil review tidak sejalan dengan tujuan dari review itu dibuat. Nah, bila salah melihat tujuannya maka bisa dipastikan hasil reviewnya tidak akan maksimal. Bukan rahasia lagi bila review produk yang dilakukan selain oleh lembaga konsumen itu bersifat promosi, maka itu penulis harus mengikuti irama review yang dilakukannya kearah promosi dan jangan bertolak belakang atau apa adanya (jujur). 

Banyaklah contoh dari review yang bersifat promosi, bahkan saat ini review menjadi promosi termurah suatu produk. Contohnya lomba-lomba menulis (review) yang diadakan oleh beberapa produsen berbagai produk, tidak lain tujuan lomba itu adalah untuk meningkatkan popularitas produk yang baru diluncurkannya disamping metode promosi lainnya. Umumnya produsen telah memberikan tugas review tersebut pada suatu lembaga atau konsultan yang bergerak dibidang promosi, sebelum mengadakan review pada jenis lomba.  Seperti banyak kita lihat dilayar televisi, media massa atau beberapa media online yang bersifat promosi suatu produk, dan memang itu semua adalah sebagian adalah review dari berbagai pihak dengan gaya dan tujuannya masing-masing.

Untuk review yang umumnya dilakukan pada seo kontes misalnya, kualitas memang tidak begitu diperhatikan dan diperlukan. Yang pasti dan umum tujuannya  adalah promosi dari produk tertentu dengan membanjiri dan menutup produk lain dengan kata kunci di dunia maya. Bayangkan saja bila ingin mencari suatu barang, tentunya kata kunci atau nama/merek barang akan dimasukkan sebagai kata kunci. Pastinya bagi produk yang kata kuncinya sama dengan kata kunci yang diinginkan, maka produk yang muncul ya akan dimenangi oleh kata kunci terbanyak dan terbesar cecerannya di pencarian dunia maya, lainnya kelaut. Contoh konkrit lain misalnya warga negara asing ingin mencari bank terbaik di Indonesia, apa yang akan muncul bila menggunakan kata kunci tersebut? jangan dijawablah, semua sudah tahu, bank terbaik di Indonesia cuma satu, lainnya jelek..Atau mau cari ultrabook terbaru di dunia maya, wah suadh bisa dipastikan bila menggunakan kata kunci ultrabook terbaru akan keluar produk Series 5 atau series 7 Intel Ultrabook, sebagai ultrabook terbaru produk Samsung Upps, maaf jadi ngelantur.

Sebagai penutup tulisan ini, bagi penulis review pemula tidak usah takut tapi juga jangan memaksakan diri untuk melakukan review bila dirasa tidak memiliki pengetahuan mengenai produk yang diriview nantinya. Namun, bukan berarti review asal-asalan tidak berhasil menang atau menjadi jawara pada suatu lomba. Untuk review yang bersifat lomba seo, kualitas adalah syarat kesekian dibanding posisi undakan di google search (sesuai negara pembuat kontes pastinya). Tapi adakalanya lomba seo kontes pun melihat isi dan kualitas dari hasil review (ulasan), maka belum tentu yang berada diundakan pertama itu adalah pemenangnya. Penulis paling tidak memiliki refferensi pembanding, hingga hasil reviewnya tidak seperti dongeng.

Dari semua itu, tidak ada salahnya penulis reveiw pemula mengikuti lomba semacam seo kontes, atau sungguh-sungguh melakukan review suatu produk dengan objektif. Hanya memerlukan data komplit pada produk yang direview, mulai dari fungsi hingga isi nya yang berupa spesifikasi, alasan-alasannya, kemampuannya, daya tahannya, kekuatan dan lain sebagainya. Atau mudahnya gunakan saja analisa SWOT pada saat melakukan review hanya bermodalkan data-data produk tanpa harus berhadapan atau memiliki produk yang akan direview. Jadi, bagaimana melakukan review tanpa produk bisa dilakukan dan hasil reviewnya pun akan berkualitas bila telah ada produk seri terdahulu atau produk pembanding lainnya yang sejenis. Terima kasih, semoga berguna (Artikel Kiriman)

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!