Searching...
Kamis, 11 April 2013

Raffi Ahmad BIsa Bebas Dari Hukum


Raffi Ahmad Masih Bisa Bebas dari Hukum
Kasus Raffi Ahmad yang mempopulerkan tanaman khat dengan kandungan zat methylon ketika diperiksa tim dokter BNN, sepertinya mendekati proses peradilan semakin seru. Melihat geliat dan kegigihan kuasa hukum Raffi, nampaknya masih ada celah bagi Raffi Ahmad bebas dari hukum. Seperti beberapa waktu lalu, dimana kuasa hukum Raffi melaporkan tim dokter BNN ke Komisi Kode Etik Kedokteran (KKEK). Kelihatannya memang akan seru proses pengadilan Raffi Ahmad nantinya.

Langkah melaporkan tim dokter BNN bisa jadi merupakan langkah berikut setelah gagal di praperadilan beberapa waktu lalu. Pelaporan yang dilakukan oleh kuasa hukum Raffi adalah untuk mencari pembuktian, jika tim dokter BNN salah melakukan pemeriksaan kepada Raffi waktu itu. Lainnya mungkin disebabkan oleh keputusan tim dokter BNN dipertanyakan ketika terjadi pembantaran Raffi oleh pihak BNN, padahal Raffi dalam keadaan sehat dan segar bugar.

Melihat semangat kuasa hukum Raffi rasanya patut acung jempol, segala sisi dicari untuk melepaskan Raffi dari jerat hukum yang disangkakan. Entah semangat itu karena Raffi itu terkenal atau memang untuk keadilan, tapi mudah-mudahan demi keadilan. Kasus Raffi ini dibilang berat ya berat, dibilang ringan ya ringan dan itu tergantung cara melihatnya. Berbeda dengan kasus para artis terlibat kasus narkoba terdahulu, sepertinya tidak terlalu sejoss kasus Raffi Ahmad di media massa. Berita muncul ketika penangkapan sang artis atau orang terkenal kemudian lenyap. Disinilah uniknya kasus Raffi Ahmad, dari awal hingga kini dan nanti mungkin akan menjadi sorotan hangat.

Menurut saya baru kasus Raffi lah artis terlibat narkoba yang mendapat pembelaan setengah ngotot, mulai dari pengajuan penangguhan, praperadilan, pengajuan Hakim praperadilan ke KY dan perlaporan dokter BNN ke KKEK. Secara tidak langsung dari pemberitaan dukungan fans dan kuasa hukum Raffi dimedia terkesan tidak percaya dan menyalahkan pihak BNN. Mulai dari zat methylon yang belum termasuk dalam undang-undang narkotika, kesangsian proses pemeriksaan tim dokter BNN, hingga tanda tanya pada barang bukti yang didapat oleh BNN itu milik Raffi. Ribet, semua kemungkinan dan perkiraan bisa saja terjadi pada kasus Raffi.

Kuasa hukum Raffi Ahmad memang selayaknya berusaha sekuat tenaga dari sisi kiri atau kanan, atas atau bawah mencari pembuktian yang meringankan Raffi.  Bukan main-main pasal yang diberikan pada Raffi,sebagai tersangka, yaitu dikenakan pasal berlapis Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dia dikenakan pasal 111 ayat 1, 112 ayat 1, 132, 133 jun to pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Bisa dibayangkan bila Raffi terbukti bersalah, bisa mengancam masa depan Raffi. Untuk itulah kuasa hukum Raffi Ahmad begitu gigih jelang proses peradilan Raffi Ahmad.

Menurut saya sih bila Raffi nanti dinyatakan bersalah hukumannya tidak seperti yang dibayangkan, apalagi melihat pasal berlapis yang dikenai Raffi sebagai tersangka. Ini Indonesia! Semua bisa berbalik, salah jadi benar, benar jadi salah. Koruptor dihukum ringan, maling semangka merana..Namun untuk kasus Raffi ini, kelihatannya terjadi adu beken dan adu kekuatan. Apa karena yang terkena kasus itu orang top-topnya? Bukankah akibat kemelut ini yang dirugikan adalah Raffi sendiri? Ya pastinya rugi materi dan moril ada dipihak Raffi Ahmad, akibat semakin sempit ruang atau celah dari BNN yang notabene adalah salah satu badan  hukum negara ini. Kasus Raffi sepertinya menjadi perseteruan berkepanjangan antar pihak Raffi dengan BNN, bahkan mungkin bisa jadi perseteruan ini akan membuat pihak Raffi Ahmad semakin rumit.

Sebenarnya perseteruan antara pihak kuasa hukum Raffi Ahmad dengan BNN tidak perlu terjadi, karena akan membuat tembok BNN semakin tebal dan hukum semakin ditegakkan. Boleh-boleh saja bila methylon dianggap tidak akan menimbulkan masalah karena belum termasuk pada kategori narkotika dalam undang-undang, tapi kepemilikan dua linting ganja itu yang  akan memberatkan Raffi Ahmad. Dan itu akan menjadi gacoan BNN di persidangan nanti, meskipun hanya sekedar dua linting ganja. Kasus Raffi yang semakin kusut tidak hanya membuat pengguna narkoba bertepuk tangan, tapi bisa menimbulkan salah tafsir di masyarakat yang nantinya ikut-ikutan menyalahkan BNN.

Kenapa tidak pakai cara damai saja ya? Padahal Indonesia itu suka damai, yah damai saat ditilang, damai tawuran dan damai lainnya. Saya yakin bila berdamai dan adem ayem tanpa teriakan dan kengototan, kasus Raffi Ahmad tidak ruwet seperti sekarang ini. Wong korupsi puluhan miliyar aja hanya 4,5 tahun, jadi kasus Raffi pasti lebih ringan atau jika pun terbukti bersalah asal nurut dan 'mengerti' bisa jadi hukumannya akan selesai sebatas di rehabilitasi dan tidak masuk sel. Namun, sepertinya kasus Raffi jadi lebih panjang dari kasus narkoba artis lain sebelumnya. Tapi tunggu dulu, masih ada celah untuk kebebasan Raffi dan barangkali sudah dipikirkan oleh tim kuasa hukum. Bagaimana caranya agar Raffi bebas dari hukum, meskipun ada dua linting ganja sebagai barnag bukti?

Seperti film detektif jaman dulu, kelihatannya ada dua kemungkinan yang bisa membebaskan Raffi dari hukum. Maksudnya hukum pada kepemilikan dua linting ganja itu. Maaf sebelumnya, cara ini sah dan legal, karena jauh dari unsur korupsi (gratifikasi). Tidak pakai suap ke dokter yang akan diperiksa oleh KKEK, dan tanpa perlu melakukan suap pada pihak BNN. Bisa dipastikan Raffi Ahmad akan bebas dari hukum dipersidangan nanti.

Pertama adalah mencari bukti pemilik dua linting ganja itu bukan Raffi Ahmad, karena kepemilikan dua linting ganja ini lah yang paling berat. Bukti itu bisa saja dari CCTVuntuk bisa diperlihatkan didepan pengadilan nanti bila ganja itu diletakan oleh petugas BNN dan bukan milik Raffi Ahmad. Bila bukti rekayasa itu didapat, bisa dipastikan pihak BNN akan kena batunya dan Raffi Ahmad itu benar-benar korban rekayasa. Kedua ini sedikit rahasia dan tertutup, karena hal ini hanya bisa dilakukan oleh kuasa hukum dan pihak keluarga Raffi Ahmad. Apa cara rahasia itu? 

Begini, bisikan salah satu dari ketujuh orang yang ikut tertangkap untuk mengakui kepemilikan dua linting ganja itu dengan kompensasi 'sekian-sekian'. Nah untuk bisikan itu bukan suap, karena yang dibisiki itu bukan pajabat publik atau penyelenggara negara. Jadi sah-sah saja bila dilakukan bisikan berkompensasi. Kompensasi bisikan tidak akan mahal dibanding saat ini, seharunya dari awal sudah dilakukan meski belum terlambat bila dilakukan jelang sidang kasus Raffi Ahmad nantinya. Masa sih teman-temannya itu tidak bersedia berkorban demi Raffi dan kompensasi? Ah, bohong saja bila tidak mau menolong Raffi. Mereka itu berarti tidak setia dan tidak seperti yang diucapkan oleh kuasa hukum Raffi bahwa Raffi itu milik masyarakat Indonesia. Temannya saja tidak mau membela, gimana masyarakat yang di papua? 

Bila dua langkah diatas gagal, masih ada satu langkah lagi agar Raffi Ahmad bebas dari hukum, yaitu ikuti persidangan dengan baik, melakukan pembelaan seadaanya dan menjalani hukuman yang divoniskan hakim dengan berkelakuan baik, baru setelah itu bebas. Benarkan, setelah menjalani seruluh hukuman status Raffi Ahmad jadi bebas dari hukum? Apa sih yang tidak bisa di Indonesia ini, semua bisa, dan mungkin hukuman Raffi susdah habis di pembataran. Saat vonis dibacakan ya sudah bebas. Semoga saja!

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!