Searching...
Sabtu, 20 April 2013

Jalan Mundur Sikapi Kisruh UN SLTA 2013


Menteri Pendidikan Jalan Mundur Sikapi UN 2013
Jalan mundur sikapi kisruh UN SLTA 2013 adalah ketika menteri Pendidikan, M. Nuh menjawab pertanyaan awak media di beberapa kesempatan dengan guyonan sambil melangkah mundur. Apakah sikap tersebut adalah gaya humor pak menteri atau memang mencerminkan kemunduran bila melihat kisruh UN SLTA 2013 dibeberapa daerah di Indonesia?

Melihat gaya pak menteri seperti itu, sepertinya jawaban menteri pendidikan terkesan berlebihan dan emosional dalam menjawab pertanyaan para wartawan dengan memperlihatkan jalan mundur sebagai jawaban. Itu menandakan pak menteri seperti menganggap remeh dalam menanggapi persoalan kisruh UN SLTA yang terjadi di Indonesia. Bagaimana bisa seorang menteri masih sempat bergurau dalam menyikapi persoalan serius pada persoalan UN SLTA 2013 ?

Sikap menteri pendidikan dengan berjalan mundur itu bisa menimbulkan banyak presepsi masyarakat, bahkan parahnya persoalan kisruh UN 2013 seperti persoalan enteng dan cukup dijawab dengan guyonan ala berjalan mundur pak menteri. Sikap dan gaya berjalan mundur memang tidak berpengaruh bagi kita-kita yang tidak terkait dengan UN 2013 itu, tetapi bagaimana dengan adik-adik dan teman-teman yang mengalami kekisruhan? Meski sekedar jawaban, pak menteri sepertinya tidak serius dalam memandang persoalan keterlambatan UN 2013 di beberapa daerah di Indonesia.

Salahkah para awak media bertanya dengan kata 'mundur' pada pak Menteri pada kasus keterlambatan dan kekisruhan UN SLTA 2013? Jawaban saya pribadi adalah tidak salah dan wajar saja. Menurut saya para awak media itu lebih perduli dan serius dibanding pak menteri dalam menyikapi keterlambatan dan kisruh UN 2013 di beberapa wilayah di Indonesia. Seharusnya pak menteri tidak membuat lelucon genit gaya srimulat, karena persoalan keterlambatan dan kisruh itu persoalan serius atau bahkan persoalan anak bangsa sebagai generasi penerus.

Maaf pak menteri, gaya bapak itu seperti dipaksakan dan kurang natural atau jangan-jangan gaya mundur itu hanya meniru trend memasyarakat ala Jokowi. Sepengetahuan saya, menteri pendidikan, M. Nuh adalah orang serius tidak pernah ngelawak. Nah, ketika sekali membuat guyon ya pasti terasa hambar dan aneh. Harusnya ketika itu pak menteri cukup menjawab sesuai substansi pertanyaan, jangan ditambah dengan bumbu salah resep dengan berjalan mundur. Menurut saya, gaya humor jalan mundur menteri pendidikan tidak perlu dipertontonkan kepada masyarakat. 

Semua tahu negara ini rentan kacau atau dikacau dan apalagi didekat-dekat pemilu legislatif atau pilpres 2014. Semua serba mungkin dan apapun momennya bisa dijadikan sasaran empuk saling menjatuhkan. Nah, sikap pak menteri harusnya calm down dan bukan dengan melangkah mundur, hingga tidak menjadi bahan melemahkan kebijakan lain yang akan dibuat. Kalau menteri pendidikan dalam menyikapi persoalan keterlambatan dan kisruh UN SLTA 2013 dengan gaya seperti itu, bagaimana dengan peserta UN SLTA 2013 yang menjadi korban keterlambatan dan kekisruhan? Lalu bagaimana dengan rencana kurikulum baru 2013 yang akan diterapkan itu isinya serius akan memajukan anak bangsa atau berisi lawakan seperti jalan mundur? 

Untuk pak menteri dan yang tidak ikut UN 2013 tidak masalah, tapi bagaimana bagi mereka? Bagaimana dengan mereka yang menjadi korban keterlambatan? Bagaimana nasib anak bangsa ini, bila persoalan keterlambatan dan kisruh UN SLTA 2013 itu dipandang enteng dengan gaya pak menteri itu? Tidak patutlah seorang menteri emosional dalam menyikapi pertanyaan para awak media tentang persoalan serius dengan gaya mundur lebay.

Beberapa hari ini saya merasa prihatin melihat kejadian keterlambatan UN SLTA 2013, karena hasil UN itu akan berpengaruh pada nasib mereka selanjutnya diterima atau tidak di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).Nah dalam kondisi kisruh, bagaimana mungkin hasil maksimal akan diraih oleh anak bangsa yang mengalami keterlambatan dan kisruh UN SLTA 2013? Lalu, lebih gemas dan kesal ketika melihat gaya guyon yang dipaksakan oleh menteri pendidikan dengan gaya berjalan mundur dan jawaban-jawaban ala bajaj khas pemimpin negeri dongeng jaman dulu, yaitu tidak pernah mau disalahkan apalagi mau mundur.

Menurut saya pak menteri semestinya menyikapi persoalan ini tidak dengan gaya srimulat gagal. Herannya permasalahan kisruh UN SLTA 2013 itu tidak dianggap suatu kesalahan, sebelum bapak Presiden meminta pihak TNI dan POLRI untuk memberikan bantuannya. Dan memang pada akhirnya piihak Bareskrim Polri memeriksa pihak percetakan yang meyebabkan keterlambatan dan kisruh UN 2013. Kenapa hal ini tidak berani dijawab oleh menteri pendidikan? Bukankah tender dan sebagainya tentang soal-soal UN itu ada dibawah naungannya? Waduh, gimana nih sebenarnya menteri pendidikan yang sekarang ini?
"Menteri itu politik appointment dan asignment kembali ke appointmen, saya orang yang tidak bertanggung jawab dalam posisi itu, saya hanya laporkan dan melaksanakan amanah, kalau saya diberhentikan, yang menilai yang pemberi amanah, saya siap mundur. Saya posisi kerjakan amanah tanggung jawab, saya tidak dipilih rakyat tapi saya dipilih presiden," (sumber)
Diakhir tulisan ini, saya berharap apapun gocekan dan tujuan dari pembuat kisruh tidak mempengaruhi hasil dan tidak membuat down dari peserta UN SLTA 2013. Biarlah mereka pengolah bola kebijakan bermain sepuas-puasnya, biarlah mereka menikmati kisruh UN SLTA 2013 diatas penderitaan peserta UN yang sebenarnya. Saya sangat berharap 2104 mendatang dan dengan pemimpin bangsa yang baru, tidak ada lagi permasalahan menyengsarakan rakyat seperti kisruh UN dari tahun ke tahun.. Beginilah nasib pendidikan nasional saat ini, selalu gonta-ganti aturan dan kisruh!
-->

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!