Searching...
Senin, 08 April 2013

Jadi Jenius Dalam Satu Langkah Mudah


Victor Serebriakoff
Ini kisah Victor Serebriakoff (17 October 1912 – 1 January 2000) dari orang tolol yang jadi jenius dalam satu langkah mudah. Ketika itu Serebriakoff berusia sekitar lima belas tahun, kemudian gurunya mengatkan kepadanya bahwa dirinya tidak akan mampu menyelesaikan pendidikannya di sekolah dan disarankan sebaiknya tidak melanjutkan sekolah. Tidak hanya itu saja, Victor dianjurkan untuk lebih baiknya mempelajari pelajaran keterampilan.

Victor Serebriakoff menuruti nasehat gurunya itu dan selama 17 tahun menjadi pengembara dengan melakukan pekerjaan serabutan. Saat itu dirinya benar-benar percaya dan merasa jadi orang tolol dan selama 17 tahun itu pula dirinya bertindak selaku orang tolol.namun setelah berusia 32 tahun, terjadi perubahan yang menakjubkan. Sebuah evaluasi mengungkapkan, bahwa dia memiliki kemampuan berpikir jneius dengan IQ 161. Bagaimana itu bisa terjadi? Ternyata hal itu adalah benar, karena Victor Serebriakoff mulai berubah dengan berlaku sebagai seorang yang jenius. 

Sejak saat itu dida menulis buku, mendapatkan sejumlah hak paten dan menjadi pengusaha yang sukses. Mungkin peristiwa paling berkesan dari Victor serebriakoff yang bekas jebolan (drop out) sekolah itu adalah terpilihnya Victor Serebriakoff sebagai ketua International Mensa Society. Asosiasi ini hanya dihuni oleh sekelompok orang yang memiliki IQ minimal 140, bukan main dan bisa dibilang kumpulan orang jenius.

Kisah Victor Seribriakoff membuat saya bertanya-tanya, berapa banyak sebenarnya orang seperti itu dan saat ini sedang pengembara dengan berlaku sebagai orang tolol? Pasti banyak sekali dan mereka itu belum menyadari dirinya adalah termasuk orang jenius. Kenapa hal itu terjadi, karena banyak orang mengatakan kepada si pengembara itu bahwa mereka itu tidak mampau atau tidak terlalu pintar.

Jelas sekali VIctor Serebriakoff tidak tiba-tiba menjadi orang jenius dengan pengetahuan yang begitu banyak diperolehnya. Dia hanya memperoleh keyakinan tambahan dalam jumlah yang besar dan banyak sekali. Akibatnya lambat laun dirinya menyadari bahwa dirinya menjadi lebih efektif dan lebih produktif, setelah Victor melihat dirinya dari sisi berbeda dan tidak lagi merasa menjadi orang tolol seperti apa yang dikatakan gurunya waktu itu. Akibatnya Victor melakukan sesuatu dan bertindak dengan cara berbeda dan tidak bertindak sebagai orang tolol, tapi bertindak selaku orang jenius. Victor Serebriakoff mulai bertindak, mengharapkan dan mendapatkan hasil yang berbeda, yaitu sebagai orang yang berlaku jenius.

Apa yang bisa dipetik dan dicontoh dari kisah Victor? Dimana letak mudahnya merubah diri dari orang tolo jadi orang jenius? Menurut saya ada dua point penting yang ada dikisah VIctor ini, yaitu pertama salamaa 17 tahun VIctor mempercayai dan memasukan pengaruh ucapan gurunya bahwa  dirinya adalah benar-benar tolol. Parah memang selama itu Victor terbuai memnjadi orang tolol, sehingga tingkah lakunya pun sudah bisa dipastikan menjadi tolol pula. Lalu, ketika ternyata dalam suatu test IQ dan dirinya itu adalah termasuk orang jenius, disitulah tingkat kesadaran Victor bekerja dan langsung menanggapi dengan positif bahwa dirinya memiliki IQ 161 dengan kategori orang jenius. Setelah itu Victor memiliki pandangan berbeda dan tidak lagi berpandangan sebagai orang tolol, melainkan sebagai orang jenius. Jadi apapun yang dilakukan Victor setelah mengetahui dirinya adalah orang jenius, maka Victor bertindak dan berlaku sebagai orang jenius. jadi wajarlah bila kemudian terjadi peningkatan perubahan drastis pada diri Victor, mulai dari pola berpikir, kehidupan sosial dan ekonomi.

Jadi kesimpulannya, lebih baik kita tidak begitu saja menerima apabila ada kata-kata atau hal buruk yang dikenai kepada diri kita. Boleh saja dipikirkan untuk introspeksi, tetapi jangan sampai merubah tingkah laku kita seperti layaknya sebutan orang tolol dari orang lain kepada kita. Saya yakin, apapun yang kita lakukan dengan terpengaruh sebagai orang tolol tidak akan membuat perubahan dibanding kita berpikir, bahwa kita adalah bukan orang tolol atau bagusnya kita berlaku sebagai orang baik, atau pintar bila tidak mau dikatakan sebagai orang jeniius.

Pastinya, apapun yang dilakukan oleh orang yang menggunakan pikirannya secara positif dan dengan pengaruh positif akan menghasilkan suatu yang baik. Coba saja kita berpikir tidak naik kelas atau tidak lulus ujian, tidak punya uang atau miskin seumur-umur, sudah pasti tidak akan jauh berbeda apa yang dibayangkan itu dengan hasil yang didapat. Jangan salah, terlalu banyak berpikir tidak lulus bukan berarti akan semakin rajin belajar, tapi malah sebaliknya jadi malas karena hasilnya sudah tahu yaitu tidak lulus. Begitu juga dengan istilah miskin, pasti miskinlah orang yang selalu merasa dirinya itu miskin. Dengan berpikir negatif, kita secara tidak sadar telah membangun tindakan dan perbuatan yang menghancurkan dan itu akan didukung oleh alam bawah sadar secara tidak disadari. Orang yang memiliki pikiran dan berpikir positif akan jauh lebih sukses dan maju dibanding orang yang selalu merasa tidak mampu, merasa mmiskin dan merasa tolol. Bayangkan saja kita adalah orang yang mampu, kaya dan jenius, sehingga kita bertindak-tanduk tidak seperti orang tolol atau orang yang tidak mampu. 

Perkataan, harapan baik itu adalah doa dan motivasi yang membangun, dibanding putus asa, merasa bodoh dan tidak memiliki kepercayaan diri untuk lebih baik. Mudah-midahan kisah Victor Seribriakoff bisa menjadi inspirasi, meskipun hanya kisah sederhana yaitu baru menyadari dirinya bukanlah orang tolol setelah sekian tahun lamanya dan kemudian berubah menjadi jenius dalam perbuatannya, tindakannya dan sebagainya dikemudian hari. Hanya satu langkah sederhana yang dilakuakn oleh Victor Serebriakoff, yaitu berubah dari cara berlaku orang tolol menjadi cara berlaku orang jenius. (ZigZiglar)

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!