Searching...
Senin, 22 April 2013

Kisruh UN 2013 Kisah Memalukan Bangsa Indonesia


Kisruh UN 2013 Kisah Memalukan Bangsa Indonesia
Kisruh UN 2013 adalah merupakan satu dari sekian  kisah memalukan bangsa Indonesia dan salah satu contoh nyata begitu buruknya kebijakan dalam dunia pendidikan. Berdasarkan informasi di beberapa berita terutama ketika acara delik di salah satu televisi mengatakan, bahwa beberapa paket tender percetakan UN 2013 tingkat SMA sederajat dimenangkan oleh perusahan percetakan yang tidak lolos kualifikasinya dan dengan harga yang lebih tinggi dari lainnya". Ada apa sebenarnya negeri ini? Apa jadinya generasi penerus bangsa ini, bila semua hal yang dipertontonkan adalah kekacauan?

Kebijakan macam apa bila tender bertaraf nasional dimenangkan oleh perusahaan yang tidak qualified, siapa tikus yang mendalangi kekacauan UN 2013 tersebut? Peristiwa ini sangat memalukan bagi bangsa Indonesia. Kekacauan UN 2013 jelas-jelas bukan kesalahan biasa, tapi lebih dari luar biasa. Niat untuk mencegah terjadinya kecurangan seperti "jauh panggang dari api" dan mungkin lebih tepat bisa disebut "besar pasak daripada tiang". Bila melihat dari kaca mata kuda, mungkin UN 2013 SMA sederajat di Indonesia bebas dari kecurangan akibat kekisruhan yang terjadi.

Kesalahan bukan pada Ujian Negara dan tidak perlu juga Ujian Negara itu dihilangkan, tapi sistemlah yang harus diperbaiki. Sistem itu tentu terutama pada para pembuat kebijakan dan para tikus-tikusnya, karena merekalah penyebab perusahaan unqualified dapat memenangkan tender project sepenting Ujian Nasional. Kisruh UN 2013 sangat parah, alasan kanan kiri, jalan mundur dan sebagainya dibuat, ujung-ujungnya itu semua akibat ulah tikus tender di Kemendiknas sendiri. Hancur Indonesia hanya karena mereka yang disebut tikus tender. Salah PT. Ghalia pun sebenarnya tidak 100%, mungkin keterlambatan akibat potongan dana plus-plusnya berlebihan dan menganggu kinerja percetakan. Semua serba mungkin!.

Kisruh UN 2013 merupakan skandal korupsi bodoh yang sangat terbuka dimata masyarakat Indonesia, meski nilainya masih jauh dari skandal bank century atau kasus korupsi Hambalang. Aroma korupsi kental  melihat kisruh UN 2013 dan pasti akan terbukti, bila memang penegak hukum di Indonesia benar-benar ingin Indonesia ini bersih dan menjadi lebih baik. Satu hal lagi yang tidak bisa dipungkiri adalah kebocoran keuangan negara ini umumnya disebabkan pada pengadaan barang atau jasa melalui tender dan dilakukan oleh tikus tender. Bohong, bila pemenang tender murni tidak mengeluarkan uang pelicin, sabun atau istilah uang entertainment, serta nama sebutan lainnya. Memalukan!

Bila kisruh UN 2013 dikatakan bukan karena korupsi atau ulah dari tikus-tikus tender, jawaban itu adalah sekedar bela diri. Apalagi mengatakan ini disebabkan oleh kesalahan di A atau B dalam melakukan percetakan atau pendistribusian. Menurut saya ganjil sekali alasan-alasan yang dikemukakan, terutama oleh sang menteri yang terlalu terlalu berlebihan mengatakan kesalahan adalah pada percetakan. Parah sekali bila anak bangsa, generasi penerus bangsa harus dikorbankan demi perut gendut tikus-tikus tender.

Menurut saya, tikus-tikus tender ini tidak hanya pada kasus UN 2013, tapi buanyak (saking banyaknya) dan tersebar di seluruh negeri ini. Semua hanya sandiwara, bila tender di Indonesia dimenangkan murni berdasarkan kualifikasi, kredibiltas, track record dan harga bersaing. Istilah "ada uang abang kusayang, tak ada uang abang kutendang' atau mungkin istilah lain berlaku dalam sistim tender "tak kenal maka tak sayang".  Hanya sapi bisa menggonggong bila mengatakan proses tender percetakan UN 2013 tidak ada "tanda kutip"dan bohong besarlah bila pemengang tender itu dimenangkan oleh perusahan berkualifikasi secara murni. Memalukan!.

Bagaimana Indonesia bersih dari korupsi, bila dunia pendidikan saja diembat, digasak, dipreteli juga? Kalau kata penggalan lagu dangdut, "teganya...teganya" tikus tender di Indonesia ini, lalu pertanyaannya adalah apakah hal tersebut sudah menjadi kebiasaan atau apa? Jangan salah, kisruh UN 2013 berdampak buruk pada psikologis anak, mungkin secara tidak langsung memberikan pendidikan pada generasi penerus untuk jadi koruptor (tikus tender) yang lebih ahli dari tikus tender saat ini. Wah, kelihatannya tulisan ini dipenuhi rasa dongkol, kesal dan benci sekali dengan tikus' Secantik apapun dan serapi apapun, korupsi pasti terbongkar juga!

Astagfirullah...jadi ingat kata ustad Solmed," kata siapa?" Lalu dijawab, kata ustad Solmed . Kalau begitu siapa yang bertanggung jawab dengan kisruh UN 2013 yang akan menjadi kisa memalukan di Indonesia ini? Masa harus tanya dulu ke Ustad Solmed, bukannya ada Presiden, menteri, Gubernur, walikota, bupati, hingga pak RT? Masa masyarakat harus berbondong-bondong menyaksikan dan menjaga setiap proses tender yang menggunakan keuangan negara, agar tidak digerogoti tikus tender? Repot dong! Lalu kemana lagi harus bertanya, mungkinkah bertanya pada rumput yang bergoyang tentang penyebab kisruh UN 2013? Terlalu dan memalukan! Kisruh UN 2013 bukan saja menimbulkan kerugian keunagan, tapi kerugian moril anak bangsa serta sangat memalukan. Semoga tidak ada lagi mdoel kebijakan ngawur seperti itu ditahun mendatang.
P4NJAZKGX8HW

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!