Searching...
Selasa, 26 Maret 2013

Wawancara Eksklusif Yulianis Terkesan 'Singit'



Wawancara Yulianis Terkesan Singit
Beberapa kali melihat tayangan wawancara eksklusif Yulianis yang dipandu oleh Michael Tjandra, lama-kelamaan terdengar hambar, ngalor ngidul dan kurang mengena sebagai klarifikasi. Bahkan, bisa dibilang cara Yulianis menjawab setiap pertanyaan dari presenter Michael Tjandra terkesan seperti sebuah jawaban singit.  Inti dari wawancara yang sebenarnya adalah klarifikasi dari keterangan menghebohkan dan melibatkan nama Ibas oleh Yulianis berubah menjadi ajang pelampiasan dan memojokkan mantan bosnya di permai grup yang saat ini telah menjadi terpidana kasus korupsi.

Wawancara eksklusif Yulianis ditayangkan beberapa waktu lalu di televisi secara berturut-turut itu jadi kurang menarik dan  singit. Saya lihat demikian, apalagi bila melihat raut wajah Michael Tjandra yang selalu 'tersenyum'. Memperhatikan dan menunggu klarifikasi yang sesungguhnya dari wawancara eksklusif tersebut, tapi kenapa jawaban-jawaban Yulianis selalu kanan kiri, ngalor-ngidul dan singit. Wawancara tersebut bahkan mengarah pada pelampiasan dendam kesumat, karena selalu menyebut nama mantan bosnya Nazaruddin yang telah mendapatkan hukuman tambahan di tingkat banding.

Yulianis sepertinya mempromosikan dirinya itu polos, lugu dan tidak tahu apa-apa. Namun bila melihat saat wawancara tersebut Yulianis tidaklah polos, lugu dan tidak tahu apa-apa. Saat itu Yulianis bisa menyebutkan hal yang tidak pernah disebutkan oleh pihak manapaun termasuk KPK, yaitu: "Banyak, Pak Nazar cuma Rp.6 triliun, masih ada Rp. 1.000 triliun lagi di APBN. Jadi yang lebih besar dari Pak Nazar juga banyak. Yang terjepit seperti saya pasti banyak," ujar Yulianis.(sumber). Hal singit lainnya lebih banyak lagi saat wawancara eksklusif saat itu dan klarifikasi yang diutarakan hanya sekali, yaitu, sebagai berikut:
"Yang perlu media tanya ke saya kenapa catatan ada dua ada 900 dan 200. Yang benar itu 200, 900 siapa yang menyebarkan kenapa itu disebarkan itu yang harusnya diperiksa, 200 itu saya sudah bicara di depan hakim di pengadilan." (sumber) 
Kesan kepalsuan perkataan Yuliainis adalah ketika menjawab pertanyaan mengenai ada tidaknya pihak yang memanfaatkan dirinya. Yulianis menjawab,"Pasti ada yang manfaatkan saya, pasti politisilah yang manfaatkan suasana kekeruhan politik Indonesia sekarang, saya tidak berprasangka ke siapa-siapa," kata Yulianis saat wawancara eksklusif RCTI yang dibawakan presenter Michael Tjandra, (Sabtu(23/3/2013). Mengherankan bila setelah menyatakan saya ini orang biasa dan tidak tahu apa-apa, kemudian bisa menjawab pasti ada yang memanfaatkan dirinya. Seharusnya cukup dengan jawaban, "saya tidak tahu atau mudah-mudahan tidak ada."

Ibarat permainan layang-layang, Yulianis itu layang-layang singit dan selalu berputar-putar tidak bisa manteng. Itu semua jelas terlihat dari wawancara eksklusif Yulianis, dimana lebih banyak memojokkan nama Nazaruddin dalam setiap jawabannya. Yulianis bukan pemain sinetron yang jago, masih abal-abal karena tidak berani bicara dalam keadaan wajah terbuka seperti kesehariannya. Loh, kenapa saya bisa katakan jika keseharian Yulianis itu tidak menggunakan cadar? Itu bisa dilihat kembali ketika sidang kasus korupsi Wisma Atlit yang melibatkan mantan bosnya, Nazaruddin (25 Januari 2012). Saat itu, Yulianis hanya mau dibuka cadarnya di hadapan Nazar saja dan itu pun dilakukan diruang tertutup. Bukankah itu berarti bukti Yulianis tidak mengenakan cadar sebelum kasus wisma atlit mencuat atau mungkin juga tidak 'berjilbab'?

Banyak jawaban-jawaban dari Yulianis yang membuat jidat  berkerut, karena kemudian dia bersemangat menghimbau kepada masyarakat untuk berani mengungkapkan kebenaran dan ikut membasmi korupsi. Padahal pada sidang kasus wisma atlit ketika Nazaruddin menjadi tersangka, Yulianis tidak mengakui bahwa dirinya mengenal istri Anas Urbaningrum dan juga tidak mengakui rumah yang diberikan oleh Anas urbaningrum. Lalu kemudian pada akhirnya Nazaruddin yang sudah kepalang basah itu bisa memberikan bukti foto Yulianis mengenal Anas pada tahun 2008 dan juga bukti bahwa rumah itu bukan rumah kontrakan, melainkan rumahnya yang diberikan oleh Anas. Jadi jelas sekali Yulianis itu bukan jenis orang jujur, karena akhirnya apa yang disangkalnya itu ternyata terbukti. Bagaimana tiba-tiba jadi anti korupsi, jika dirinya diam saja melihat kegiatan korup hingga tahun 2011 dan baru kemudian berteriak-teriak setelah sang bos tertangkap dan mendadak Islami.

Kalau Yulianis dikatakan orang pintar tidak juga, menurut saya Angie lebih canggih dalam mempertahankan pendapatnya dan tidak mudah dibuktikan karena memang lebih pintar. Yulianis lari dan menyembunyikan kepalsuannya dibalik jilbab dan cadar yang melukiskan kesucian dan mendadak Islami serta menonjolkan lugu. Padahal kenyataan yang terjadi dari wawancara eksklusif tersebut, jawaban dan ungkapan yang diutarakan Yulianis adalah bahasa tubuh penuh kebohongan. Saya yakin, bila Yulianis itu benar dan tidak mengundang tanda tanya karena pura-pura polos atau bodoh, Michael Tjandra tidak akan selalu tertawa saat menanggapi jawaban-jawaban Yulianis. Cara Michael Tjandra mengganggapi jawaban Yulianis seperti menyimpan sesuatu, entah apa itu karena selalu tertawa dan tidak serius seperti ketika mewancarai miss Univer 2012 beberapa waktu lalu.

Apa yang bisa diambil dari hasil wawancara eksklusif antara Michael Tjandra dengan Yulianis? Menurut saya pribadi tidak ada klarifikasi penting dari pernyataan dan jawaban Yulianis yang tidak nyambung, karena dari setiap jawaban Yulianis selalu dikembalikan kepada  Nazaruddin. Seharusnya cukup menjawab pertanyaan sesuai tujuan wawancara eksklusif itu tanpa melebar kekanan dan kekiri. Bila diprosentasekan, klarifikasi yang dilakukan oleh Yulianis hanya berkisar 10%, sedangkan 90% adalah bahasa kebencian, dendam kesumat pada Nazaruddin dan kebohongan Yulianis. Yulianis yang menyatakan Ibas ada dalam catatan penerima uang dari grup Permai, tapi kenapa jadi Nazaruddin yang lagi-lagi dijadikan bantalan sampai tidaknya uang tersebut.dan kuli tinta dituding membelokkan penjelasannya? Duh, Yulianis..Yulianis!

Satu hal yang bisa dilihat juga adalah setiap jawaban Yulianis sepertinya mengadu domba antara Nazaruddin dengan Ibas, bila benar entah apa motivasinya. Dari sisi lain, acara wawancara eksklusif itu terkesan seperti kereta yang bermuatan politis, karena sebenarnya cukup sekali dua saja ditayangkan dan kemudian biarkan pihak berwenang melanjutkan pembuktian dari apa yang diungkapkan oleh Yulianis.

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!