Searching...
Jumat, 15 Maret 2013

Benarkah Modifikasi Luxio Penyebab Timbulnya Korban?


modifikasi luxio penyebab timbulnya korban jiwaBenarkah modifikasi Luxio penyebab timbulnya korban jiwa pada kecelakaan awal Januari 2013 yang melibatkan M. Rasyid Amrullah? Padahal yang dirubah hanyalah jok bagian belakang menjadi berhadap-hadapan, sehingga penumpang yang terangkut bisa lebih banyak. Bukankah di Indonesia ini banyak sekali angkutan umum yang posisi duduknya berhadap-hadapan seperti yang dikatakan oleh kuasa hukum M. Rasyid Amrullah pada sidang hari Kamis, 14 Maret 2013 kemarin?

Semua itu adalah modifikasi dan bukan diproduksi oleh pabrikan sebagai kendaraan umum yang bernama angkot. Bentuk asli dari seluruh angkot itu beragam, rata-rata adalah dalam unit mobil yang berjenis pick up. Lalu, dari jenis pick up dibangun hingga menjadi mobil jenis angkot itu di pabrikan body atau karoseri. Kapasitas dari angkot bahkan lebih banyak dari aslinya bila mobil itu dibuat menjadi mobil minibus oleh pabrikan, yaitu 6 + 4 + 2 + Supir + bangku tempel (2).  

Kalau memang benar isi pledoi kuasa hukum Rasyid, berarti berapa puluh ribu angkot dan berapa ratus ribu orang akan mengalami kecelakaan? Bukankan semua angkot itu tidak ada dalam database sebagai jenis produk yang dikhususkan sebagai angkot oleh beberapa produsen pemegang merek? Dimensi panjang mobil yang dimodifikasi menjadi angkot pun lebih panjang dibanding ukuran mobil aslinya, kurang lebih berkisar 30 cm lebih panjang. Dan angkot itu telah mendapat persetujuan serta ijin dari departemen perhubungan dan laik jalan, karena ada rutinitas uji kelaikan setiap 6 bulan sekali. Coba bayangkan bila luxio itu adalah angkot! Saya yakin korban bukan lagi 2 orang seperti yang dialami oleh Luxio diawal tahun 2013, tapi mungkin lebih parah oleh karena penumpang saling berhadapan seluruhnya. Artinya model mobil penumpang jenis angkot itu salah dan tidak boleh dioperasikan lagi, bila pledoi kuasa hukum Rasyid Amrullah diterima.

Kuasa hukum Rasyid Amrullah, Riri Purbasari Dewi mungkin tidak pernah menikmati angkutan kota, hingga pada pledoinya tentang modifikasi luxio itulah yang menjadi penyebab kecelakaan maut awal januari 2013 yang melibatkan Rasyid Amrullah. Pada pledoinya tersebut dinyatakan Rasyid Amrullah bukan sebagai penyebab timbulnya korban jiwa, melainkan modifikasi posisi bangku luxio bagian belakang menjadi berhadap-hadapan dan kelebihan kapasitaslah sebagai penyebab utamanya. Seperti yang dikutipan dari sidang lanjutan kasus kecelakaan yang melibatkan M. Rasyid Amrullah,  Kamis 14 Maret 2013 dibawah ini;
"Berdasarkan keterangan saksi ahli mengatakan jenis kendaraan Luxio tersebut diproduksi untuk kendaraan pribadi, bukan angkutan penumpang sehingga kapasitas 8 orang yang standarnya malah melebihi menjadi 11 orang," katanya.
Riri melanjutkan, saksi juga telah sengaja memodifikasi kendaraan Luxio menjadi kendaraan penumpang. Setelah modifikasi tempat duduk korban yang harusnya menghadap ke depan menjadi berhadap-hadapan sehingga apabila ada benturan dari belakang, dapat menarik penumpamg keluar dari mobil apabila pintu terbuka dan ada modifikasi sabuk pengaman di tempat duduk belakang sehingga tidak berfungsi.
Sebenarnya pledoi tersebut diatas tidak perlu diungkapkan, karena modifikasi Luxio tidak seberapa dibanding puluhan ribu mobil jenis angkot yang bersliweran di seluruh Indonesia ini. Modifikasi luxio tersebut masih wajar dan sama sekali tidak merubah bentuk, seperti halnya bakal calon mobil angkot, seluruhnya memiliki ijin rubah bentuk dari departemen perhubungan. Kecuali, luxio tersebut dimodifikasi dengan hal-hal yang bisa menimbulkan kecelakaan, yaitu seperti: pemasangan Turbo Charger, NOS System atau penggunakan mesin Wankel Engine sebagai mesin penggerak. Nah, barulah modifikasi luxio masuk akal untuk disalahkan.

Untuk pledoi mengenai kelebihan penumpang sama tidak masuk akalnya bila dimasukan sebagai alasan tidak bersalahnya Rasyid Amrullah, karena bukan hal baru dikala jam sibuk semua jenis angkutan umum di Jakarta mulai dari jenis angkot hingga bus gandeng pun akan penuh sesak melebihi kapasitas yang diijinkan. Apakah mungkin hanya dengan kelebihan muatan, berarti akan timbul korban jiwa tanpa sebab? Kelbihan muatan tidak terjadi pada satu atau dua angkutan umum di Jakarta, tapi hampir seluruhnya mengalami over load di jam-jam sibuk. Apalagi tentang duduk berhadapan ada dalam pledoi, bukannya seluruh penumpang busway duduknya saling berhadapan?

Saya tidak mengerti, apa dasar teori dari kuasa hukum Rasyid hingga menyalahkan modifikasi dan posisi duduk, serta kelebihan muatan sebagai penyebab timbulnya korban dalam kecelakaan yang melibatkan M. Rasyid Amrullah awal Januari 2013. Bukankah berarti pledoi tersebut menyalahkan sistim dan kenyataan transportasi umum yang telah ada. Mungkinkah modifikasi posisi bangku dan penambahan penumpang di Luxio tersebut adalah penyebab timbulnya korban, tanpa ditabrak oleh Rasyid Amrullah? Bila demikian halnya menurut isi pledoi kuasa hukum Rasyid Amrullah, berarti mungkin angkot, bus kota dan mungkin busway tidak patut dioperasikan. Kenapa begitu? Karena itu semua penumpang dalam posisi berhadapan dan sering kali overload di jam-jam sibuk. Kemudian hal lain yang berkaitan dengan teknis angkutan umum yang ada adalah bukan asli produk pabrikan pemegang Merek, semua itu dimodifikasi di pabrik body manufacturing yang biasa disebut karoseri. 

Isi pledoi yang kurang padat pengetahuan umumnya, seharusnya cukup permintaan maaf dan mengakui dengan rasa menyesal yang mendalam, toh keluarga korban tidak ada yang menuntut setelah diganti rugi. Alasan modifikasi Luxio sebagai penyebab timbulnya korban menunjukkan kuasa hukum Rasyid tidak pernah mengetahui bahwa ada puluhan ribu mobil yang penumpangnya itu duduk saling berhadapan dan tidak seperti dugaan mereka. Angkot-angkot yang beroperasi saat ini tidak menimbulkan korban jiwa, kecuali terjadi kecelakaan. Dan perlu diketahui pula, bahwa tidak sedikit jenis mobil angkutan kota yang juga melalui jalan tol seperti mobil luxio naas tersebut. Angkot-angkot itu berhasil mengantarkan penumpangnya dengan selamat ketempat tujuan para penumpangnya masing-masing, kecuali bila mengalami kecelakaan atau  mengalami nasib sial seperti luxio diawal tahun 2013 beberapa waktu lalu. 

Dalam sejarah hingga nanti kiamat pun, modifikasi mobil tidak akan menimbulkan korban jiwa bila tidak terjadi kecelakaan. Kecelakaan pun tidak akan terjadi, bila tidak ada penyebabnya. Kecelakaan itu terjadi hanya ada dua penyebab, yaitu human error atau technical error. Technical error penyebab kecelakaan pada mobil biasanya adalah disebabkan oleh kerusakaan atau kegagalan sistem rem, over speed dan pecah ban, sedangkan perubahan posisi bangku menjadi berhadapan belum pernah menjadi penyebab. Human error adalah penyebab dengan prosesntase terbesar dari seluruh kecelakaan yang terjadi di Indonesia ini. 

Saya percaya sekali 100%, bahwa tidak ada seorang pun menginginkan terjadinya kecelakaan seperti yang dialami oleh M. Rasyid Amrullah. Semua adalah musibah yang tidak diketahui awalnya, karena itu hanya kuasa Tuhan. Kalau hakim tidak menerima pledoi tentang modifikasi luxio sebagai penyebab timbulnya korban, lalu siapa lagi yang akan dijadikan objek sebagai penyebab timbulnya korban? Masa akan menyalahkan Tuhan yang telah menentukan takdir pada kejadian di awal Januari 2013 lalu? Kalau alasan modifikasi diterima dan dijadikan sebagai penyebab, berarti hari itu adalah hari sial bagi Luxio yang berani dan tidak tahu berurusan dengan siapa?

Kasus M. Rasyid Amrullah sebenarnya tidak perlu lagi mengkaitkan modifikasi luxio dan over load sebagai penyebab timbulnya korban jiwa pada kecelakaan waktu itu. Cukup berterus terang dan  tidak merasa benar saja pasti tidak ada masalah pada vonis yang akan dijatuhkan, karena semua korban tidak lagi menuntut, semua sudah diganti dan orang tua Rayid telah bertanggung jawab penuh pada semua korban. Itu baru namanya gentleman dan patut dicontoh. 

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!