Searching...
Sabtu, 09 Februari 2013

Tanpa Raffi, Tanaman Khat Hanyalah Teh Arab

Tanaman Khat di Populerkan Raffi Ahmad
Tanpa Raffi, tanaman khat hanyalah teh Arab dan tidak akan populer di Indonesia, mungkin dianggap seperti tanaman biasa atau semak belukar. Nama dan kandungan tanaman khat mungkin baru diketahui oleh umum setelah peristiwa penggerebekan di rumah Raffi akhir Januari 2013 lalu. Di beberapa daerah hanya mengenal tanaman Khat  atau Ghat itu adalah teh arab, seperti di daerah Cisarua Bogor atau Baturaden, Banyumas, Jateng.


Bisa dibilang tanaman khat naik daun, karena peristiwa penggerebekan mas Raffi Ahmad. Wah, daun naik daun, daun Khat jadi buah bibir atas kandungan methylone-nya. Semua mata tertuju pada tanaman yang bernama khat atau ghat. Herannya baru terdeteksi belakangan ini, jika tanaman tersebut memiliki kandungan narkoba kelas 1, yaitu methylone. Kenapa baru sekarang ya?

Padahal tanaman khat ini sebelumnya sudah berada di Indonesia sejak lama dan sudah diperjual belikan, khususnya bagi pencinta teh arab dari timur tengah. Bahkan untuk sebagian penduduk telah mendapatkan banyak keuntungan dari penenaman pohon Khat. Kemana dinas pertanian yang seharusnya telah mengetahui tanaman khat itu mengandung zat yang sangat berbahaya? Atau kemana para peneliti sumber daya hayati di Indonesia ini, bila tanaman khat baru diketahui berbahaya setelah penggerebekan Raffi oleh BNN.

Apalagi setelah pemeriksaan Raffi di BNN, sehingga terkuak zat yang bernama methylone yang dikandung oleh tanaman khat. Semua pihak, baik itu yang berwajib atau masyarakat beramai-ramai sweeping tanaman khat, karena dianggap berbahaya bagi generasi muda. Meskipun, berdasarkan pemeriksaan laboratorium dalam tubuh artis Raffi Ahmad positif mengandung zat methylone jenis narkotika golongan I. Namun zat itu bukan berasal dari tanaman khat, melainkan diproduksi secara sintetis atau campuran kimia. Pakar Farmasi-Kimia Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Mufti Djusnir mengungkapkan, methylone adalah zat turunan dari chatinone (Kapan lagi).

Acung jempol deh buat BNN yang berhasil melakukan penggerebekan diakhir  bulan Januari 2013 lalu, apalagi dalam penggerebekan itu secara kebetulan ada tokoh politiknya. Sip,..sip, harusnya begitu dari dulu, terutama untuk para bandar. Tidak mungkin bila BNN tidak ada maping penjahat sekelas kakapnya narkoba. Satu langkah menyegarkan masyarakat dengan penggerebekan narkoba di rumah Raffi, seperti selingan dari kasus korupsi dan banjir lah.

Kembali ke tanaman khat yang spontan jadi bintang, karena secara bersamaan kandungan methylone-nya terdeteksi pada Raffi yang juga bintang gemerlap. Pertanyaannya, apabila dalam pemeriksaan Raffi tidak terkandung zat methylon, berarti banyak yang tidak kenal apa dan siapa itu tanaman khat, kecuali para penanam dan warga di sekitar tempat tanaman khat ynag menyebutnya teh arab. Bukankah ini suatu kelalaian dari pihak yang harusnya mengetahui tanaman khat tanpa harus ada kasus Raffi?

Harusnya pihak yang bersinggungan dengan tanaman tanggap, apalagi tanaman khat ini sebagian sudah dibudidayakan masyarakat dan telah menghasilkan banyak keuntungan. Aneh bila pihak berwenang dibidang tanaman tidak mengetahui, bila tanaman yang menguntungkan itu berbahaya dan termasuk dalam kelas narkoba kelas 1. Dari kasus Raffi ini bisa diambil pelajaran bagi pemerintah Indonesia, karena bisa kecolongan tidak mengetahui musuh berbahaya bagi masa depan bangsa berupa zat methylone yang terkandung ditanaman khat itu.

Masa tananman khat jadi populer karena Raffi? Bukannya zat methylone bukan istilah baru, terus zat tersebut dikandung oleh tanaman khat. Herannya begitu zat methylon terdeteksi pada Raffi, model, nama dan jenis tanaman yang mengandung zat methylone ini terungkap dengan mudahnya. Ini terbukti tanaman khat sudah diketahui, tapi kenapa zat berbahaya yang dikandung tanaman khat tidak pernah disosialisasikan kepada masyarakat? Lucunya lagi tidak dicurigainya kelompok pengguna daun tanaman khat yang dikenal dengan sebutan teh arab itu umumnya dari timur tengah, aduh-aduh membingungkan sekali.

Antrara terima kasih dan tidak pada mas Raffi, zat methylone yang terkandung pada tanaman khat jadi dikenal dan populer di masyrakat Indonesia, meski sebagian orang yang telah menikmati keuntungannya akan gigit jari karena kemudian tanaman ini jadi jenis tanaman terlarang. Jujur, saya tidak yakin jika keberadaan dan berbahayanya tanaman khat itu baru diketahui saat ini. Logikanya memang mudah mencari apa sumber dari zat methylon itu, tapi tidak logis bila setelah tahu zat methylon dan refferensi sumber lantas tahu tanaman khat  sudah ada di Indonesia dan bahkan telah diperjualbelikan.

Jika memang baru sadar bila zat methylone dikandung oleh tanaman khat yang sudah lama ditanam di Indonesia dengan sebutan teh arab itu, berarti ada yang tidak beres  Atau, bila memang sudah tahu tanaman khat itu mengandung zat methylone dan ada di Indonesia, kemudian baru terungkap oleh kasus Raffi, itu lebih kacau lagi. Kemana orang-orang yang mengetahui, bahwa zat methylon itu berbahaya bila disalah gunakan? Masa Raffi harus jadi bintang iklannya dahulu, kemudian baru diteliti atau ditindak lanjuti jika tanaman khat itu berbahaya.

Diluar kasus keterlibatan penyalahgunaan narkoba oleh Raffi, Raffi telah berjasa membuka tabir tanaman khat yang mengandung methylone kepada masyarakat. Jika tidak, mungkin masyarakat tidak akan pernah mengenal dan tahu jika tanaman khat itu jenis tanaman mengandung zat methylone (narkoba golongan 1). Ini point untuk Raffi, meski dia telah melakukan suatu kesalahan. Seharusnya bukan Raffi yang mempopulerkan zat methylon tersebut, tapi BNN dan pihak-pihak terkait dengan hal tersebut yang lebih dulu memasyarakatkan zat methylone itu berbahaya, sekaligus memberitahu tanaman khatnya juga.

Okelah kalau begitu, intinya tanpa raffi, maka tidak ada yang tahu manfaat dan bahaya dari tanaman khat. Dengan Raffi, tanaman khat dan BNN saat ini jadi poupuler disela berita-berita KPK yang sedang naik daun. Semoga peristiwa Raffi menjadi bahan pembelajaran atas keteledoran atau kesengajaan yang telah membiarkan tanaman khat tumbuh. Meskipun sebenarnya, zat methylone yang terdapat dalam tubuh Raffi adalah zat methylone melalui proses kimia sintetis dan bukan murni berasal dari daun teh arab (khat).

Apapun itu, yang namannya penyalahgunaan pasti hasilnya negatif, seperti permentasi singkong jadi ciu atau anggur jadi wine. Masa tanaman singkong dan anggur harus dibakar juga?..Selamat buat BNN dan Jajarannya, semoga semakin maju dalam memerangi narkoba dan meramaikan berita bersama KPK dalam pemberantasan korupsi dan berita Gubenrur DKI Jakarta, Jokowi.

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!