Searching...
Minggu, 24 Februari 2013

Persaingan Bintang di Pilgub Jawa Barat Berakhir


Pemenang Sementara Pilgub Jawa BaratPersaingan bintang di Pilgub Jawa Barat berakhir, hasil sementara quick count beberapa lembaga survey telah mengumumkan pemenang Pilgub Jabar. Kemenangan sementara diraih oleh pasangan cagub-cawagub Aher-Demiz, disusul oleh pasangan Rieke-Teten, Dede-Lex, Irianto-Tatang, dan Dikdik-Toyib. Meskipun prosentase perolehan angka dari beberapa lembaga survey itu bervariasi, pasangan Aher-Demiz menempati posisi teratas. Salah satu hasil hitung cepat LSI dengan suara masuk telah mencapai 95.75% , pasangan Aher-Demiz unggul 33.05% disusul berturut-turut Rieke-Teten 28.02% Dede-Lex 25.15% Irianto-Tatang 11.89% Dikdik-Toyib 1.88%.

Unik dan menarik, karena di Pilgub Jabar seperti ajang kontes Pilgub. Dan ternyata memang minat masyarakat Jabar menyukai sosok popular dari para bintang dan mantan bintang dari masing-masing pasangan cagub dan cawagub yang bersaing pada pilgub Jabar 2013. Pasangan no.2 ada  Dede Yusuf yang populer sebagai aktor laga di tahun 90-an, pasangan no. 4 ada Dedi Mizwar dengan Jendral Naga Bonar dan masih aktif di dunia sineas tanah air, kemudian pasangan no.5 ada Rieke pemeran Oneng dalam sitkom Bajaj Badjuri. Alhasil di pilgub Jabar 2013 terbukti ketiga pasangan yang ada bintangnya memperoleh posisi 1, 2 dan 3.  Dua pasangan tanpa bintang ternyata tidak mampu meraih suara maksimal, seperti perolehan suara yang diraih oleh pasangan Irianto-Tatang dan Dikdik-Toyib.

Untuk sementara persaingan bintang di Pilgub Jabar berakhir, hasil suara berdasarkan beberapa hitung cepat yang berbeda-beda telah diumumkan dengan kemenangan sementara pasangan Aher-Demiz. Meskipun masih sementara dan menunggu real count  KPU Jabar, nampaknya pasangan bintang tetap yang akan menduduki krusi gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat. Bermasalah atau tidak, tetap pasangan bintang antara Aher- Demiz dan Rieke-Teten yang akan jadi gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat.

Sebelum suara masyarakat pada pilgub Jawa Barat dihitung, muncul banyak prediksi dan kira-kira bila dua pasangan akan bersaing ketat. Ternyata prediksi dari beberapa lembaga survey meleset, pasangan cagub dan cawagub Rieke-Teten berhasil mengungguli pasangan Dede-Lex. Bisa jadi pada perhitungan manual posisi perolehan suara akan berubah dan berbeda dengan hasil hitung cepat (quick count). Bila pada perhitungan manual tetap sama atau tidak jauh berbeda dengan hitung cepat, berarti pasangan Aher-Demiz dipastikan memenangkan pilgub hanya satu putaran dan otomatis menjadi gubernur dan wakil gubernu Jawa Barat periode 2013-2018.

Hal yang menarik perhatian adalah posisi cagub-cawagub Rieke-Teten yang tidak diunggulkan pada beberapa survey malah meraih posisi kedua menggeser pasangan cagub dan cawagub Dede-Lex yang diprediksi akan bersaing ketat dengan pasangan Aher-Demiz. Rumor dibeberapa berita di media elektronik mengkaitkan posisi perolehan suara Rieke-Teten dipengaruhi oleh sosok Jokowi yang ikut berkampanye selama 2 hari pada waktu itu. Benar atau tidak sepertinya gampang-gampang sulit untuk setuju atau tidak dengan anggapan tersebut. 

Satu sisi, Rieke adalah aktifis buruh, dimana suara terbesar diperoleh didaerah yang menjadi basis buruh, seperti Bekasi dan Karawang. Teten adalah aktifis anti korupsi, pastinya bukan sosok baru dan tidak dikenal oleh buruh yang rata-rata pendidikan minimalnya SLTA sederajat. Jadi wajar saja pasangan cagub-cawagub Rieke-Teten. memperoleh suara terbanyak dilokasi yang mayoritasnya adalah buruh dan industri, seperti di daerah Bekasi, Karawang dan sekitarnya. Untuk dukungan yang diberikan bisa juga disebabkan  oleh sosok populer Teten yang anti korupsi. Yang mengherankan adalah di daerah Depok yang merupakan basis partai pengusung Aher-Demiz, suara yang diraih cagub dan cawagub Rieke-Teten lumayan tinggi.

Bila perolehan suara pasangan cagub dan cawagub Rieke-Teten itu disebabkan oleh pengaruh sosok Jokowi juga masuk akal, karena Jokowi pernah ikut terjun langsung berkampanye selama 2 hari bersama Rieke-Teten. Disaat itu sambutan masyarakat begitu antusias ketika Jokowi ikut berkampanye. Lainnya mungkin disebabkan oleh atribut kotak-kotak Jokowi yang digunakan pasangan cagub dan cawagub Rieke-Teten.  

Menurut saya,  atribut dan sosok Jokowi membuat persaingan bintang di pilgub Jawa Barat menjadi semakin ketat, atau bahkan bisa dibilang pembalik keadaan dan pematah hasil survey sebelumnya. Padahal Jokowi hanya ikut berkampanye dua hari, bagaimana bila 7 hari atau lebih ikut mendampingi pasangan cagub-cawagub Rieke-Teten? Dan itu pun hanya dilakukan di beberapa daerah Jawa Barat yang tidak terlalu jauh dari Jakarta, bagaimana bila wilayah yang didatangi Jokowi lebih luas? Wah, pastinya perolehan suara Rieke-Teten akan berada pada posisi puncak. Hampir saja pasangan Rieke-Teten menang.

Apapun ceritanya, persaingan bintang di Pilgub Jawa Barat telah berakhir. Meskipun masih bersifat sementara, karena saat ini kemenangan dan kekalahan cagub dan cawagub baru ditentukan oleh hitung cepat (quick count). Siapapun pemenang dalam persaingan pilgub di Jawa Barat, masyarakat Jawa Baratlah yang menjadi penentu pemenangnya. Selamat untuk pemenang persaingan bintang di pilgub Jawa Barat, terutama untuk masyarakat Jawa Barat yang telah berhasil melaksanakan demokrasi damai. Mungkinkah Sule dipertimbangkan untuk jadi pasangan cagub atau cawagub Jawa Barat periode 2018-2023 mendatang??

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!