Searching...
Jumat, 15 Februari 2013

Luar Biasa Keberuntungan M. Rasyid Amrullah


M. Rasyid tersangka yang sangat beruntungLuar Biasa Keberuntungan M. Rasyid Amrullah, sehingga tidak terlalu repot dalam menghadapi proses hukum di Indonesia. Mungkin ini adalah keberuntungan kedua dari M. Rasyid yang menjadi penyebab kecelakaan dan menyebabkan dua korban jiwa meninggal dunia, selain keberuntungan pertama sebagai anak dari Menko Bidang Perekonomian Indonesia.

Keberuntungan M. Rasyid benar-benar nyata dan bukan manipulasi, karena dari sebagian besar yang statusnya sama seperti Rasyid umumnya ditahan semenjak dinyatakan sebagai tersangka. Inilah perbedaan dari M. Rasyid atau bisa dibilang kesaktian dari M. Rasyid yang tidak pernah ditahan sejak dinyatakan sebagai tersangka pada kasus kecelakaan 1 Januari 2013 lalu dan menyebabkan dua orang meninggal dunia dan beberapa orang menderita luka.

Kenyataan ini membuat iri dan menimbulkan protes disana-sini, bila melihat keistimewaan yang diberikan pihak penegak hukum pada M.Rasyid. Dengan status tersangka, M.Rasyid masih bisa tinggal dan tidur dikasur empuk ber-AC, bukan seperti pelaku lainnya yang harus menyesali perbuatannya dibalik jeruji sel tahanan menunggu proses hukum. M.Rasyid memang benar-benar beruntung dibanding para tersangka pada kasus yang sama.

Keberuntungan lain dari M. Rasyid adalah memiliki dua orang tua ayahanda dan ibunda yang bergitu baik dan bertanggung jawab, serta perhatian disaat M. Rasyid tengah tersankut kasus penyebab kecelakaan awal Januari 2013 lalu. Ayahanda M. Rasyid yang langsung mendatangi dan mennyolatkan jenazah korban dan bertanggung jawab pada seluruh biaya keluarga korban adalah luar biasa terpuji. Rasa bertanggung jawab seperti ini dan permohonan maaf yang dipublikasikan dibeberapa media benar-benar menunjukkan itikad baik dan rasa penyesalan yang dalam. Pastinya tidak ada seorang ayahanda atau ibunda yang ingin putra atau putrinya mengalami hal seperti yang dialamai oleh M. Rasyid.

Berkali-kali ayahanda M. Rasyid menegaskan tidak akan melakukan intervensi pada permasalahan hukum yang dialami oleh putra bungsunya itu, namun kenyataannya penegak hukum tidak berani melakukan penahanan pada tersangka M. Rasyid, serperti pada tersangka kasus sejenis M. Rasyid. Ada apa ini? Bukannya sudah diijinkan atau sungkan, karena M. Rasyid adalah anak seorang menteri yang plus besan dari presiden juga?

Kalau dipikir-pikir hukum di Indonesia tidak tegas, wah itu salah besar! Hukum di Indonesia sangat tegas dan tidak pilih kasih, meski hanya mencuri semangka hukum tetap diberlakukan. Jadi, dimana anehnya bila M. Rasyid yang berstatus tersangka tidak ditahan, ya mungkin karena tidak mencuri semangka atau mencuri sendal barangkali. Berarti M. Rasyid masih lebih beruntung dari pencuri semangka atau pencuro sendal jepit.

Melihat kenyataan kasus tidak ditahannya M. Rasyid itu, saya teringat pada kasus hukum di negara yang menganut hukum Islam (Syar'i). M. Rasyid mungkin kelak bakal bebas dan tidak menjadi tahanan sama sekali, bila M. Rasyid itu adalah warga negara dari negara yang memberlakukan hukum Islam, seperti Arab Saudi.  Kenapa bisa bebas? Ya bisa, karena ayahanda M. Rasyid telah memohon maaf dan membayar ganti rugi (diyat), kemudian diterima oleh keluarga korban. Seperti arti dari ayat Al-quran (al-Baqarah: 178) dibawah ini:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Barang siapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diyat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Hal itu adalah suatu keringanan dan rahmat dari Rabb kalian. Barang siapa yang melampaui batas sesudah itu, baginya siksa yang sangat pedih.” (al-Baqarah: 178)
Andai pun M. Rasyid itu warga negara Arab Saudi, tentunya tidak begitu saja bebas saat proses hukumnya belum selesai. Barulah kemudian bebas setelah hakim memutuskan, bahwa pihak keluarga korban memaafkan dan menerima ganti rugi (diyat) dari pihak M. Rasyid. Jadi untuk kesekian kalinya, M. Rasyid beruntung jadi warga negara Indonesia, karena tidak ditahan meski menyandang status tersangka.

Tidak seperti Jamal, supir angkot yang terindikasi akan melakukan tindak kriminal pada penumpangnya, sehingga penumpang yang berstatus mahasiswa tersebut terjun bebas ke jalan disaat mobil sedang melaju. Coba kita lihat ungkapan dari pengacara kondang Hotma Sitompul dari LBH Mawar Saron menilai:
Perlakuan hukum pihak kepolisian terhadap Jamal tidak adil, jika dibandingkan anak pembesar Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Rasyid Rajasa dalam kasus kecelakaan tapi tak ditahan. "Jelas perbedaan perlakuan ada. Faktanya, dalam kasus Jamal katanya ada "korban" terus ditahan. Tapi ada juga kecelakaan lalu lintas yang tidak perlu saya sebut, tapi tidak ditahan. Alasannya itu subjektifitas penyidik," sindir Hotma di Jakarta, Kamis (14/2/2013).
Ayahanda M. Rasyid telah memohon maaf dan memberi diyat pada keluarga korban, kemudian diterima dengan baik oleh keluarga korban. Ini adalah tindakan terpuji dan patut dicontoh oleh petinggi-petinggi di negeri ini, jangan sampai bila sidah menyandang titel pejabat hanya cukup memberi ganti rugi tanpa melakukan permohonan maaf, seperti yang dilakukan oleh ayahanda M. Rasyid. Tidak ditahannya M. Rasyid saya rasa bukan disebabkan oleh intervensi, melainkan budaya lama yang terbiasa dan mungkin belum biasa bagi penegak hukum unutk bertindak tegas pada pejabat-pejabat negara sekaliber ayahanda dari M. Rasyid. Akibatnya banyak anggapan miring dikalangan masyarakat, oleh sebab tindakan berbeda pada M. Rasyid tersebut. Saya pun yakin, ayahanda M. Rasyid sangat mengetahui hukum di negara Indonesia ini, apalagi cara Islam menegakkan hukum dan keadilan (silahkan baca lengkapnya disini).

Ayo dong bapak-bapak, tegakkan hukum diatas segala-galanya. Tidak lagi terpengaruh dan takut pada jabatan atau posisi seperti ayahanda M. Rasyid. Sebagai penutup, saya pribadi benar-benar salut pada M. Rasyid yang sudah menjadi tersangka tapi tidak ditahan. Memang sangat beruntung bagi orang-orang seperti M. Rasyid Amirullah, bila berurusan dengan hukum di Indonesia.

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!