Searching...
Senin, 11 Februari 2013

Kartu Truf Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat

Kartu Truf Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat
Kartu Truf Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Bapak Presiden SBY jelang Pemilu dikeluarkan pada 10 Februari 2013 malam. Saya pribadi melihat ini sebagai langkah sangat cerdas pak SBY, karena dilakukan jelang berlangsungnya pemilu 2014. Ini langkah luar biasa guna membenahi Partai Demokrat yang konon elektabilitasnya (tingkat keterpilihannya) menurun akibat kasus korupsi yang melibatkan beberapa kader PD.

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat benar-benar memahami trend masyarakat saat ini, yaitu trend pada pemberantasan korupsi. Bagaimana tidak menjadi perhatian ketua dewan pembina Partai Demokrat,? Trend berita kasus korupsi hampir setiap hari ada di media massa. 10 Poin Pakta Integritas 'Penyelamatan' Demokrat adalah langkah yang menjadi kartu truf ketua dewan pembina Partai Demokrat, Bapak Presiden SBY. Lima poin menegaskan pada kader PD untuk tidak melakukan tindakan korupsi dalam tugasnya sebagai penyelenggara negara. 

  1. Selalu menjaga integritas dan terus memajukan kesejahteraan bangsa negara, dan menjaga nama baik Partai Demokrat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, saya akan terus menjunjung tinggi kader yang bersih, cerdas dan santun.
  2. Dalam tuagas utamanya adalah melayani masyarakat, adil dalam bekerja untuk semua dan tidak melakukan keputusan yang diskrimunatuf antara suku, agama gender dan berbagai perbedaan indetitas lainnya.
  3. Sesuai ideologi, dan platform Partai Demokrat, saya akan sungguh-sungguh memperkuat harmoni dan toleransi yang majemuk, berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
  4. Demi tercapai semangat pemvbngunan saya akan bekerja dengan keras untuk meningkatkan kehidupan rakyat yang miskin dengan langkah prorakyat yang sedang dilakukan pemerintah akan saya jalankan dan tingkatkan.
  5. Sebagai kader Partai Demokrat saya akan senantiasa patuh dan taat pada konstitusi, hukum dan aturan yang berlaku, sebagai cerminan sikap pada warga negara yang baik dan kader partai yang amanah dan tanggungjawab.
  6. Sebagai kader Partai Demokrat yang saat ini sedang menjalankan tugas legislatif dan yudikatif saya akan menjalankan moral dan tata pemerintahan yang bersih dari korupsi, kapabel, dan responsif dan bekerja sekuat tenaga bagi bangsa dan negara.
  7. Sebagai pejabat publik saya akan mencegah dan menghindarkan diri dari perbuatan korupsi, suap, asusila, narkoba dan pelanggaran berat tersebut. Bila saya tersangka, terdakwa dan terpidana sesuai dengan kode etik saya siap menerima sanksi yang ditetapkan dewan kehormatan.
  8. Bila saya ditetapkan sebagai tersangka, terdakwa atau terpidana dalam kasus korupsi saya bersedia mengundurkan diri dari jabatan saya di Partai Demokrat dan siap memerima sanksi pemecatan dari dewan kehormatan partai.
  9. Sebagai pehjabat negara dan publik serta sebagai bentuk dukungan saya terhadap gerakan pemberantasan korupsi saya bersedia menyerahkan data kekayaan saya kepada Dewan Kehormatan Partai Demokrat beserta NPWP saya.
  10. Khusus mengenai sering terjadinya korupsi dan penyimpangan pelaksanaan APBN dan APBD maka saya yang bertugas menjabat eksekutif atau legislatif maka saya berjanji untuk tidak melakukan penyimpangan. Saya siap menerima sanksi organisasi bila saya saya melakukan penyimpangan dari apa yang saya janjikan.
Poin 6-10 adalah bagian dari kartu truf Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, bapak Presiden SBY dalam meyelamatkan Partai Demokrat akibat kasus korupsi yang mellibatkan beberapa kader demokrat. Dalam 10 poin ini kelihatan keseriusan dan ketegasan Ketua Dewan Pembina yang selama ini dianggap ragu-ragu (Ruhut).

Ketegasan dari kartu truf Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat juga bisa dilihat dari kutipan berikut,"Demikianlah saya siap menerima saksi organisasi jika saya menolak menandatangani atau melanggar apa yang telah saya janjikan," kata SBY. Dalam penandatanganan Pakta Integritas, 33 Kepala DPD Partai Demokrat hadir."(Tribunnews).

Kenapa saya menulis 10 poin tersebut diatas adalah kartu truf Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, karena 10 pakta 'penyelamatan' Demokrat tersebut keluar jelang berlangsungnya pemilu. Jujur, awalnya saya berpikir, kenapa tidak ketika M. Nazaruddin atau ketika kemudian Angie pun menjadi tersangka kasus korupsi berikutnya? Jawaban pribadi saya ya tentunya sudah basi dan tidak akan dilihat lagi atau tertutup oleh berita atau isu baru, jadi manfaatnya kurang berpengaruh pada peningkatan elektabilitas Partai Demokrat pada pemilu 2014 mendatang.

Jika kemarin pada 10 Februari 2013 Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat mengeluarkan 10 poin itu ceritanya beda, bahkan bisa dikatakan politik canggih. Dampaknya jelas akan meningkatkan elektabilitas Partai Demokrat pada masyarkat Indonesia secara umum. Kartu truf ini mengesankan, bila pak Presiden pro rakyat dan anti korupsi dengan memperingatkan kader-kader Demokrat. Bapak Presiden kembali manjadi tokoh Partai Demokrat. Kalau begitu siapa yang bisa menandingi, adakah tokoh sekaliber Presiden R.I saat ini? Mungkin bapak Prabowo, Wiranto, Jokowi atau Ibu Megawati yang memiliki kesamaan ketokohan pada partainya masing-masing, tapi berbeda pada keluasan dari kekuasaannya saati ini di Indonesia.

Tapi pastinya kartu truf Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat tidak bisa dilihat dalam waktu singkat, meskipun itu berdasarkan survey. Jawaban tepatnya kartu truf tersebut berhasil atau tidak baru bisa dibuktikan setelah perhitungan perolehan suara pada pemilu 2014.

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!