Searching...
Minggu, 17 Februari 2013

Kali Pertama Terjadi di Indonesia, Gubernur Jadi Jurkam Gubernur


Kali Pertama Gubernur Jadi Jurkam Gubernur
Kali pertama terjadi di Indonesia, Gubernur DKI Jakarta menjadi jurkam gubernur  dari pasangan cagub dan cawagub provinsi lain. Kejadian ini belum pernah ada dan memang baru kali ini terjadi di Pilkada Jabar. Entah ini menunjukan fenomena kemajuan atau kemunduran, yang jelas dari awal pemilihan langsung, baik itu pilpres atau pilkada, baru kali ini seorang Gubernur menjadi jurkam untuk Cagub-cawagub provinsi lain.

Jujur saja, saya pikir pak Jokowi hanya membantu sebatas  iklan di televisi dan bukan turun langsung berkampanye bagi cagub dan cawagub Rieke-Teten. Tapi pada tanggal 15 -16 Februari 2013 disaat cuti, Gubernur DKI Jakarta ikut turun langsung dalam kampanye pemenangan Rieke-Teten. Kejadian ini adalah fenomena poltik baru di Indonesia, karena belum pernah terjadi gubernur jadi jurkam gubernur.

Nama Jokowi sudah tidak perlu diperdebatkan lagi popularitasnya saat ini, semua sudah mengenal Jokowi. Memang Sah-sah saja dan tidak melanggar hukum, bila gubernur jadi jurkam gubernur. Tapi apa ya tidak malu cagub dan cawagub yang di jurkami oleh jurkam yang posisinya sama?  Cagub dan cawagub yang bersangkutan itu kan Rieke-Teten, kenapa impor Gubernur DKI Jokowi untuk berkampanye di Jabar? Ada dua pendapat nanti bila menang atau kalah, pertama: Kemenangan tersebut adalah kemenangan Jokowi, Kedua: Jika kalah, ini membuktikan Jabar bukan DKI Jakarta, Jabar is Jabar.

Bantuan Jokowi sebenarnya sudah ada, yaitu atribut kotak-kotak dan embel-embelnya. Wah, kenapa sampai orang-orangnya juga dibawa ke Jabar untuk kepentingan kampanye cagub dan cawagub Rieke-Teten? Sepertinya cagub dan cawagub Rieke-Teten nantinya dianggap tidak percaya diri dan memiliki grade dibawah Jokowi. Berarti, jika Rieke-Teten jadi gubernur, ya pastinya grade gubernur Jabar jauh dibawah gubernur DKI Jakarta. Itu karena Gubenur DKI lah yang jadi jurkam cagub-cawagub Rieke-Teten.

Cagub dan cawagub Rieke-Teten sepertinya kurang percaya diri dengan program kerja dan popularitasnya, hingga mengimport Gubernur DKI Jakarta untuk membantu meningkatkan kepercayaan para pemilihnya nanti. Ini menang salah, kalah apalagi! Kalau menang, ya kemenangan itu atas bantuan Jokowi. Jika kalah, warga Jabar adalah warga yang benar-benar memilih kualitas. Fenomena ini seperti iklan jeruk makan jeruk, karena gubernur jadi jurkam gubernur.

Pendapat pribadi saya, Rieke-Teten bukan cagub dan cawagub yang benar-benar siap menjadi cagub dan cawagub, bila melihat sosok Jokowi ikut terjun langsung membantu berkampanye. Satu sisi dari gubernur jadi jurkam gubernur ini, saya melihat seperti test case pada popularitas sosok Jokowi di Jabar. Entah PDIP memliki rencana besar lain dengan melihat seberapa besar popularitas dan tingkat keterpilihan Rieke-Teten setelah dibantu Jokowi atau memang Rieke-Teten kalah populer dari cagub-cawagub lainnya.

Jika sekedar membantu lewat atribut kotak-kotak atau program kerja yang di copy paste dan iklan itu sih masih wajar, tapi blia kejadiannya seperti 15-16 Februari Jokowi ikut terjun langsung namanya 'luar biasa'. Ya bisa luar biasa pada popularitas sosok jokowi dan luar biasa pada ketidakpercayaan diri cagub-cawagub Rieke-Teten. Padahal bila dilihat popularitas, Rieke itu sudah popular keartisan dan sepak terjangnya di dunia perburuhan, sedangkan Teten Masduki sudah popular sebagai sosok aktifis anti korupsi dengan ICW-nya. Nah loh, kurang apalagi coba? Kecuali kurang percaya diri dan sangat ingin menang.

Fenomena ini seperti patung polisi yang dahulu banyak ditemui dijalan-jalan, sehingga pengemudi tidak berani melanggar lalu lintas begitu melihat patung. Apa warga Jabar bisa dipenaruhi oleh sosok Jokowi yang hadir selama dua hari saja? Ini kan sama saja dengan, "pilih aku ya, nih ada Jokowi disini" Maaf, saya mengagumi Jokowi, tapi saya kurang setuju jika Gubernur DKI Jakarta jadi Jurkam Gubernur Jawa Barat. Bukannya tidak berbinheka tunggal ika dan menganggap Gubernur jurkam gubernur itu haram. Sama sekali tidak! 

Masalahnya adalah: yang mau jadi gubernur itu siapa? Nah, gimana kalo SBY bantu cagub-cawagub Dede Yusuf? Dilarang? Kan tidak, dan statusnya juga sama bila melihat popularitas.Tapi kan SBY tidak turun tangan langsung. Popularitas Jokowi itu tidak kalah dengan  SBY dan begitu juga sebaliknya, kenapa pak SBY tidak pernah ikut turun? Begitu pun gubernur-gubernur yang berasal dari partai lain, tidak pernah ada yang jadi jurkam untuk gubernur didaerah lainnya, mereka hanya berkonsentrasi pada jabatan yang disandangnya itu. Hanya karena SBY itu Presiden, maka tidak patut menjadi jurkam calon bawahannya dan ini juga dihubungkan dengan netralitas.

Meskipun itu cuti, seharusnya bantuan pak Jokowi cukup dari jauh dan atribut yang telah digunakan oleh cagub-cawagub Rieke-Teten. Dari sekian tokoh besar di Indonesia ini, sosok Jokowi memang saya kagumi, tapi tidak untuk kali ini. Kagum bukan berarti harus berkata iya dan setuju terus, karena perbaikan tidak pernah ada tanpa melihat kesalahan. Sekali lagi, ini adalah anggapan pribadi saya sebagai pengagum Jokowi, tapi tidak setuju bila Gubernur Jokowi jadi jurkam gubernur Jabar.

Maaf sekali lagi, tulisan ini adalah anggapan pribadi yang sangat tidak setuju bila gubernur DKI Jakarta menajdi jurkam cagub-cawagub provinsi lain. Saya pribadi kuatir, bila dalam dua hari pak Jokowi yang turun menjadi jurkam tidak berhasil memenangkan Rieke-Teten pada tanggal 24 Februari 2013. Ini akan menjadi catatan bagi pesaing Jokowi kelak, kita lihat saja nanti pada tanggal 24 Februari 2013 mendatang, berhasil atau tidak 2 hari gubernur jadi jurkam gubernur? Jika cagub-cawagub Rieke-Teten kalah, berarti cagub dan cawagub pemenang bisa saja tidak bersimpati pada Jokowi dan akan sulit diajak kerja sama, karena dianggap Jokowi adalah saingan saat kampanye. Ini kali pertama terjadi di Indonesia, gubernur jadi jurkam gubernur.

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!