Searching...
Kamis, 28 Februari 2013

Jokowi Laris Manis Survei Capres 2014


Nama Jokowi teratas Survey Capres 2014
Jokowi laris manis survey capres 2014, bila melihat gonjang-ganjing survet mengenai Capres 2014 oleh berbagai lembaga survei beberapa waktu lalu dan mungkin masih ada lembaga survei yang masih melakukan survei sejenis. Nampaknya sosok Jokowi mulai laris manis, karena nama Jokowi yang diikutsertakan dalam survey terbaru diawal tahun 2013 ini selalu teratas mengungguli capres 2014 laiinya.

Pada awalnya nama Jokowi tidak begitu populer, namun pada hasil survey belakangan ini nama Jokowi mengungguli nama-nama berpotensi pada capres 2014. Nama Jokowi menempati posisi teratas kandidat presiden (capres) 2014 lain  pada survei yang dilakukan oleh PDB dan  LSJ. Survei dilakukan di 33 provinsi dengan sampel 1.225 orang berhak pilih selama Sabtu-Jumat (9-15) oleh Lembaga Survei Jakarta (LSJ), dimana pada survei LSJ ini Jokowi memperoleh 18,1% suara responden. Pada survei sebelumnya yang diselenggarakan oleh Tim Pusat Data Bersama (PDB), Jokowi menjadi capres paling potensial 2014 dengan memperoleh 21,2% suara responden disusul oleh Prabowo dengan 17,1% dan urutan capres berikutnya yang tidak disebutkan disini.

Perubahan dari hasil survei ini menarik, kerena menunjukan gejala semakin meningkatnya popularitas dan elektabilitas Jokowi. Pada Tahun 2012 Jokowi bahkan tidak termasuk tokoh yang diperhitungkan dan tidak menjadi pilihan utama pada capres 2014, meskipun ada yang menempatkan Jokowi pada survei di tahun 2012. Ketika survei capres 2014 diadakan pada awal tahun 2013, nama Jokowi lebih laris manis dibanding survei capres 2014 yang dilaksanakan pada tahun 2012.

Hasil survei tidak bisa dijadikan tolak ukur secara pasti, tetapi paling tidak hasil survei itu telah mewakili pililhan dari suatu kelompok atau komunitas. Memang hasil survey itu ada yang kurang bisa dipercaya dan menimbulkan banyak pertanyaan, tetapi kadang ada hasil survei yang berguna dan berbobot. Pastinya yang berbobot itu bukan pesanan dan akhirnya mempengaruhi sikap responden pada pilihannya. Posisi Jokowi pada survei terakhir bisa saja memang betul-betul murni atau bisa juga hanya sekedar trend akibat pemberitaan di media massa.

Nama Jokowi diikutsertakan atau tidak sebagai tokoh berkompetensi sebagai capres 2014, Jokowi sudah laris manis dan menjadi sosok yang paling diuber-uber saat ini. Entah itu oleh awak media dan masyarakat yang berada didekatnya, bahkan saat ini bisa disebut aktor politik terpopuler di Indonesia. Tidak percaya bila Jokowi itu populer dan massa pendukung begitu banyak? Coba saja sentuh nama Jokowi dengan hal-hal negatif, dijamin tidak menunggu waktu lama tanggapan dan pembelaan akan bermuculan bagai badai di siang bolong.

Mengagumkan memang, dari tidak diperhitungkan kemudian menjadi pamuncak pada survei capres 2014 belakangan ini. Hal tersebut sepertinya mengingatkan kembali pada beberapa survei saat pilkada DKI, dimana pada awalnya pasangan Jokowi-Ahok kalah oleh pasangan Foke-Nara. Namun, pada kenyataannya hasil perhitungan suara berbanding terbalik dengan hasil survey. Pasangan Jokowi-Ahok menang pada putaran kedua pilgub DKI Jakarta.

Diawal-awal menjadi gubernur DKI Jakarta, Jokowi belum begitu diperhitungkan pada survei capres 2014, sehingga tidak diikut sertakan atau tidak begitu menonjol di beberapa survei capres 2014. Seiring perjalanan waktu, barulah kemudian Jokowi semakin populer dan tiba-tiba menjadi pilihan masyarakat Indonesia yang menjadi responden survei. Entah apa yang menyebabkan itu? Apa penampilan dan kesahajaan Jokowi memikat hati masyarakat yang diikutsertakan  dalam survei? Atau pembawaan Jokowi yang merakyat? Sepertinya akan banyak dan beragam pertanyaan yang akan muncul, tapi balik pada kenyataan memang Jokowi sedang laris manis.

Bila dilihat dari ketokohan, tentunya Jokowi bukan siapa-siapa dibanding beberapa tokoh senior lainnya seperti: Megawati, Prabowo, Wiranto, dan lain-lainnya. Melihat kelebihan dan kekurangan tokoh-tokoh itu pun, pastinya responden survei capres sama-sama tidak mengetahui secara menyeluruh kecuali dari media massa, begitu pun pada Jokowi.  Inilah menariknya nama Jokowi berhasil meraih simpati dan mengungguli tokoh-tokoh lainnya sebagai capres 2014.

Bila melihat indikator pada survey yang dilaksanakan LSI pada tahun 2012 lalu, ada lima indikator kualitas personal yang dipertanyakan, yaitu sebagai berikut:
  • Penilaian bahwa tokoh bisa dipercaya, 
  • Satu dalam kata dan perbuatan; 
  • Tidak pernah melakukan atau diopinikan pernah melakukan KKN; tidak pernah melakukan atau diopinikan melakukan tindakan kriminal; 
  • Diyakini mampu memimpin negara dan pemerintahan; 
  • Dan dapat dipercaya mampu berdiri di atas semua kelompok atau golongan yang berbeda.
Hasil  survey berdasarkan kriteria diatas Jokowi tidak lolos dari sekian tokoh yang diikutsertakan (tokoh yang lolos), termasuk Abu Rizal Bakrie yang juga tidak lolos. Lalu apakah kemudian kriteria itu tidak dimiliki oleh Jokowi? Sepertinya tidak, karena responden pada survei PDB dan SLJ menganggapJokowi termasuk pada kriteria tersebut, meskipun ada kekurangan dari Jokowi seperti pada point kelima, yaitu pada bagian 'mampu berdiri diatas semua kelompok atau golongan yang berbeda'. yaitu ketika Jokowi menjadi jurkam cagub-cawagub yang diusung partainya. Mungkin satu kriteria ini adalah kekurangan dari Jokowi diantara kelebihan-kelebihan lainnya.

Hasil survei-survei tersebut membuat saya penasaran, sehingga kemudian membuat survei-surveian ala blogger pemula. Alhasil, ternyata memang pilihan pada Jokowi terbukti unggul dibanding tokoh-tokoh lain. Ya meskipun validitas kurang terukur dan terkesan bias, karena responden bisa berulang kali melakukan vote. Polling atau vote tersebut baru berjalan sekitar 15 hari dan perolehan suara responden versi blogger sementara menempatkan Jokowi pada urutan pertama dengan 49% disusul oleh Prabowo dengan 25%, data capres yang digunakan adalah data yang digunakan pada survei PDB beberapa waktu lalu. Untuk capres 2014 versi blogger sementara ini, Jokowi laris manis mengungguli tokoh  capres lainnya.

Awalnya survei capres 2014 versi blogger ini hanya sekedar ingin tahu dan iseng, ternyata ada respon yang berkenan melakukan vote pada polling capres 2014 versi blogger. Apakah hasil tersebut membuktikan sosok dan kriteria Jokowi mampu menaklukan hati blogger yang memiliki informasi  luas dengan tingkat pengetahuan dan pendidikan beragam? Artikel ini ditulis bukan sebagai perbandingan capres 2014 versi blogger dengan hasil survei capres 2014 yang dilakukan lembaga survei sebelumnya, tapi hanya ingin tahu siapa sebenarnya capres 2014 versi blogger.

Diakhir artikel ini, saya sangat berterima kasih pada sahabat blogger yang berkenan dalam polling 'Siapakah Calon Presiden 2014 versi Blogger', Teman-teman bloggerlah yang menentukan "Siapa Calon Presiden 2014 Versi Blogger". Kalau lembaga survei bisa melakukan survei, kenapa blogger tidak? Untuk itu, siapakah Calon Presiden  versi blogger bila mengacu pada 5 kriteria yang digunakan pada survei LSI tersebut diatas? Terima kasih, sukses buat sahabat blogger.

Untuk polling  disini

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!