Searching...
Selasa, 05 Februari 2013

'Indahnya' Demo di Alam Demokrasi Saat ini

Sedikit tidak puas langsung Demonstrasi
'Indahnya' Demo di alam demokrasi saat ini, sedikit saja ketidakpuasan akan timbul berbagai macam cara dalam mengkritisinya. Entah itu secara langsung atau pun tidak langsung, dimana kritik langsung itu dalam bentuk aksi demonstrasi dan yang tidak langsung umumnya diutarakan disegala jenis media, baik itu cetak ataupun elektronik, ya seperti bentuk kritis di sosial media lebih konstruktif.

Bentuk kritik ketidakpuasan itu pun  beragam, antara yang memang benar-benar mewakili aspirasi orang banyak atau hanya satu kepentingan saja. Seperti banyak kita temui dalam suatu unjuk rasa yang membuat kening berkerut, karena bukan rahasia umum lagi bentuk aksi demonstrasi tersebut berjalan hanya untuk satu kepentingan dan komersialitas saja. Berbeda sekali bentuk kritik untuk kepentingan orang banyak dengan  suatu  kepentingan yang terselubung.

Meskipun demo-demo yang dilakukan secara massal itu bertujuan baik, terkadang terbuka celah bagi oknum-oknum nakal untuk membuat situasi demo yang awalnya konstruktif berubah menjadi destruktif. Perang batu atau perusakan-perusakan kerap terjadi pada saat aksi demo dilakukan, padahal aksi tersebut untuk mengkritisi atau menuntut sesuatu yang baik dan konstruktif. Pada akhirnya jadi destruktif, apabila tidak digubris atau diperhatikan oleh yang di demo, kemudian tidak jarang juga ada oknum yang entah darimana datangnya tiba-tiba membuat situasi menjadi panas dan beringas.

Coba kita lihat demo para kepala desa dari berbagai daerah di Indoensia, awalnya konstruktif memberikan aspirasi mereka agar mereka dijadikan sebagai pegawai negeri berubah menjadi mengganggu ketertiban umum, mereka masuk ke jalan TOL. Bukankah itu sudah tidak konstruktif lagi, jika ditanya siapa yang memulai dan apa sebabnya mereka jadi berdemo didalam jalan tol, pastinya sulit ditemukan jawabannya. Atau demo buruh yang menutup jalan tol, tujuannya sangat baik tapi menimbulkan efek samping yang merugikan pengguna jalan tol dan pastinya melanggar hukum karena mengganggu ketertiban umum.

Bentuk penyampaian kritik sosisal dalam bentuk aksi demonstrasi yang awalnya konstruktif, tidak jarang akhirnya menjadi destruktif dengan aksi perusakan dan lain sebagainya. Umumnya aksi kirtik dengan demonstrasi itu  mudah terprovokasi oleh oknum tidak bertanggung jawab dan akhirnya rusuh dan destruktif.

Ditengah aksi demonstrasi damai dengan tujuan yang baik pun terkadang bisa menjadi panas dan destruktif, apabila ada sebotol aqua atau benda lain yang melayang entah darimana datangnya ke tengah-tengah para demonstran. Ini kenyataan dan banyak ditemui di beberapa aksi demonstrasi, terutama di Jakarta ini. Siapa yang melakukan pelemparan botol atau sejenisnya? Tentu mereka itu adalah pihak yang memiliki kepentingan atau apalah yang tidak jelas.

Tidak jarang demonstrasi itu dimodali dan memang harus dibiayai. Mana ada yang mau teriak-teriak, berjalan jauh dibawah terik matahari selama sekian jam tidak mendapat apa-apa? Nonsen lah, sebagian besar ada yang mendanai. Bahkan, aksi demo menjadi sebuah komoditi dan terorganisir bagi sekelompok orang.

Salahkah mereka yang melakukan protes dengan aksi demonstrasi? Jawabannya tidak, aksi itu gambaran kebosanan dari ketidak pedulian pihak yang di demo. Mungkin mereka sudah menyampaikan protes dalam bentuk tulisan dan protes yang elbih bijak daibanding aksi demo. Namun karena tidak digubris atau tidak juga dimengerti oleh pihak yang diprotes, maka barulah aksi demonstrasi kerap terjadi.

Parahnya adalah aksi demonstrasi terjadi antara dua kelompok yang pro dan kontra, nah pada aksi demonstrasi seperti ini ujung-ujungnya minimal adu mulut, yang kemudian melebar ke adu jotos dan adu kuat-kuatan melempar batu. kalau begini apakah niat demonstrasi itu akan tercapai? Siapa yang rugi? Siapa yang untung pada situasi demonstrasi yang rusuh?

Bentuk ketidaktanggapan yang di demo itu lah penyebab aksi demonstrasi terjadi, bila mereka tanggap sebenarnya tidak ada demonstrasi yang akhirnya gelut. Kepedulian mereka yang didemo itu tipis, mungkin lebih tipis dari kulit kacang. Padahal sebelum terjadi aksi demo, berita tentang ini dan itu di media massa cetak atau pun elektronik sudah diungkap. Seperti masalah UMR, bila ada kepedulian dari pihak yang berwenang aksi demonstrasi di dalam jalan toll tidak akan pernah terjadi.

Apabila pihak-pihak yang membuat kebijakan sedikit saja mau Iqro, kecil kemungkinan terjadi protes dengan aksi demonstrasi. Coba para pembuat kebijakan itu mengerti dan memiliki empati pada suatu masalah, pastinya mereka sudah melakukan tindakan pencegahan dengan perbaikan-perbaikan pada kebijakannya itu.. Jangan didemo dulu baru ada perubahan, kalau begitu, atau setelah terjadi kekacauan baru diperhatikan. Kapan Indonesia ini maju, kalau kebijakan yang keliru itu dirubah setelah ribut, bentrok dan rusuh, atau bahkan sampai menimbulkan korban jiwa.

Alhasil seperti sekarang ini, akibat dari ketidakpedulian yang terlalu sering terjadi, sedikit saja kebijakan itu keliru langsung muncul aksi demo, sampai-sampai angkot pun ikut berdemo ria. Akhirnya muncul team demo profesional yang siap untk berdemo asal harga cocok untuk suatu kepentingan. Tidak percaya? Wah, ga gaul kalau gitu, pendemo meskipun murni bertujuan baik minimal harus ada makan siangnya.

Entah sampai kapan para pembuat kebijakan itu bijak, mengerti dan berempati sebelum terjadi protes dalam bentuk aksi demonstrasi. Acung jempol untuk media massa cetak atau elektronik, sosial media dan para aktivis yang melakukan protes dalam bentuk tulisan, dimana bentuk protes ini tidak pernah menimbulkan aksi destruktif. Namun, bentuk tulisan terkadang disalah artikan dan diaplikasikan dalam bentuk aksi demonstrasi oleh mereka yang hobby demonstrasi. Bila itu terjadi, ya yang menulis harus bertanggung jawab.

Semoga aksi demonstrasi tidak terjadi lagi, bila pembuat kebijakan lebih  berempati dan lebih dulu mengerti apa yang seharusnya dimengerti. 'Indahnya' Demo di alam demokrasi saat ini, begitulah yg kulihat

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!