Searching...
Sabtu, 23 Februari 2013

Gantung Anas di Monas! Hanya Slogan Berkelit


'Gantung Anas di Monas' inilah janji Anas Urbaningrum
Gantung Anas di Monas, kalau saya korupsi satu rupiah saja! Itu hanya slogan berkelit Anas Urbaningrum, ketika bicara dan diliput awak media. Sepertinya kalimat Anas Urbaningrum itu adalah sebuah kalimat penyanggah, tepisan anggapan keterlibatannya, sekaligus janji seorang kesatria mencari dukungan. Ternyata hari Jumat, 22 Februari 2013 KPK menyatakan Anas Urbaningrum adalah tersangka kasus korupsi proyek Hambalang. 

Sekarang masyarakat yang melihat, membaca, dan mendengar pastinya menunggu jiwa kesatria sang Anas Urbaningrum yang telah mengeluarkan kalimat "gantung Anas di Monas". Penetapan tersangka dan hasil persidangan nanti akan membuktikan kualitas seorang Anas Urbaningrum, atau mungkin kualitas ucapan mewakili para politikus mlentus lainnya yang punya hobby umbar janji tanpa bukti.

Pernyataan Anas Urbaningrum 'gantung Anas di Monas' menciderai sistim politik Indonesia, karena bisa saja anggapan rakyat "beginilah" model ucapan seorang politik yang berjanji tapi tak akan pernah ditepati. Melihat kasus pernyataan Anas dari sisi rakyat jelata seperti saya,  nampaknya Anas Urbaningrum memanfaatkan aji mumpung. Mumpung partainya berkuasa di segala lini, baik itu legislatif, eksekutif dan yudikatif, bisa jadi Anas merasa telah memiliki ilmu kebal KPK sehingga sesumbar 'gantung Anas di Monas'. Penetapan tersangka Anas Urbaningrum menjadi potret sangat buram bagi politik Indonesia, bahkan tegasnya telah mencoreng muka Indonesia di mata dunia.

Anas Urbaningrum adalah satu orang tersangka yang paling sulit untuk KPK, hingga butuh waktu dan cerita sangat panjang untuk menetapkan Anas Urbanignrum menjadi tersangka yang sekedar terlibat gratifikasi pada masa menjadi anggota DPR-RI. Entah apa kesaktian Anas Urbaningrum, hingga membuat KPK bertapa dahulu dalam memutuskannya sebagai tersangka. Ini kenyataan, berbeda ketika KPK menetapkan tersangka-tersangka lain.

Tidak ada yang menarik bagi saya, kecuali menunggu Anas Urbaningrum membuktikan ucapan 'gantung Anas di monas, bila saya melakukan korupsi'. Apakah seorang Anas itu seorang kesatria atau sebaliknya? Hal yang pasti adalah, tidak ada yang bebas dari hukum setelah ditetapkan menjadi tersangka KPK. Meskipun doremifasolasido hukumannya dan KPK pun harus banding, tersangka pasti terbukti bersalah. Bagaimana cara berkelit Anas Urbaningrum setelah ditetapkan menjadi tersangka? Seharusnya dulu tidak sesumbar, baik itu benar ataupun salah. Jadi repot sekarng.

Mungkin waktu itu 'Anas' memberikan kalimat pamungkas alias ngeles yang tidak akan dibantah lagi, yaitu 'gantung saya di Monas, bila korupsi satu rupiah saja'. Tentunya dari segi arti dan alasanya dari kalimat itu bisa ditafsirkan, bahwa tidak mungkin Anas berani mengeluarkan kalimat berbau janji jika melakukan korupsi. Nah, sekarang menjadi kenyataan Anas Urbaningrum menjadi tersangka kasus proyek Hambalang. Lantas apa yang akan dilakukan Anas Urbaningrum untuk menarik pernyataan 'gantung Anas di Monas'.

Jika Anas tidak membuktikan pernyataannya dengan menggantung dirinya di Monas, berarti ucapan mantan ketua umum partai besar berupa angin cepoi-cepoi. Mampukah Anas Urbaningrum dan kroni-kroninya berkelit kesekian kalinya menepis penetapan dirinya menjadi tersangka? Kita lihat saja, apakah benar salam  M. Nazaruddin kepada Jokowi tentang masalah Monas yang akan digunakan Anas Urbaningrum untuk gantung diri.

Maaf, tulisan ini hanya sebagai pernyataan pribadi sebagai rakyat kepada seorang mantan wakil rakyat dan mantan ketua umum partai berkuasa. Begitu mudahnya janji terucap, begitu gampangnya kalimat terlontar dan begitu ringannya alasan berkelit, tapi kenyataannya semua janji hanyalah rayuan dan bujukan bohong belaka. Kapan Indonesia maju? Bila  yang duduk di kursi terhormat itu hanya jago bersilat lidah, membohongi rakyat, menyakiti hati rakyat dengan korupsi, dan lain sebagainya yang membuat Indonesia makin jalan ditempat.

Pantas saja hukuman jera bagi koruptor tidak pernah ada di Indonesia dan koruptor terus tumbuh dan berkembang subur.Ternyata bos besar terlibat dan sekarang dinyatakan sebagai tersangaka kasus proyek Hambalang,...aduhai. Hanya mimpi hukuman berat bagi koruptor dibuat di Indonesia, bila yang duduk dikursi terhormat tidak jauh berbeda dengan Anas Urbaningrum yang suka berkelit dibalik wajah dingin dan tenang itu. Waduh pak Jokowi harus rela nih, bila Monas dijadikan tempat Anas Urbaningrum digantung.

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!