Searching...
Kamis, 21 Februari 2013

Claudia Marcia: Hukuman Mati Bagi Koruptor!


Hukuman Mati Bagi Para Koruptor
Claudia Murcia yang masuk lima finalis pada ajang miss Indonesia 2013 harus gagal, kerana jawabannya mengenai "hukuman mati bagi koruptor, agar tidak diikuti dan memiliki efek jera". Namun jawaban tegas tersebut diikuti dengan jawaban yang sedikit keluar dari pokok pertanyaannya, yaitu " sehingga akan mengurangi kepadatan penduduk". Meskipun sedikit tidak berhubungan antara hukuman mati dan mengurangi kepadatan penduduk, paling tidak ada kepedulian pada masalah krusial tentang parahnya tindak pidana korupsi di Indonesia di ajang miss Indonesia 2013.

Sangat menarik dan memang bukan sekedar cantik yang dipertontonkan oleh 10 finalis ajang miss Indonesia 2013, tetapi juga kepintaran, kepedulialn dan kepribadian menjadi tolak ukur dalam penilaian juri di ajang tersebut. Awalnya pertanyaan-pertanyaan dari dan untuk 10 finalis itu hanya bersangkutan dengan kepribadian para finalis, karena mereka yang membuat pertanyaan dan mereka juga yang menjawab. Barulah kemudian ketika mengerucut menjadi 5 finalis, pertanyaan para juri lebih mengerucut pula. Pertanyaan berkisar pada masalah-maslaah krusial yang terjadi di Indonesia ini, seperti masalah sosial, budaya, ekonomi, politik dan linkungan, termasuk maslah korupsi.

Satu hal menarik perhatian adalah pertanyaan dari Harry Dharsono mengenai hukuman bagi para koruptor agar ada efek jera kepada Claudia Marcia finalis yang berasal dari Sulawesi Tenggara. Kalau dipikir-pikir jawaban dari pertanyaan ini susah-susah gampang, kenapa? Ya karena pertanyaan ini sudah umum di Indonesia dan jawabannya pun beragam, mungkin jawaban hukuman mati bukan hal baru yang pernah diutarakan sebagai hukuman bagi para koruptor. Tapi pada kenyataannya, pertanyaan dan jawaban tersebut hanyalah berfungsi sebagai penghibur bagi masyarakat Indonesia yang sudah jenuh dengan tingkah polah para koruptor. Tidak pernah ada tidak lanjut tegas, apalagi hukuman mati.

Pertanyaan yang diberikan kepada Claudia Marcia ini benar-benar krusial dibanding pertanyaan-pertanyaan keempat finalis ajang miss Indonesia lainnya. Saya lihat pertanyaan Claudia Marcia merupakan pertanyaan terberat, karena tidak pernah ada jawaban yang terealisasi dalam tindakan. Ini adalah pertanyaan krusial yang berani dan khusus oleh Harry Darsono kepada Claudia Marcia, sedangkan pertanyaan lainnya  kelihatannya masih bersifat umum. Maka dari itu, jawaban tegas Claudia Marcia tentang hukuman mati agak terpeleset pada jawaban akhirnya yang menghubungkannya dengan mengurangi kepadatan penduduk. Sepertinya Claudia Marcia itu tiba-tiba blank atau secara spontan menunjukan kebenciannya para para koruptor jadi lupa jika diacara tersbut seharusnya Claudia Marcia masih kontrol pada emosinya.

Meskipun Claudia Marcia gagal masuk sebagai tiga finalis ajang miss Indonesia, tapi jawaban tegas dan polos itu membuat saya kagum. Jawaban hukuman mati bagi para koruptor diatas panggung ajang miss Indonesia dan mungkin ditonton di beberapa belahan dunia, membuat derajat miss Indonesia 2013 terangkat akibat ulah miss Indonesia 2001 yang telah melakukan tindak pidana korupsi. Pertanyaan Harry Dharsono ini membuktikan, bahwa Indonesia jangan lagi memiliki seorang miss Indoneisa yang korupsi nantinya. Keren banget!

Kalau kata Tulang Togu dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji, pertanyaan Harry Dharsono kepada Claudia Marcia itu ngeri-ngeri basah. Bagaimana tidak ngeri, malam puncak finalis ajang miss Indonesia itu  pastinya disaksikan juga oleh para koruptor, baik yang hadir atau pun melalui layar kaca. Saat Claudia  Marcia menjawab, pastinya banyak koruptor yang telinganya panas. Ungkapan hukuman mati bagi para koruptor memang banyak sekali terdengar, tapi tidak jelas siapa yang mengatakan itu. Jawaban tegas Claudia Marcia patut diacungi jempol, karena  berani menjawab yang memang bukan lagi sekedar jawaban pada persoalan biasa, tapi persoalan yang sudah lebih dari krusial di Indoneisa ini, yaitu hukuman yang berefek jera bagi para koruptor.

Saya pikir, Claudia Marcia adalah finalis ajang miss Indonesia paling berani, meskipun harus gagal menjadi miss Indonesia 2013. Mungkin mbak Angie adalah orang yang paling benci mendengar jawaban yuniornya mengatakan hukuman mati bagi para koruptor sehingga ada efek jera dan mengurangi kepadatan penduduk. Waduh, berarti menurut Claudia Marcia, mbak Angie dan pelaku koruptor lainnya harus dihukum mati. Lain dari itu, mbak Angie dan koruptor lainnya adalah orang-orang yang membuat Indonesia menjadi padat. Ini sangat lucu! Hebat, sekali lagi saya acung jempol sebagai rasa salut pada Claudia Marcia yang berani dan lantang menjawab "hukuman mati bagi para koruptor".

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!