Searching...
Senin, 04 Februari 2013

Cara Kerja Jokowi - Ahok Berisiko


Cara Kerja Pak Jokowi Berisiko
Bagi sebagian warga Jakarta,  cara kerja Jokowi - Ahok itu terbilang baru, menggelikan dan seru. Terus terang belum pernah terjadi di era pimpinan terdahulu yang suka blusukan menemui dan berjabat tangan dengan warga DKI Jakarta tanpa sungkan atau takut tertular penyakit. 

Sang wakil pun demikian, begitu tegas dengan gaya khas ceplas ceplos, apalagi bila melihat kesalahan bawahannya, seru pokoknya. Satu sisi menyenangkan, sisi lain pastinya menyebalkan bagi yang kena damprat. Saya melihat cara kerja Jokowi-Ahok berisiko bagi yang pro atau pun yang kontra. Apa dan dimana letak risiko dari cara kerja Jokowi - Ahok?

Cara kerja Jokowi - Ahok beresiko, tentu berkaitan tentang dampak buruk dari gaya kepemimpinan kepala daerah yang DKI Jakarta yang baru, baik itu risiko terhadap diri Jokowi-Ahok, jajaran yang berada dibawahnya atau pun terhadap warga DKI Jakarta. Dampak buruk adalah risikonya dan  ketiga kelompok tiu letak risikonya.

Risiko itu bisa timbul akibat Jokowi yang selalu blusukan kemana-mana,  sering terlihat ikut terjun langsung ke lokasi tanpa perwakilan. Bayangkan saja, melihat dan menjajal jembatan di perbatasan Jakarta dengan Sawangan Depok dilakukannya sendiri tanpa takut jatuh, warga mengeluh besoknya langsung melihat lokasi, Gedung SD yang runtuh datang, di lokasi banjir pak Gubernur hadir sampai tengah malam, Di beberapa daerah lokasi banjir disantroni, sampai kemarin membagi-bagikan bantuan dan bersih-bersih pun pak gurbernur ikut serta. Risiko keselamtan dan kesehatan adalah taruhan dari cara kerja sang gubernur yang tidak pernah lelah dan sepintas tidak menghiraukan kesehatan dan keselamatan dirinya.

Coba saja kita lihat cara kerja pak Gubernur DKI dan wakilnya yang baru ini benar-benar unik dan belum pernah terjadi di Indonesia. Andai pun terjadi paling dibeberapa kejadian seperti saat bencana atau disaat-saat seremonial guna mencari simpati saja. Semenjak dipilih menjadi Gubernur DKI dan wakilnya, mereka berdua sepertinya berlari, sehingga bawahannya yang terbiasa melongo, atau datang duduk diam baca koran jadi kelabakan. 

Khusus bagi para koruptor dijajaran Pemda DKI Jakarta, kehadiran Jokowi-Ahok membuat suasana ruang mennjadi gerah. Dapurnya terancam, istri muda bisa terlantar, terutama Ahok yang galak dan to the point tanpa tedeng aling-aling kalau bicara. Pengaruhnya pun plus minus melihat cara kerja Jokoiwi - Ahok terhadap jajaran yang berada dibawahnya. Risiko dari cara kerja Jokowi - Ahok nampaknya akan menimbulkan kebencian dan tertutupnya celah korupsi di jajaran Pemda DKI Jakarta. Bagaimana bisa pakai mobil mewah, jika gubernur hanya menggunakan mobil baisa? 

Cara Kerja Jokowi - Ahok Berisiko Bagi Keselamatan Gubernur dan Wakilnya

Cara kerja Jokowi - Ahok berisiko pada keselamatan dan keamanan mereka sendiri, juga risiko kesehatan sang gubernur yang kelihatan tidak pernah lelah. Sedangkan bagi wakil gubernur, risiko yang harus dihadapi adalah kebencian terselubung dari jajaran dibawahnya yang pernah disemprot kata-kata mutiara saat di Pemda DKI Jakarta atau di Dinas-dinas yang dikunjunginya. Ketegasan sang wakil gubernur membuat para kepala-kepala dinas yang berada dibawah kendali Kepala Daerah Pemda DKI Jakarta itu menakutkan dan mengerikan.

Nah dari uraian tersebut, ada risiko pada keselamatan mereka berdua disaat menjalankan tugasnya menjadi Gubernur dan wakilnya itu. Terutama risiko terhadap kesehatan dan keselamtan/keamanan disaat Pak Gubernur yang begitu sering melayani warga Jakarta secara langsung, baik itu ketika berupa kunjungan atau pun sosialisasi program kerjanya. Sang gubernur kelihatannya tidak pernha lelah dan bersentuhan secara langsung dengan warganya. Untuk sang wakil gubernur pun berisiko, terutama ketika sedang menyanyikan omelannya kepada bawahannya.

Terlalu rapatnya gubernur dan galaknya wakil gubernur tentu membuat celah yang besar yang mengancam keselamatan mereka berdua. Bukankah bisa terjadi hal yang tidak diinginkan disaat pak gubernur itu berada ditengah warga yang heterogen, antara yang pro dan kontra. Jangan seperti Jhon F. Kennedy yang ditembak oleh orang yang 'pura-pura begitu memujanya' atau 'beberapa contoh diluar sana', dimana terjadi hal mengerikan yang malah dilakukan oleh para pendukung fanatiknya. Atau bisa saja bagi yang kontra itu menyusup ditengah mereka yang sedang berkerumun didekat pak Jokowi,..ih menakutkan!

Risiko bagi Ahok jelas ada segelintir atau mungkin banyak yang tidak suka, tapi pura-pura tersenyum dan menghormatinya, terutama bagi mereka yang telah mendapat hadiah omelan sang wakil gubernur secara blak-blakan itu. Bukankah tidak mungkin, mereka secara diam-diam bertindak jahat? Ini serem juga!

Cara Kerja Jokowi - Ahok Berisiko Bagi Kesehatan 

Entah apa yang membuat pak Jokowi sepertinya tidak pernah lelah atau mungkin belum berpengaruh pada kesehatannya? Sampai kapan pak Jokowi tahan bekerja seperti itu? Seperti ketika memberikan sumbangan pun dilakukannya sendiri, meskipun dibantu jajaran pemda lainnya. Mampukah pak Jokowi agar tetap bugar selama 5 tahun masa jabatannya? Cukupkah waktu istirahat sang gubernur Jokowi?

Jika dilihat dari postur tubuh pak Jokowi memang ideal bagi kelincahan dan kecepatannya dalam bekerja. Mungkin baru kali ini  DKI Jakarta dipimpin oleh seorang pejabat yang memiliki postur tubuh seperti Jokowi. Bila ada lomba lari untuk gubernur di seluruh Indonesia, kemungkinan pak Jokowi yang tercepat karena yang lain rata-rata bertubuh gemuk dan gempal setengah buncit. Meskipun kelihatan sehat, melihat rutinitas yang begitu padat, dari satu tempat ketempat lain pastinya akan mempengaruhi kesehatan. Apalagi pak Jokowi tidak pernah menolak berjabat tangan dengan warganya yang entah mereka itu sehat atau sakit. Bukankan ini juga berisiko bagi kesehatan pak gubernur? 

Cara Kerja Jokowi - Ahok Berisiko Bagi Warga Jakarta

Sosok gubernur DKI Jakarta yang mudah dekat, murah senyum dan tidak berjarak itu membuka celah bagi warga untuk selalu mengeluh dan meminta. Maaf ini kenyataan! Jakarta ini warganya heterogen sekali, satu minta dan dituruti oleh pak Jokowi pasti yang lain juga minta, akhirnya ramai-ramai pada minta dan merengek untuk diperhatikan oleh sang gubernur. Coba kita lihat dari berita yang disiarkan di televisi, 100% warga Jakarta itu mengeluh dihadapan pak Jokowi. Entah mengeluh ini dan itu, intinya mereka ingin diperhatikan tapi mereka membuang sampah sembarangan.

Pola yang diberikan pak Jokowi saat ini membuka celah bagi warga yang tidak bertanggung jawab untuk selalu mengeluh. Tahun depan hingga masa berakhirnya jabatan kemungkinan Jakarta akan penuh dengan orang yang datang dari luar Jakarta, karena mereka beranggapan pak Jokowi itu enak orangnya. Kesempatan untuk urbanisasi bagi mereka yang hanya bermodal seadanya alias nekat sangat terbuka, bisa saja dalih berkunjung, disaat atau setelah hari raya, lama-kelamaan menetap dan membuat KTP.

Celah lain yang mungkin timbul adalah warga jadi manja, karena setiap keluhannya itu selalu dipenuhi oleh Pak Jokowi. Bagaimana dengan warga Jakarta yang lain? Bukankah Jakarta itu bukan hanya daerah Jakarta Barat yang kerap dikunjungi oleh pak gubernur? Bukankah jakarta itu lebih luas dari bantaran kali Ciliwung yang terkena banjir? nah, saya yakin hal ini akan menimbulan pemikiran-pemikiran negatif, terutama bagi yang kontra. Masa sih daerah yang dikunjungi itu harus terkena bencana atau musibah dulu? Cara kerja pak Jokowi bisa menimbulkan risiko kecemburuan sosial warga Jakarta.

Cara Kerja Jokowi - Ahok Berisiko Bagi Jajaran Pemda

Risiko yang ditimbulkan disini adalah jajaran Pemda DKI hampir seluruhnya shock, karena bukan rahasia lagi pada jaman sebelum-sebelumnya pegawai Pemda terkesan pegawai negeri yang slow-slow saja. Tentunya kecepatan Jokowi tidak akan bisa dikejar oleh jajaran pegawai Pemda DKI Jakarta, apalagi yang perutnya buncit akibat korupsi. pastinya mereka ampun-ampun mengikuti gaya kerja pak Jokowi yang lari sana lari sini, ditambah lagi pak Jokowi hanya menggunakan Kijang Inova. Gerah pastinya mereka yang terbiasa wah itu. 

Cara Kerja pak Jokowi yang selalu menghandle  dan melakukan pekerjaan dengan berlari akan membuat para bawahannya itu menjadi semakin menggunakan kesempatan dengan berpura-pura bekerja, padahal basi. Di Indonesia ini banyak orang yang terbiasa dan berbudaya penjilat dan ABS alias asal bapak senang. Nah, melihat pak Gubernur bekerja sendiri itu bagi mereka yang pintar dan licik akan bermanfaat, mereka bisa saja seolah-olah sibuk kanan kiri, padahal mereka menyerahkan pekerjaannya pada pak Gubernur,..masa sih bagi-bagi sembako sampai selesai di Jakarta Utara harus pak Gubernur sendiri. Apa pak gubernur tidak punya bawahan yang bisa dipercaya untuk mewakili bagi-bagi bantuan? Atau mungkin Sebagian besar pegawai Pemda itu tidak bisa dipercaya, sehingga pak gubernur jalan sendiri? Mudah-mudahan tidak lah.

Untuk wakil gubernur juga menimbulkan celah risiko yang pasti sudah ada dan banyak, karena ceplas-ceplos itu belum tentu cocok dan biasa dikalangan birokrat Pemda DKI Jakarta, apalagi di Pemda DKI Jakarta. Pastilah mereka kaget, ngedumel dan dendam jika langsung disemprot gas omelan, meski dibelakang sang wakil gubernur. Bohonglah jika omelan tersebut tidak membuat para pejabat di Dinas yang berada dibawah kendali Pemda Jakarta tidak tersinggung. Mereka para kepala Dinas atau pejabat di dinas-dinas itu terbiasa menjadi raja kecil dilingkungannya, nah sekarang kena batunya ditegur dimata para wartawan dan orang ramai. Gimana tidak berisiko nih buat wakil gubernur Ahok? Yang berbahaya itu senyum-senyum, tapi dibelakang menyimpan dendam.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Itu semua menurut saya pribadi adalah risiko yang akan ditimbulksn melihat cara kerja Jokowi - Ahok,  Semoga pak Jokowi - Ahok sudah mengantisipasi hal tersebut, sehingga bisa menyelesaikan masa jabatannya hingga selesai. Selamat bekerja pak Gubernur dan pak Wakil Gubernur, semoga bapak-bapak selalu sehat dan mempu melayani warga DKI Jakarta dengan adil.(塔吉特千層蛋糕)

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!