Searching...
Minggu, 27 Januari 2013

Suka atau Tidak, Jokowi Sosok Fenomena Indonesia Saat Ini

Sosok Joko Widodo yang Fenomenal
Seperti gula dan semut, dimana ada sosok Jokowi disitu pasti banyak orang yang memburunya. Entah itu hanya ingin melihat, ingin berjabat tangan atau mengejar berita saja, Ini benar-benar kali pertama terjadi di Indonesia semenjak presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno, yang selalu ramai disaat berpidato. Suka atau tidak, sosok Jokowi menjadi begitu fenomenal di Indonesia saat ini.

Dari sekian banyak tokoh di Indonesia saat ini, mungkin tingkat perhatian masyarakat yang paling tinggi ditujukan pada sosok Jokowi, mungkin melebihi popularitas ketua umumnya bila dihitung dengan perjalanan waktu. Apapun itu, meskipun ada pro dan kontra, sosok Jokowi tidak pernah dibiarkan santai melenggang tanpa berita. Entah kriteria apa yang membuat sosok Jokowi itu begitu diminati oleh banyak masyarkat, terutama di Jakarta. Hal ini bisa dilihat dari sosial media, hampir seluruh berita yang berkaitan dengan Jokowi itu mendapat apresiasi, baik bagi yang pro atau pun kontra.

Pertanyaannya adalah apa sih kelebihan sosok Jokowi? Siapa sosok Jokowi itu sebenarnya, sehingga begitu melejit ketenarannya dalam waktu yang begitu singkat? Kenapa semua orang begitu ramai dan memburu sosok Jokowi? Bagaimana sosok Jokowi itu begitu fenomenal dimata masyakarat, baik itu yang pro atau pun kontra? Sosok Jokowi sepertinya memiliki daya magic yang membuat terkesima bagi yang pro atau pun yang kontra.

Kalau bicara apa kelebihan sosok Jokowi, maka jawabannya pasti relatif. Antara yang pro dan kontra pastinya berbeda, tapi tetap saja menuju sosok Jokowi. Menurut saya pribadi, sosok Jokowi itu biasa-biasa saja, jika dibilang kelebihan atau hebat juga tidak. Kalau bicara kelebihan itu kan masalah yang komplek dan beragam. Secara kebetulan tahun 2011 pak Jokowi pernah menjadi pembicara dalam suatu acara yang saya ikuti, sosoknya biasa saja, tidak beda dengan para pembicara lainnya, bahkan dengan para wartawan yang hadir pun sama. Saat itu pak Jokowi diundang sebagai pembicara dalam Student Go Anti Corruption di Sukabumi yang dimotori oleh Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) dan pegiat anti korupsi lainnya. Asli tidak pakai echo, pak Jokowi biasa-biasa saja dan tidak berbeda dengan bapak-bapak yang hadir saat itu.

Saat itu saya tidak begitu mengenal apa dan siapa sosok Jokowi itu, hanya mendengarkan sambutan yang pak Jokowi sampaikan mengenai pengalamanya dalam mengelola kota Solo, sehingga beliau mendapat predikat walikota terbaik tingakat dunia. Namanya juga pelajar, saat ditawarkan untuk bertanya ya saya ajukan pertanyaan, begini" gimana kalo bapak jadi gubernur DKI?" Saat itu jawabannya pak Jokowi, "saya di Solo sajalah". 

Jedul, sekarang ternyata jadi gubernur ibukota Jakarta. Jujur saja, waktu itu dipikiran saya yang belum pernah tahu kota Solo membayangkan Solo itu sebagai kota yang "gimana gitu". Nah sekarang secara kebetulan saya ada di Solo, perbedaannya hanya kelihatan bersih dari PKL saja, lainnya sama. Siapa bilang tidak ada pengemis atau tunawaisma di Solo? Di malam hari bahkan masih ada "lampu remang--remang berwarna hijau" di depan rumah, begitu saya tahu oh itu sebagai tanda untuk "kutip". Saat ini malahan PKL mulai ke pinggir jalan lagi sepeninggal pak Jokowi, padahal belum lama waktunya.

Jadi, apa yang membuat sosok Jokowi begitu mendapat perhatian dan diburu? Menurut saya karena pembawaannya yang murah senyum dan tidak ada jarak dengan mereka yang berada dibawahnya. Untuk prestasi mungkin biasa saja, karena di Solo itu kota kecil dan penduduknya satu kultur saja,  ya kelihatan berbeda lah atau bisa dikatakan sedikit saja perubahan seperti relokasi PKL tanpa kekerasan itu membuat Solo memiliki kelebihan. Apa bisa diterapkan di Jakarta yang multi etnis? Masalah sampah dan banjir masih ada di Solo disaat pak Jokowi menjabat walikota Solo, masalah sosial lain juga tidak jauh berbeda dengan kota lain, apalagi Jakarta. 

Untuk tahu siapa itu sosok Jokowi, saya pun hanya tahu pak Jokowi itu orang Solo asli yang punya bisnis kayu ukiran dan manta walikota Solo yang menjadi gubernur DKI jakarta, itu saja. Untuk mengetahui siapa sebenarnya pak Jokowi, saya baca dari beberapa refferensi ternyata pak Jokowi adalah keturunan orang biasa-biasa saja dan bukan keturunan politikus yang kemudian menjadi politikus. Umumnya anak seorang presiden atau apalah lah itu, mereka akan mengikuti jejak orang tuanya. Coba lihat beberapa politikus atau beberapa profesi yang kemudian turun dan dilanjutkan oleh keturunannya. Pak Jokowi bukan siapa-siapa dalam dunia pilitik, kalah jauh dengan mereka yang sudah malang melintang dalam dunia politik, tapi hebatnya bisa tembus menjadi gubernur DKI Jakarta. Itu saja barangkali yang saya ketahui secara pribadi, lainnya tidak. 

Ini yang paliing krusial, kenapa sosok Jokowi begitiu populer saat ini melebihi popularitas artis yang angin-anginan? Untuk hal ini, menurut saya adalah wujud kerinduan masyarakat Indonesia, khususnya warga Jakarta pada sosok pemimpin yang low profile seperti sosok Jokowi. Coba dicermati dikala pak Jokowi itu sedang blusukan: Tidak ada penjagaan ketat seperti sebelum-sebelumnya, siapapun bisa mendekat dan berjabat tangan dengan pak Jokowi, entah itu tua, muda, laki atau pun perempuan, senyum dan tawa khas selalu menyambut jabat tangan yang diulurkan kepadanya.

Sepertinya warga Jakarta yang merindukan sosok pimpinan low profile seperti Jokowi lebih banyak dibanding yang kontra, itu terbukti dengan kemenangan Jokowi-Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Padahal kalau dibilang susah ya banyak yang susah, tapi ternyata suara hati dan pilihan tidak bisa dibeli, mereka tetap memilih Jokowi-Ahok. Menurut saya, kelas menengah atas banyak yang kontra, mungkin termasuk beberapa petinggi di jajaaran Pemda DKI Jakarta. Mungkin seperti pada hari Rabu mereka harus menggunakan baju adat betawi, ini kan repot menurut orang yang bukan asli warga Jakarta dan tidak suka dengan sosok Jokowi.

Memang sosok Jokowi itu juga diusung oleh partai, tapi kan pendukung partai tersebut tidak menang saat pemilu 2009 yang lalu. Ini membuktikan sosok atau figur Jokowi yang memang dipilih dan diminati, entah itu berhasil atau tidak nantinya. Sepertinya warga Jakarta yang pro pada sosok Jokowi itu juga ingin mengetahui siapa sih Jokowi? Makanya sebagian besar dari mereka memilih Jokowi-Ahok. Sosok Jokowi sangat diharapkan dan ditunggu oleh warga kota Jakarta yang memilihnya, agar Jakarta menjadi lebih baik. Semua harapan dan keinginan warga Jakarta digantungkan kepada sosok Jokowi. Meskipun belum tahu hasil akhir kemajuannya, sosok Jokowi begitu di idolakan oleh pendukungnya. Disaat banjir dan sedang pusing saja masih diuber-uber, gimana disaat biasa-biasa saja. 

Terakhir adalah bagaimana sosok Jokowi begitu melejit dan tenar saat ini? Untuk yang satu ini jelas bukan disebabkan oleh kehebatan atau pun prestasi pak Jokowi, melainkan peran media, baik itu media cetak ataupun elektronik. Dimana ada Jokowi dan apapun yang dilakukan oleh sosok Jokowi begitu menarik dan tidak akan pernah luput untuk diliput oleh berbagai media tadi. Apalagi dijaman yang semakin moderen ini, media sosial di internet begitu ramai dan riuh persis suasana pulang kampung disaat lebaran. Entah itu berita yang pro atau pu kontra, pastinya akan mendapat perhatian besar bila ada kata yang berkaitan dengan sosok  Jokowi.

Suka atau tidak, sosok Jokowi memang menjadi fenomena di Indonesia saat ini. Yang terpenting adalah suka atau tidak suka, kita ini warga Jakarta harus mendukung kebiijakannya dan memberi teguran atau masukan bila ada kebijakan yang tidak sesuai. jangan hanya memuji, tapi tidak mau buang sampah dan membersihkan selokan. jangan hanya mengkritik, tapi tidak memberikan solusi. Ayo, suka atau tidak, kita sama-sama  membuat Jakarta menjadi  lebih baik.

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!