Searching...
Jumat, 11 Januari 2013

Opini Publik Ancaman Sidang Vonis Kasus Tipikor

Opini Bisa Mepengaruhi Keputusan Hakim
Pada beberapa sidang kasus korupsi di pengadilan Tipikor, jelang keputusan akhir alias vonis Hakim muncul berbagai peringatan untuk tidak terpengaruh oleh opini-opini publik. Terutama dari bapak-bapak yang terhormat jelang sidang vonis kasus Angie dan Nazar. Apa sih sebenarnya opini publik itu? Ko sepertinya menjadi ancaman dan ditakuti oleh bapak-bapak yang terhormat.

Pesan dari bapak-bapak untuk hakim agar tidak terpengaruh oleh opini publik sering muncul dan tersebar luas di media massa, tentunya si hakim paham betul dengan apa itu opini publik dan apa pesan itu. Jujur, jika saya pribadi mendengar atau membaca pesan dari bapak-bapak yang terhormat pastinya saya takut dan menganggap pesan itu adalah peringatan.

Jika memang publik beropini pada kasus tindak pidana korupsi (tipikor) sebenarnya wajar dan sah-sah saja, bukankan bapak-bapak juga beropini? Opini publik pada kasus sidang korupsi "berbintang" sebenarnya tidak berpengaruh sama sekali, karena tidak satu pun terdakwa kasus korupsi yang mendapat hukuman berat pada vonis akhirnya. Publik yang beropini rasanya tidak ada, kecuali mengikuti dan memantau, kalau pun ada demo-demo oleh kelompok tertentu itu kan tidak mengganggu jalannya sidang dan tidak berada diruang sidang tipikor.

Memang ada beberapa opini publik yang mempengaruhi hakim dalam mengambil keputusan. Tekanan terhadap majelis hakim berupa demonstrasi dan berteriak-teriak di ruang sidang terus terjadi. Misalnya aksi kekerasan yang dilakukan keluarga terdakwa kasus pembunuhan di PN Ambon. Keluarga terdakwa sampai merusak fasilitas pengadilan karena hakim menolak pelaksanaan upacara adat di ruang sidang sebelum putusan dijatuhkan. Polisi sampai harus mengevakuasi hakim dari ruang sidang (hukumonline). Hal ini kan tidak pernah terjadi pada kasus tindak pidana korupsi, lantas opini publik mana yang bisa mempengaruhi hakim dalam memutuskan perkara korupsi itu?

Masa sehabis baca koran kasus Angie lantas bicara dengan teman sebelah kanan dan kiri termasuk opini publik, jurnalis yang meliput dan mempublish atau tulisan tidak berguna seperti ini akan mempengaruhi keputusan hakim pada perkara Angie. Ah, bapak bisa saja, bukannya bapak yang beropini dan langsung didenngar oleh hakim sebagai suatu pesan. Opini publik kan bukan pendapat masyarakat secara menyeluruh, tapi hanya sekelompok orang yang pastinya juga masyarakat dong. Itu pun boleh dikatakan opini publik, bila ada kepentingan pada kasus Angie atau kasus korupsi lainnya. Bisa kepentingan untuk memperingan atau membebaskan, bisa juga kepentingan dan kekesalan terhadap para koruptor.

Ujung-ujungnya ringan-ringan juga vonis yang diterima oelh pelaku tindak pidana korupsi, ya seperti mba Angie itu yang cuma 4,5 tahun. Saya tidak mengerti dengan pesan agar hakim tidak terpengaruh pada opini publik didengungkan sebelum sidang keputusan akhir oleh hakim. Sepertinya hakim akan melenceng dan diluruskan dengan wejangan-wejangan dari bapak-bapak yang diatas sana.

Sebenarnya mengerti ga ya arti dan makna opini publik yang sebenarnya? Sebaiknya perlu sedikit tahu tentang opini publlik yang kerap menjadi kambing hitam dan tameng "pengantar" pesan petinggi-petinggi yang sejawatnya terjerat kasus korupsi dan sedang dag dig dug der menanti putusan hakim yang mulia. Ungkapan opini publik mempengaruhi keputusan hakim bukan alasan tepat dan lemah, bila dirunut pengertian sebenarnya tentang Opini Publik itu sendiri, seperti penjelasan mengenai opini publik dibawah ini:

Pengertian Opini Publik  oleh Chelsy Yesicha,S.Sos.M.I.Kom

Dan Nimmo (1981) menegaskan bahwa :  political communication as a field of inquiry is cross disciplinary”. Sumbangan berbagai disiplin ilmu tersebut, mempunyai akibat ganda yakni pada satu sisi memperkaya bidang kajian, tetapi disisi lain mengaburkan batas-batas disiplin komunikasi politik,  khususnya bidang opini khalayak.

Apakah yang dimaksud dengan opini publik ?
Apakah Opini publik itu sama dengan pendapat umum, istilah  yang biasa digunakan dalam pembicaraan sehari-hari.  Secara definisi pengertian opini publik amatlah banyak dan beragam,

Pengertian Opini publik menurut Context berkaitan dengan 2 Pertanyaan yang  berbunyi :
"What public are we referring to (Publik apa yang kita maksud) dan "What is an opinion (Apa yang dimaksud dengan opini).

Berdasarkan Etimologi
(Etymology: ilmu tentang asal kata) Opini publik adalah terjemahan dari kosa kata bahasa Ingris yakni public opinion. Ditinjau dari sudut asal katanya (Etymology) Public Opinion berasal dari bahasa latin yakni opinari dan publicus.  Adapun Opinary berarti berfikir atau menduga. Dalam bahasa inggris juga menandung arti option and  hope   yang juga berasal dari bahasa latin yaitu optio.  sedangkan publicus mempunyai  arti milik
masyarakat luas.

Menurut para ahli adalah sebagai berikut :
  • Opini menurut Webster’s New Collegiate Dictionary adalah suatu pandangan, keputusan atau taksiran yang terbentuk di dalam pikiran mengenai suatu persoalan terntentu.
  • Menurut Frazier Moore  (2004) Opini lebih kuat dari pada  sebuah kesan tetapi lebih lemah dari pada pengetahuan yang positif. Opini merupakan suatu kesimpulan yang ada dalam pikiran dan belum dikeluarkan untuk diperdebatkan.
  • William Albig (1939:4) menjelaskan sebagai berikut mengenai opini : Opinion is any expression on acontroversial topic.
Abelson dalam Soemirat (2004) menyebutkan Opini mempunyai unsur pembentuk yaitu
  1. Belief
  2. Attitude 
  3. Perception
Akar dari opini adalah persepsi yang ditentukan oleh factor berikut ini :
  1. Latar belakang budaya
  2. Pengalaman masa lalu
  3. Nilai yang dianut
  4. Berita yang berkembang
Menurut Effendy, ada beberapa jenis opini yang berkaitan dengan opini, yaitu:
  1. Opini individu yaitu pendapat seseorang secara perorangan mengenai sesuatu yang terjadi di masyarakat. Opini public merupakan perpaduan dari opini-opini individu.
  2. Opini pribadi yaitu Pendapat asli seseorang mengenai sesuatu persoalan. Opini seseorang belum tentu opini pribadinya, mungkin merupkan opini orang lain yang dianggapnya lebih mendekati kebenaran yang subyektif.
  3. Opini kelompok yaitu pendapat kelompok mengenai masalah social
Pengertian Publik
  1. Adapun mengenai publik, Oemi Abdurrachman (2001) mejelaskan tentang pengertian public sebagai berikut  Publik adalah sekelompok orang yang menaruh perhatian pada suatu hal yang sama,  mempunyai minat dan kepentingan yang sama. 
  2. Publik dapat merupakan group kecil, terdiri atas orang-orang dengan jumlah sedikit, dan dapat pula  merupakan kelompok besar. Biasanya individu-individu  yang termasuk kedalam kelompok mempunyai rasa solideritas terhadap kelompoknya,  walaupun tidak terikat dengan struktur yang nyata,  tidak berada pada suatu tempat atau ruangan dan tidak mempunyai hubungan langsung
Istilah publik (public)  berbeda dengan masyarakat (society)

Menurut J.B.A.F. Mayor  Polak (1962): Masyarakat adalah wadah untuk seluruh antar hubungan social  dengan  dengan seluruh jaringannya dalam arti umum, tanpa menentukan suatu batas tertentu Atas dasar uraian tersebut, maka public yang  jumlahnya besar atau kecil, baik merupakan mayoritas atau minoritas, semuanya hanyalah merupakan bagian dari masyarakat (society)


William Albig, didalam bukunya Public Opinion, (Mc Graw-Hill Book Company, Inc, New York,1939, h. 3.). 'TO results from the interaction of persons upon one another in any type of groups" (Opini publik adalah hasil dari pada interaksi antara individu-individu dalam kelompok apa saja).  Ini-berarti bahwa opini publik itu timbul, karena adanya interaksi antara individu-individu yang menyatakan pendapatnya. Selanjutnya Albig mengemukakan bahwa opini publik itu baru menjadi opini bila hal itu telah dinyatakan.



Frazier Moore  (2004), menjelaskan Opini public adalah ungkapan keyakinan yang menjadi pegangan bersama diantara para anggota sebuah kelompok atau public, mengenai suatu masalah controversial yang  menyangkut kepentingan umum.

Emory Bogardus, didalam buku The Making of Public Opinion (h.5) : "Opini publik adalah hasil pengintegrasian pendapat berdasarkan diskusi yang dilakukan didalam masyarakat demokratis. Opini publik bukan merupakan selur'uh jumlah pendapat individu-individu yang  dikumgulkan." Dengan demikian berarti
  1. opini publik itu bukan merupakan kata sepakat (senstemmig, unanimous). 
  2. tidak merupakan jumlah pendapat yang dihitung secara "numerical" (numeriek. menurut jumlah)  berapa jumlah
George L. Bird dan, Frederick E. Merwin, Mengemukakan dalam bukunya The Press and  Society, pendapat Clyde L. King dalam tulisannya Public Opinion a Manifestation of the Social Mind,  bahwa opini publik itu adalah penilaian sosial (social  judgment) mengenai sesuatu hal yang penting dan berarti atas dasar pertukaran fikiran yang dilakukan individu-individu dengan sadar dan rasionil.

Leonardo W. Dood dalam Soemirat (2004), Menurutnya : Opini public adalah sikap orang-orang  mengenai sesuatu persoalan, dimana mereka merupakan anggota dari sebuah masyarakat yang sama

Dalam How Public Opinion is formed, Edward M. mejelaskan bahwa : Opini public tidak selalu logis, opini public tidak berbentuk, ambivalen, ontradiktif, mudah berubah. Konsekuensinya mereka yang mempengaruhi opini public hanya dapat berharap bahwa  usaha mereka dari waktu kewaktu menimbulkan consensus terhadap persepsi yang masuk akal terhadap isu yang berkembang.

Emory Bogardus (1951) , Opini public adalah hasil pengintegrasian pendapat berdasarkan diskusi yang dilakukan di dalam masyarakat domokratis. Opini public bukan merupakan sejumlah pendapat individu individu yang dikumpulkan.  Maka menurutnya opini public dapat berarti 3 hal :
  1. Opini public bukan merupakan kata sepakat
  2. Tidak merupakan sejumlah pendapat yang dihitung secara numerical
  3. Opini public hanya dapat berkembang di Negara-negara  demokratis, yang mengakui Freedom of the press
Cutlit & Center (1958), “The term public opinion is a slippery one. Out ability to  measure it is greater than our ability to define or  manipulate it. Although the concept originated in the ….  century, it still has not been defined satisfactorily. Public  opinion is difficult to describe, elusive to define, hard to  measure, impossible to see.”

Kruger Reckless didalam bukunya Social Psychology  mengemukakan, bahwa opini publik adalah suatu pendapat basil pertimbangan seseorang tentang sesuatu hal yang telah diterima sebagai fikiran publik. Banyak definisi yang telah dikemukakan, tapi sampai sekarang belum terdapat pengertian yang exact tentang opini publik itu. James Bryce didalam bukunya, Modern  Democracies, menyatakan, bahwa kekuatan opini publik tidak dapat disangkal lagi, tapi sampai saat ini belum ada definisi atau tau teori mengenai opini publik yang dapat diterima.

Pengertian ' mengenai istilah yang pertama (publik) sedikit banyak sudah dibahas. Mengenai pengertian tentang opini dikemukakan oleh  didalam bukunya Modern Public Opinion h.4, sebagai berikut :  "Opinion is any .expression on a controversial topic",. Opini, merupakan "Expressed statement" bukan hanya kata-kata  namun juga dalam proses dan isyarat. (Albig)

Grunig dalam  Cutlip (2007 ;243)  menemukan empat tipe public dalam membahas public opinion yaitu : 
  1. All-issue publics
  2. Apathic publics
  3. Single-issue publics (kelompok lingkungan, kelompok hak hewan dll)
  4. Hot-Issue Publics
Kesimpulan

Dari penjelasan-penjelasan arti dan makna opini, publik atau opini publik, bahwa opini publik yang dimaksud oleh bapak-bapak ditiap kasus korupsi teman-teman itu keliru. Pertama tidak ada untungnya bagi publik yang beropini, kecuali untuk kalangan si koruptor. Kedua Opini publik yang terbentuk hanya pada tujuan tegakan keadilan setegak-tegaknya, bukan mempengaruhi agar hakim menghukum seberat-beratnya. Wah, beda sekali itu paktermat (bapak yang terhormat). Dan pada kenyataannya opini siapa yang terpakai oleh hakim, bukan opini publik pastinya.

Semoga kebebasan berpendapat, beropini juga tidak disalah gunakan dan kebablasan, sehingga tidak lagi jadi "pak pos" bagi para petinggi untuk mengirimkan pesan pada hakim yang sedang mengkasuskan para sejawatnya. Bila masih ada dikasus berikutnya dan menyalahkan rumpian (opini) dan kebencian sekelompok orang (masyarakat), berarti mereka yang bicara itu cuma akal-akalan saja. Semoga berguna, terima kasih.

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!