Searching...
Minggu, 20 Januari 2013

KPK Masih Memburu Kasus Angie

KPK masih Memburu Kasus Korupsi AngiePolemik putusan vonis hakim tipikor Sudjatmiko pada Angelina Patricia Pingkan dengan pidana penjara 4 tahun enam bulan penjara dan denda Rp. 250 juta subsider 6 bulan penjara belum selesai.

Berbagai pihak melihat putusan ini sebagai suatu kejanggalan dan tidak memenuhi rasa keadilan dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi di tanah air. Hal ini membuat KPK masih akan memburu kasus Angie, meskipun bencana banjir sedang melanda kota Jakarta.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi menilai, vonis ringan dan tanpa dikenakan uang pengganti terhadap terdakwa Angelina Sondakh diduga akibat adanya intervensi yang dilakukan oleh pihak-pihak pendukung mantan anggota DPR ini (Berita KPK). Pendapat lain yang dikemukakan peneliti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Maulana  adalah: "vonis Angie seperti itu, menunjukkan bahwa hakim Pengadilan Tipikor telah gagal menegakkan hukum pidana yang seharusnya memberikan efek jera bagi politisi Partai Demokrat itu. 

Anggapan itu mucul tidak hanya dikalangan praktisi hukum, hal itu pun terjadi di masyarakat yang sudah muak terhadap putusan hukum terhadap koruptor yang begitu-begitu lagi. Anak SD yang memecahkan kaca sekolahnya karena tidak sengaja pun harus mengganti kaca tersebut, masa korupsi sekian miliyar hanya 250 juta dendanya? Perhitungan matematisnya benar-benar jomplang, seperti ungkapan yang dikatakan oleh Maulana "antara tuntutan jaksa dengan vonis hakim sangat 'jomplang".

Heran memang melihat hasil putusan vonis yang sangat berbeda itu. Entah apa sebabnya, si hakim tipikor Sudjatmiko memberikan vonis begitu ringan pada Angie, padahal Angie dinyatkaan bersalah saat itu. Pastilah sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pemberantas korupsi KPK lantas mengjukan banding dan mempersiapkan strategi baru terhadap putusan vonis yang dinilai tidak wajar itu.

Masyarakat menunggu terobosan KPK dalam penyelesaian ketidak wajaran putusan vonis Angie, dan akan dilihat hasilnya nanti. Siapa yang lebih tajam dan kreatif, KPK atau Tim Angie? Semoga saja KPK akan lebih tajam dari tim Angie, apalagi didukung oleh masyarakat yang sudah benar-benar muak alias eneg melihat hukuman pada pelaku korupsi, seperti dagelan dan tidak ada efek jera. Selain kasus Angie, KPK pun membawa keputusan vonis hakim tipikor Sudjatmiko tersebut ke Komisi Yudisial untuk ditindak lanjuti.

KPK harus bisa menjawab statement pidato presiden dihari peringatan anti korupsi sedunia dan hak-hak asasi manusia sedunia pada , dimana dalam pidatonya presiden mengatakan,"Jangan biarkan mereka dinyatakan bersalah dalam tindak pidana korupsi". Jelas statement pidato tersebut, presiden melarang menghukum atau diperingan hukumannya, karena si pelaku tidak mengerti perihal korupsi dan tidak sengaja korupsi. Mampukah KPK mematahkan sambutan pidato presiden dihari peringatan Anti Korupsi sedunia Desmber 2012 lalu?

Sambutan pidato itu pastinya bagai buah simalakama bagi hakim tipikor Sudjatmiko, yang pastinya akan mengacu sambutan pidato Preside saat itu. Bukankan hakim itu hanya bisa dipecat oleh Presiden, meskipun seorang hakim melakukan tindakan korupsi seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu. Seperti yang dijelaskan oleh Ketua Muda Pidana Khusus Mahkamah Agung (MA), Djoko Sarwoko, bahwa MA tidak memiliki kewenangan memecat kedua Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang dan Pontianak, KM dan HK, yang diduga menerima suap dari tersangka kasus korupsi perawatan mobil dinas Kabupaten Grobongan, Jawa Tengah (sumber:kom). Wewenang Pemecatan kedua hakim ad hoc Pengadilan Tipikor tersebut adalah wewenang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Apa mungkin sambutan presiden itu dibuat refferensi pada saat hakim membuat keputusan bagi Angie, meskipun hakim tipikor menyatakan bersalah dalam putusannya? Atau sambutan itu digunakan, karena bukti-bukti JPU tidak lengkap dan sahih? Atau JPU KPK kalah cerdik dari tim Pembela Angie? Semua akan diketahui saat putusan pengadilan banding nanti.

Dua hal berat yang harus dihadapi oelh KPK, yaitu mematahkan sambutan presiden dihari anti korupsi sedunia 10 Desember 2012 dan benar-benar bisa memberikan bukti-bukti yang tidak bisa dielakkan lagi oleh tim Angie. Bila ini mampu diatasi oleh KPK, berarti kiamat bagi Angie dan terbuka lebar pintu kasus Hambalang. Bila tidak, mau bilang apa lagi? 

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!