Searching...
Selasa, 29 Januari 2013

Kasus Narkoba, Ketika Jakarta Sedang Sakit

Jokowi Pusing, kasus Narkoba Ketika Jakarta sedang Sakit
Belum reda dan selesai bencana banjir, bahkan simpati dan sumbangan dari beberapa kota lain masih berlanjut dan  mengalir hingga kini. Kembali lagi terjadi ulah di kota Jakarta, berita besar memalukan kota Jakarta merebak, yaitu penggerebekan BNN pada salah satu artis ternama ibukota. Apa yang mereka pikirkan diatas penderitaan kota Jakarta yang belum berlalu ini? Apakah mereka tidak sadar kasus narkoba mereka itu dilakukan ketika Jakarta sedang sakit?.


Jakarta memang benar-benar kota full story, baru kemarin semua orang saling bergotong royong, saling membantu disaat banjir melanda kota Jakarta, sekarang timbul lagi bencana sosial penggunaan obat terlarang  oleh orang-orang yang terkenal. Belum lama mereka mengungkapkan rasa kepeduliannya pada korban banjir, tapi mereka tidak perduli pada bencana penggunaan narkoba pada dirinya sendiri. Menggemaskan sekali kalau Jakarta seperti kota yang tidak ada habisnya dengan kata bencana dan berita memalukan.

Semua yang baru ada di Jakarta, mulai dari hal yang positif sampai yang negatif. Produk baru pasti pasti nongol di kota Jakarta, kemudian diikuti oleh kota-kota lain, karena Jakarta menjadi trend centre dari kota-kota lain di seluruh Indonesia. Kelakuan aneh, bahasa gaul atau tingkah polah nyentrik kali pertama pastinya muncul di Kota Jakarta. Jarang terjadi hal baru timbul dikota lain, khususnya yang nyentrik.

Fasilitas apapun ada di Kota Jakarta, dari mulai fasiltas yang religi hingga fasilitas untuk maksiat lengkap di kota Jakarta. Pelaku atau warga Jakarta pun komplit sekali, mulai kelas sosial atas hingga kelas kolong jembatan juga ada di Kota ini. Tingkah laku pun komplit di kota Jakarta, mulai dari yang bertingkah laku sempurna hingga urakan dan tidak tahu malu ada di kota Jakarta. Penjahat pun paling komplit di kota Jakarta ini, mulai dari kelas teri got, hingga  penjahat kelas berdasi dan terhormat pun ada di kota Jakarta.

So, apa hubungannya dengan Jakarta ibukota yang sakit? Gampangnya begini, kota Jakarta ini masih dirundung kesedihan akibat banjir dan banjir masih mengintai, kenapa ada berita penggerebekan BBN disalah satu rumah publik figur. Bukannya ini aneh, disatu sisi mereka berempati, disisi lain menampakkan wajah aslinya? Ironisnya lagi, salah satu anggota dewan ada disitu saat penggerebekan, dimana menurut adat ketimuran itu bukan waktu seorang perempuan untuk kongkow-kongkow.

Ini perlu menjadi perhatian bapak Gubernur Jokowi, dimana musuh yang nyata di kota Jakarta ini bukan hanya masalah kemiskinan, banjir dan macet. Musuh besar lain yang menghancurkan kota Jakarta ini adalah narkoba dan korupsi. Ini perlu ketegasan Gubernur pada pelaku tindak pidana korupsi dan narkoba, tidak lagi memberi ruang dan celah bagi perkembangan keduanya itu. Barulah, jika kedua hal itu bisa diatasi meski tidak dalam agenda disaat kampanye, pak Gubernur baru dikatakan berhasil menjadikan Jakarta lebih baik.

Musuh-musuh itu bisa membuat citra pak gubernur jadi tercoreng, kalau perlu coret nama mereka yang melakukan tindak pidana korupsi atau pada pada kasus narkoba. Hal yang wajar bila ada sangsi tegas bagi yang telah mencoreng nama kota Jakarta, sehingga membuat mereka tidak lagi bisa bergerak dan berulah seenaknya di kota ini.

Kota Jakarta dianggap sebagai kota yang begitu longgar dan gampang diatur oleh kedudukan dan uang. Ini dibuktikan oleh mereka yang melakukan kejahatan besar pada kasus korupsi dan kasus narkoba, yang kenyataannya rata-rata dilakukan oleh warga Jakarta juga. Mungkin mereka berpikir uang, jabatan dan ketenaran mereka itu adalah senjata utama dan bisa seenaknya berbuat ulah seperti yang terjadi  dua hari lalu. itu membuat Jakarta semaikin sakit, setelah sakit akibat banjir.

Untuk kasus narkoba mungkin menjadi tanggung jawab bersama, tapi paling tidak pada kasus ini sangat membutuhkan ketegasan dan kebijakan dari kepala daerah Pemprov DKI Jakarta, Jokowi, agar kota Jakarta tidak selalu menjadi bulan-bulan dan  menjadi kota transaksi narkoba terbesar di Indonesia, setleah Bali dan beberpa kota lain. Ketegasan akan membuat mereka tidak berani dan akan mempersempit ruang dan gerak peredaran narkoba di kota Jakarta. 

Harus ada otonomi hukum yang tegas dalam pemberantasan kasus korupsi dan narkoba, ah...lebih baik kasus narkoba saja dah, kasus korupsi susah bila hanya sekedar campur tangan gubernur. Untuk kasus narkoba, harus ada ketegasan dan tidak memanjakan pengguna yang hanya disebut sebagai korban. Mana ada bisa beli mobil dengan merek X tanpa minat dan membayar? Bohong aja itu! Mereka, antara pengedar (penjual) dan pemakai saling bersinergi satu sama sain. Tanpa peminat, pastinya demand atau peredaran narkoba akan hilang dengan sendirinya. Kenapa ini selalu dan semakin tinggi kasus narkoba di  Kota Jakarta? Ya, karena demand-nya banyak atau peminatnya banyak. 

Berarti apa nama atau sebutan bagi demand atau peminat narkoba itu? Apakah mereka itu disebut korban atau apa? Bahasa bloonnya, korban tuh seperti orang yang kecopetan, kemalingan, kerampokan. Masa iya pengguna narkoba itu sekedar korban? bukannya mereka membayar dalam keadaan sadar sebelum menggunakan narkoba? Waduh, ini sih ga bakal kelar sampai Jakarta kena tsunami. Bagus mereka terjerat di Indoensia, jika di Malaysia atau di Timteng, selesai sudah masa kontrak hidupnya beberapa saat kemudian. Untuk kali ini mungkin merke yang terjerat, kecuali pengguna ganja pastinya akan memiliki dalih kuat yang mereka gunakan itu bukan dan belum termasuk jenis narkoba yang tertera dalam Undang-undang. Artinya ya bebas!

Tolong dong pak Jokowi, satu hal ini buat aturan yang tegas dan berefek jera. jangan biarkan generasi berikut menjadi korban, karena mencontoh kelakuan para seleb tersebut. Jangan biarkan mereka-mereka itu membuat Jakarta menjadi lebih sakit. Kasihanilah kami kaum generasi berikutnya ini. Jika memang dua musuh ini berhasil get out dari kota Jakarta, saya acung jempol deh.

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!