Searching...
Jumat, 25 Januari 2013

Fisiognomi: Seni Membaca Wajah


Fisiognomi adalah Seni membaca Wajah
Banyak diantara kita yang mencoba menampilkan  wajah sebaik mungkin. Penampilan wajah yang seolah menggunakan topeng ini dimaksudkan untuk menutupi rahasia kita, atau agar tidak menampakkan emosi atau sifat asli kita. 

Walaupun demikan, kita masih bisa mencoba menerka-nerka karakter orang lain dari wajah mereka. Wajah dapat memberikan banyak informasi tentang suansana hati, kesehatan, tempramen (watak atau sifat), serta status sosial dan ekonomi.

Seni membaca wajah sudah dikenal sejak dulu, dari zaman Tiongkok kuno, Yunani Kuno, dan Romawi Kuno. Seni membaca wajah ini dikenal dengan nama fisiognomi. Seperti yang kerap ditemui di Indonesia yang memiliki berbagai macam suku, dengan melihat wajah terkadang kita sudah tahu atau paling tidak mereka itu berasal dari mana.

Fisiognomi, pertama kali, disusun secara sistematis oleh Ariestoteles. Dia mempelajari dan menafsirkan berbagai sifat dan karakter manusia melaluai berbagai bentuk wajah, warna rambut, anggota badan, dan suara. Di antara para filsuf klasik Latin yang melakukan praktik fisiognomi adalah Juvenal, Suetonius, dan Pliny the Elder. 

Pada abad klasik (Yunani) dan abad pertengahan terdapat banyak sekali literatur yang berkembang mengenai ilmu ini. Ada suatu bukti dalam literatur- literatur klasik, termasuk karya – karya Homer dan Hipokrates, bahwa fisiognomi merupakan bagian dari filsafat praktis paling kuno.

Fisiognomi klasik lebih bersifat deskriptif, studi – studi mengenai fisiognomi di abad pertengahan lebih menekankan pada sisi prediksi dan astrologi, dan bahkan sering kali bersifat ramalan atau firasat, yang dalam ilmu kejawen  disebut  ilmu titen,  yaitu berdasarkan kebiasaan-kebiasaan masa lalu.. demikian halnya dengan penulis – penulis Arab, semisal ar-Razi dan Ibnu Rusdi; mereka juga memberikan kontribusi pada literatur fisiognomi. Fisiognomi juga banyak digunakan oleh Ibnu Sina. 

Karena fisiognomi sering digunakan sebagai ramalan, maka fisiognomi sering dihubungkan dengan ilmu astrologi. Seperti yang dilakukan oleh Laveter dalam studinya di bidang fisiognomi, dia mengarah pada pencarian jejak – jejak dari ramalan dalam sejarah kehidupan manusia. Fisiognomi, yang diklaim mencari hubungan antara bentuk bentuk wajah dengan sifat – sifat atau karakteristik  psikologis tertentu, sering kali menemui keselarasan yang diharapkan.

Di abad ke-17 dan ke-19 , fisiognomi digunakan oleh beberapa praktisi, terutama aparat hukum, sebagau metode untuk mendeteksi kecenderungan kejahatan. Banyak yang orang fanatik dan rasialis masih menggunakan fisiognomi untuk menilai karakter dan kepribadian seseorang. 

Belakangan, pada sekitar abad dua puluh, ilmu membaca wajah ini oleh Edward Vincent Jones dikembangkan menjadi ilmu modern.  Dia adalah seorang hakim di California yang pertama kali mengaitkan ciri-ciri wajah dengan sifat karakter seseorang. Jones mencoba mencari indikator-indikator karakter lewat lewat bentuk wajah.melalui berbagi observasi yang berulang – ulang, dia bisa mendapatkan enam puluh empat bentuk fisik tertentu yang merupakan indikator kuat dari berbagai jenis karakter manusia.  Dia menamakan karyanya sebagai personology.  Kemudian, Robert Whiteside dan William Burtis melanjutkan penelitian Jones pada tingkat yang lebih ilmiah. Barbara Roberts, penulis Face Reading: What Does Your Face Say?,  memulai risetnya sejak 25 tahun yang lalu. Ia adalah seorang perawat. Sebagai perawat, ia ingin menemukan sistem ilmiah untuk memahami karakter seseorang. Saat iamempelajari wajah, ia menemukan 90 ciri yang dapat dianalisis. Menurutnya, “antara pikiran dan tubuh terdapat hubungan yang tak terbatas. Apa yang anda alami secara spiritual, emosional, dan mental akan terlihat di dalam wajah anda.”

Sekitar tahun 1930-an, studi mengenai kepribadian mulai dikembangkan secara lebih luas, yakni yang berkaitan dengan kondisi sosial, daerah di mana seseorang tinggal, tekanan-tekanan budaya dalam karakteristik kepribadian. Fisiognomi (pembacaan karakter melalui wjah), dalam sudut pandang ini, dianggap terlalu sederhana, karena karakteristik kepribadian seseorang seringkali merespons situasi situasi atau budaya setempat di mana orang tersebut hidup. 

Kondisi alam yang tidak bersahabat membentuk karakteristik tersendiri yang berbeda dengan masyarakat lain. Seorang psikolog Amerika bernama Paul Ekman, sekitar tahun 1960-an, mulai mengembangkan seni membaca wajah, dan dia menemukan bahwa wajah adalah instrumen yang sangat efisien untuk komunikasi dan dia beranggapan bahwa semestinya ada rumus-rumus yang mengatur cara penginterpretasian wajah. Ekman berpendirian bahwa ekspresi wajah adalah produk evolusi universal. Ada pelajaran-pelajaran fundamental yang bisa dipelajari melalui wajah seseorang.

Untuk menjadi seorang pembaca wajah yang baik, banyak hal yang harus Anda ketahui; bukan hanya pengetahuan tentang literatur yang terkumpul sejak berabad-abad lalu, tapi juga pengetahuan tentang kejiwan seseorang (psikologi) dan berbagai ciri wajah yang berkaitan dengan budaya, daerah, karakter seseorang. Pada saat sekarang, fisiognomi banyak digunakan dan banyak dipelajari di perguruan tinggi di dunia. Para pelajar mempelajari bagaimana mengidentifikasi dan menganalisis bentuk wajah dan bahasa tubuh yang membentuk kepribadian seseorang. 

Tulisan ini sekedar infornasi umum tentang fisiognomi, untuk detailnya lebih baik baca dibuku aslinya yang berjudul,"Membaca Wajah Orang" karangan Dwi Sunar Prsetyono, yang mengulas panduan lengkap, cepat dan praktis menafsirkan karakter orang-orang di sekitar anda melalui metoda pembcaan profil wajah.

Sementara Anda membaca buku ini, tataplah cermin sesering mungkin. Pelajarilah foto-foto diri Anda sendiri, dan cobalah mengingat apa perasaan Anda saat foto tersebut diambil. Partisipasi Anda dalam ilmu yang mengagumkan ini akan membantu Anda sendiri dalam memahami wajah yang Anda temui dan orang orang di balik wajah itu. 

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!