Searching...
Sabtu, 19 Januari 2013

Bullying Hanyut Terbawa Banjir Kota Jakarta


Bullying lenyap dan hanyut dibawa banjir
Padahal  sebelum banjir bullying banyak ditemukan di Kota Jakarta ini, dan tiba-tiba lenyap ketika bencana banjir itu memporak-porandakan Kota Jakarta.  Semua orang menyingsingkan lengan, saling bahu membahu memberi pertolongan tanpa memandang suku, agama dan golongan. 

Mulai dari pemerintah tingkat pusat hingga daerah, mulai orang kaya hingga pengangguran, semuanya bergotong royong dalam damai membantu sesama yang sedang ditimpa musibah banjir. 

Indahnya melihat kebersamaan yang begitu tulus tanpa pamrih itu. bilamana ini terus berlanjut disaat tidak banjir, rasanya tidak akan lama Kota Jakarta menjadi tempat yang aman dan damai, serta lebih baik. Kenapa begitu? karena tidak ada bullying disaat banjir, seperti lenyap ditelan bumi, kecuali bullying korupsi. 

Bullying memang istilah yang umumnya digunakan pada tindakan yang dilakukan oleh anak usia sekolah, tapi pada kenyataannya tidak sedikit para orang tua juga bertindak seperti anak-anak dalam kesehariannya, seperti contoh adalah tindakan bullying ini. Istilah lainnya adalah kenakalan yang dilakukan oleh anak seusia sekolah, seperti juga pada kenakalan para orang tua berusia menjelang senja  yang banyak ditemui di Indoneisa ini.

Apa itu Bullying?

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan bullying? Istilah bullying berasal dari kata bully, yaitu suatu kata yang mengacu pada pengertian adanya “ancaman” yang dilakukan seseorang terhadap orang lain yang umumnya lebih lemah atau “rendah” dari pelaku, akibatnya menimbulkan gangguan psikis bagi korbannya dan korban biasa disebut bully boy atau bully girl.  (Dian P. Aldilla, Psi)

Bullying yang berlangsung dalam waktu yang lama sangat mempengaruhi korban secara psikis. Selain itu, seorang korban Bully sebenarnya juga merasa marah dan kesal dengan kejadian yang menimpa mereka. Korban bullying sebenarnya memiliki perasaan marah, malu dan kecewa pada diri sendiri karena “membiarkan” kejadian tersebut yang mereka alami. Namun, mereka tak kuasa dan takut dianggap penakut dan dicap pengadu.

Bullying ini ada tiga macam, pertama adalah bullying yang menyakiti secara fisik. Si anak pelaku bullying ini melakukan pemukulan dan menyakiti teman lain yang lebih lemah, kadang mereka ini juga mengambil sesuatu yang disukainya secara paksa, layaknya pemerasan. Kedua bullying verbal, pelaku biasanya  melakukan tindakan bullyingnya dengan kata-kata makian atau hujatan seronok pada teman lain yang menjadi korbannya, sehingga korban dibuat menjadi malu dan sedih. Ketiga adalah bullying psikologgis, yaitu perlakuan yang berupa tekanan psikologis. Pelaku bullying ini seperti mengucilkan korban, seakan-akan si korban tidak ada disekitar teman-temannya.

Apakah Istilah Bullying ini Berlaku Pada Orang dewasa?

Secara pengartian tidak berlaku pada orang dewasa, tetapi secara nyata di kehidupan sehari-hari tindakan bullying yang dilakukan oleh anak usia sekolah juga dilakukan oleh juga mereka-mereka yang sudah dewasa. Bahkan, tindakan bullying yang dilakukannya jauh lebih heboh dari bullying yang dilakukan anak usia sekolah. Lihat koruptor, Tawuran antar pelajar atau kelompok, pemerasan dan lain sebagainya. Bukankah itu juga bullying?

Untungnya bullying ini biasa digunakan pada anak usia sekolah, sehingga mereka pelaku dewasa tidak merasa melakukan bullying. Sadar atau tidak, mereka terus menerus melakukan bullying sesuai dengan bidangnya masing-masing. Akibatnya bukan hanya satu dua korban tetapi masyarakat atau bahkan rakyat Indonesia menjadi menderita akibat perbuatan bullying kelas kakap.(anak berusia senja)

Bullying disaat Kota Jakarta Banjir

Untuk saat ini pelaku bullying seperti hanyut terbawa banjir yang terjadi di kota Jakarta. Tindakan bullying benar-benar lenyap dan berbalik seratus delapan puluh derajat, kemudian berganti dengan persatuan dan gotong royong saling membantu satu sama lainnya disaat ini. 

Tidak ada penindasan, tidak ada pemerasan, tidak ada lagi tawuran antar golongan, tapi tidak tahu apakah bullying korupsi masih dilakukan atau tidak. Untuk bullying korupsi ini masalahnya tidak memandang tempat, waktu dann situasi, kalau bisa dana sumbangan korban bencana pun disikat juga. Artinya kekacauan yang selama ini ada di Jakarta disaat tidak banjir, ketika banjir kemingkinan hanya menyisakan mereka pelaku bulllying kategori korupsi. 

Indahnya kota Jakarta, bila tak ada lagi bullying yang dilakukan anak berusia senja. Pasti kota lain diseluruh Indoneisa akan mengikuti kondisi kota Jakarta, bukan hanya disaat banjir saja. Mungkinkah bullying akan tetap hanyut pasca bencana banjir yang melanda kota Jakarta? Semoga saja!

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!