Searching...
Kamis, 10 Januari 2013

Bagaimana Korupsi Hilang dari Bumi Ini, Bila 4,5 Tahun Saja?

Hukuman Angie hanya 4,5 tahun penjaraTersentak kaget dan kagum dengan ketegasan JPU pada kasus korupsi di dua kementrian, yaitu Kemenpora dan Kemendiknas yang dilakukan oleh Angie, dimana JPU menuntut 12 tahun penjara dan sederet denda. Tapi kenyataan berkata lain, Angie hanya dihukum 4 tahun enam bulan penjara dan denda 250 juta rupiah atau subsider hukuman tiga bulan penjara.  Hasil akhir yang tidak jauh dari prediksi saya sebelumnya antara 4 hingga 6 tahun saja.

Angie hanya dikenai hukuman  berdasarkan pasal 11 UU Tipikor. Ancaman hukuman maksimal di pasal tersebut memang hanya 5 tahun, cincai lah kalo begitu. Persis pertunjukan di film-film India, yang penuh romantika, kesedihan, action  dan akhirnya happy ending. Buktinya memang tuntutan dan hukuman nya jomplang jauh, khususnya bagi mereka-mereka yang melakukan tindakan korupsi itu orang-orang berpengaruh.

Awal pertunjukan yang mendebarkan pada sidang kasus Angie, bagaimana tidak? Tuntutan JPU sepertinya mengoda mata dan telinga semua yang tidak suka korupsi untuk mengikuti jalannya sidang kasus Angie ini. Kita seperti diajak mengembara dialam hayal, bahwa tindakan korupsi itu berbahaya dan berat tuntutannya. Pastinya saya pribadi beranggapan begitu, "wah, berat juga tuntutan dan denda yang ditanggung oleh Angie".

Dimata orang awam peristiwa sidang kasus korupsi itu menbingungkan, karena awalnya terlihat terjadi duel sengit antara JPU melawan terdakwa yang didukung sederet pembelanya. JPU dengan garang menyerang terdakwa dengan tuntutan 12 tahun penjara dan milyaran rupaih sebagai denda, pastinya membuat stress dan berbagai anggapan dipihak terdakwa. Tentunya sang Hakim yang mulia yang bertindak sebagai algojo hanya menjadi penonton disaat JPU dan Grup terdakwa bersilat lidah mempertahankan pendapatnya masing-masing.

Ada yang menganggap itu tuntutan tuntutan JPU hanya berdasarkan opini si A lah, opini si B lah, dan yang ngawur lagi adalah tuntutan itu dianggap berdasarkan opini publik. Publik yang mana ya? Itu kan sidang dan tidak ada yang tahu apa yang ditulis dan dilakukan JPU saat itu. Kalau di polling, mungkin sebagian besar publik memberi pernyataan  sukurin lo, kecuali para pendukung Angie dan yang kembang kempis ngumpet takut diserempet kasus itu juga.

Drama sidang Angie yang bergelimang air mata membawa hasil, yaitu berkurangnya hukuman dari sang hakim yang hanya 4,5 tahun, jauh dari tuntutan JPU yang 12 tahun penjara itu. Tuntutan akhir yang mencengangkan dan sudah biasa  untuk sidang tindak pidana korupsi, apalagi yang terjerat perkara adalah mereka-mereka yang terhormat.

Bagaimana korupsi bisa hilang dari bumi ini, bila hukuman begitu ringan dan tidak membuat shock terapi bagi yang belum terjerat. 4,5 tahun untuk deposito 10 atau 20 miliyar cukuplah dan sangat mnggiurkan untuk dipelajari dan ditekuni. Semua seperti sandiwara atau drama membosankan, bila bicara dan membahas masalah korupsi di Indonesia yang ujung-ujungnya si pelaku dihukum ringan. Entah apa kuncinya, apakah mungkin Hakim kalah pintar dari para pembela atau tuntutan JPU hanya sekedar gertakan dan peringatan untuk yang mendengarkan. Buktinya dari sekian banyak kasus korupsi, semua diputus ringan dan tidak menjerakan.

Apalah arti hukuman 4,5 tahun, itu waktu yang singkat didunia yang semakin tua dan putarannya semakin cepat ini. Bersabarlah Angie, tabahlah dengan putusan 4,5 tahun dan tunggulah waktu pengurangan masa hukuman. Jangan berkecil hati dengan 4,5 tahun meskipun anda sah dan terbukti bersalah sebagai terpidana korupsi, disana teman-teman lama menanti dengan tengan terbuka untuk kemballi bergabung dan berjuang untuk yang namanya rakyat Indonesia. Selamat  atas gagalnya tuntutan JPU dan selamat atas keberhasilan para pembela dan pendukung Angie. Bersabarlah para pendukung sang puteri Indonesia 2001, hanya sebentar saja didalam sana, hanya 4,5 tahun penjara dan akan kembali mengabdi pada bumi pertiwi

Untuk yang mau korupsi silahkan, hukumannya ringan asal korupsinya jangan tanggung-tanggung. Usahakan mencontohlah pada para koruptor terdahulu, pasti sisa hasil usaha korupsi masih cukup selepas keluar dari penjara. Hartanya 33 Miliyar batal disita, wah keren masih banyak sisa untuk 4,5 tahun dipenjara. Gimana mau kelar pemberantasan korupsi kalau ujung-ujungnya selalu ringan hukumannya, tau ah. 

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!