Searching...
Minggu, 30 Desember 2012

EMPAT KEMILAU 2012 TAK BERARTI

Empat kemilau koruptor  2012
Tahun 2012 adalah tahun kemilau bagi KPK menggerus koruptor-koruptor berlatar belakang dan karir yang kemilau pula. Tidak banyak, hanya empat orang berlatar belakang dan karir berkilau tahun ini tergerus oleh KPK. Siapa lagi kalau bukan, AS, MSG, HM dan AAM, selebihnya biasa-biasa saja dan tidak mengundang decak kagum, hanya mencari hidup wah ditengah kesengsaraan orang lain.

Skor imbang untuk pelaku bila dilihat dari jenis kelamin dan kemilaunya kedua pihak itu, satu pemberantas korupsi dan pihak lain yang menjadi koruptornya. Ternyata dalam hal korupsi tidak ada batasan usia, jenis kelamin, atau pun status. Coba bayangkan, status terkaya di Indonesia pernah disandang oleh salah satu yang tergerus KPK, tapi kenapa bisa terlibat kasus korupsi. Padahal secara keilmuan dan  materi untuk apalagi? Masa sih beliau itu uji nyali dengan KPK?

Untuk yang satu ini mungkin masih merasa dijaman ordebaru, yang segala sesuatunya mudah dan aman bagi orang berduit terbanyak no. 13  di Indonesia (majalah Forbes tahun 2008). Begitu pun tiga lainnya yang sama berkilaunya, pastinya mereka semua gemilang latar belakang pendidikan dan karirnya. Ini baru namanya emansipasi sangat sempurna.  Sayangnya dalam hal buruk, meski hanya melakukan gratifikasi tetap saja kasusnya itu korupsi!

Kemilau yang sia-sia, bila harus berakhir dibalik jeruji besi atas kasus yang disebut korupsi, meski masih punya sisa kenikmatan setelah kebebasannya nanti. Masih adakah muka dan rasa malu diantara mereka itu? Jawabanya sudah pasti masih punya muka dan malu, hanya saja mereka biasa menutupi malu dengan lambaian tangan dan senyuman manis kecut saat di potret oleh wartawan.

Siapa sangka? Seorang guru besar bergelar Prof di salah satu pergunuran tinggi terkemuka itu ternyata seorang penyuap atau gratifikasi menurut UU anti korupsi (Buku saku gratifikasi, KPK 2010). Sang primadona AS yang terkenal cantik pemegang tahta puteri Indonesia 2001 yang juga terpelajar itu pun ikut melakukan perbuatan korupsi. Sedangkan AA yang baru saja heboh dikerubungi para kuli tinta dan jutaan mata rakyat Indonesia pun tersandung atau mungkin tepatnya menyandungkan diri pada tindakan korupsi.

Untuk apa coba dan apa motivasi mereka yang serba bekilau itu ikut-ikutan seperti preman yang tidak bisa berbahasa Inggris dipojok -pojokan jalan? Jangna salah mereka semua piawai berbahasa Inggris, mereka pandai membaca berjilid-jilid buku dalam waktu singkat, tapi apalah guna dari bacaanya itu? Bila sekarang semua orang menyebutnya dengan titel baru, yaitu "koruptor"

Ini ditulis ketika tadi pagi  ketika melihat refleksi 2013 di SCTV, bahkan seorang anak kecil yang berumur 8 tahun pun merasa heran dengan perbuatan orang tua yang seperti para koruptor itu. Saat nonton televisi si bocah memang tidak mengerti dan bayak tanyanya, lantas kukatakan saja," mereka itu melakukan hal yang memalukan". Lucunya, si bocah kecil yang bersamaan nonton televisi ini mengatakan, "wah di sekolahku juga ada yang nda tahu malu mba, moso  pipis di celana" sambil berlalu melanjutkan permainannya. Bayangkan,  jika seorang bocah seumur itu saja sudah mengerti yang namanya malu!

Sepertinya tidak masuk akal, bila mereka berbuat itu untuk memenuhi kebutuhannya secara keseluruhan. AA yang cantik itu apa kurangnya, saat ini menjabat anggota dewan dan mungkin beberapa jabatan lain di suatu perushaaan dan bisnis pribadinya. HM, wah ini jelas-jelas tidak akan kekurangan dan tersandung sial atau terbiasa melakukan hal yang sama di masa orde baru dulu, tujuh turunan sejauh mata memandang tidak akan habis hartanya. MSW, kalo beliau yang merupakan salah satu pakar ekonomi di negeri ini dan sederet jabatan top berlimpah mata uang dunia, ko tega membodohi dirinya yang sudah pintar dan terhormat itu dengan melakukan suap untuk sebuah jabatan di BI. Terakihir mungkin sangat menggemaskan, ko berani menelikung sang Presiden dengan perbuatan korupsi, seharusnya mendukung jargon "katakan tidak pada korupsi". 

Kekisruhan di tempat beliau pun mencengangkan, mark up edan dari sekitar 125 M menjadi sekitar1,2 T. Penggelembuangan harga di proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang mencapai 1.100 persen (temuan BPK). Coba cermati! Empat temuan yang ditemukan yakni pengadaan Transformator Oil yang dianggarkan dengan nilai Rp358 juta namun pada realisasinya hanya seharga Rp148 juta. Pengadaan Diesel genset 2000 kva dengan nilai Rp5 miliar namun realisasinya Rp2 miliar. Kelebihannya untuk apa dan siapa saja ya, hingga selisih 1 Triliun?

Uang negara dianggap banjir kali ciliwung yang harus segera disumbat dan dibersihkan, wajar saja jika banyak atlit pulang tanpa medali. Pertanyaannya, kemana uang sebanyak itu untuk kasus yang mendera AA? untuk HM dan MSG tidak dalam hal menikmati hasil korupsi, tapi mereka berdua itu terlalu pintar untuk melakukan gratifikasi. Untuk AS mungkin menikmati hasil kerja keras korupsinya, karena sebagai puteri Indonesia tentu terbiasa hidup klimis dan banyak keperluan sana sini.

Apa yang salah dengan mereka, apa kurangnya mereka, sehingga mereka jadi seperti itu? Ini membingungkan bagi generasi kami, seperti hujan tanpa mendung, laksana pohon berbuah ranum tanpa akar. Mereka semua memiliki latar belakang kehidupan yang jauh diatas rata-rata seperti kami-kami ini. Mereka semua memiliki kesempatan untuk menerawang dunia ilmu yang lebih tinggi dan mereka semua memiliki keburuntungan nasib. Namun mereka bodoh dan tidak tahu diri atau mungkin sudah melupakan dirinya sendiri, bila diatas sana ada Tuhan Yang Maha Melihat selalu memperhatikan mereka.

Tak ada gading yang tak retak dan sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Itulah yang harus mereka terima dan jalani saat ini. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, meski secara hukum negara mereka berhak untuk dibela, sampai nanti mereka akan membela dirinya sendiri dihadapan Tuhan. Mampukah mereka para koruptor mengelabui, ketika berhadapan dengan Tuhan? Seperti ketika masih hidup,. tersenyum dan didukung banyak teman yang juga berjiwa korup. Di Indonesia saja sudah tidak bisa mengelak dari KPK meski didukung banyak orang, bagaimana dihadapan Tuhan?

Acungan jempol untuk KPK, yang selama ini digoyang oleh mereka-mereka itu. Suatu saat mereka para koruptor akan berlari dan mencari tempat sembunyi meski itu di ujung kolong langit. KPK pasti dapat dan tinggal menunggu waktu panen. Biarkan mereka lari, sembunyi dan gerus mereka ketika sudah kepayahan  serta sulit bernafas. Jangankan berharap kepada belas kasih Tuhan, teman-teman yang mendukung pun lambat laun pergi menjauh dan hilang ditelan jaman, yang tersisa hanya "kasian deh lo, nape korupsi?Patutkah kemilau para koruptor seperti mereka kita ikuti atau tiru?

KPK panen besar di tahun 2012, meskipun ada beberapa kasus yang berlanjut di tahun depan yang tinggal hitungan jari. Dari mulai kepala daerah setingkat bupati/walikota hingga teman dekat Presiden dibabat tanpa ampun. Yah, meskipun ujung-ujungnya si koruptor hanya dihukum sekian tahun dan  masih sempat menikmati sisa-sisa perjuangan kotornya setelah bebas nanti. Bisa jadi ditahun depan menjadi panen raya, apalagi setelah pemilihan umum dan pilpres mendatang di 2014. Bisa jadi panen raya koruptor oleh KPK, seperti memanen padi yang menguning dengan tebasan tanpa ani-ani. Kemilau yang redup tanpa arti.

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!