Searching...
Sabtu, 10 November 2012

DIBALIK DAHLAN ISKAN VS DPR


Menteri BUMN yang Melaporkan Pemerasan Anggota DPR-RI
Bola panas Dahlan Iskan membakar DPR-RI baru-baru ini, segelintir oknum DPRI-RI disinyalir memeras BUMN untuk kepentingan pribadi. DPR tidak terima dan balik menendang, menyulut media massa hingga masyarakat ikut terbakar melihat dan tertumpu pada permainan bola api antara Dahlan Iskan dan DPR-RI. Dahlan Iskan lincah bagai Lionel Messi hingga membuat kecut pejaga pintu tol beberapa waktu lalu, bicara ceplas ceplos sambil goyang-goyang kepala sedikit cengengesan (red: ngomong sambil ketawa) jadi pioner yang berani buka suara kalau ada anggota DPR itu sering memeras BUMN.

Satu lawan lima ratus orang, tapi cuma dua tiga empat orang anggota DPR yang buka suara menentang tuduhan Dahlan Iskan. Hal wajar bila tidak terima, DPR-RI itukan wakil rakyat yang terhormat, masa dituduh memeras BUMN. Sila ketiga pancasila diamalkan antara sesama anggota DPR atas tuduhan Dahlan Iskan, bersatu padu bergantian buka suara dan membela keadilan teman yang terkena bola api Dahlan Iskan. Sungguh membanggakan sikap para anggota DPR-RI yang bersatu padu dan salut buat Dahlan Iskan yang berani jadi striker pendobrak DPR-RI.

Dibalik rasa bangga terhadap mereka yang terhormat terselip tanda tanya besar.  Layaknya Lionel Messi main bola sendiri tanpa dukungan teman se-tim, membawa bola dari gawang, menggocek sendiri menghindari sepuluh pemain lawan hingga ke gawang lawan. Lantas lari balik mencegat bola yang mengalir dari kaki ke kaki ke-sepuluh lawannya, dan gagal mencegah bola menggelinding masuk ke gawang, karena messi masih tunggang langgang dan tersengal-sengal ditengah lapangan  Messi sang stiker kondang pun pasti bertekuk lutut mohon ampun bila bermain sendiri, karena sadar bakal jadi tempat sampah omelan dan botol aqua penggemarnya jika seperti itu terus.

Sepertinya Dahlan Iskan berani berperan sabagi Messi, sendiri menggocek dan mengacak-acak DPR yang kokoh dan bersatu itu. Entah ilmu apa yang digunakan oleh Dahlan Iskan hingga sesakti itu dan darimana kesaktiannya itu? Kenapa baru sekarang diamalkan dan bukan dari dulu semenjak jadi DIRUT PLN atau diawal-awal menjabat Menteri BUMN? Atau mungkin sifat rendah hati dan bersahajnya Dahlan Iskan, hingga membuat ilmunya baru dikeluarkan baru-baru ini, seperti pada petugas tol dan DPR-RI saat ini. 

Kalau DPR-RI rasanya tidak mungkinlah, kan mereka wakil rakyat yang terhormat. Mana mungkin memeras BUMN, mungkin para wakil rakyat lebih memilih memeras buah jeruk yang mengandung banyak vitamin C agar tubuh menjadi kuat dan tahan terhadap serangan dan tuduhan-tuduhan. Cuma herannya, kenapa anggota DPR yang bersuara tidak sebanyak saat kasus M. Nazaruddin di sidangkan, mereka tegas silih berganti membela sang bendera. Di televisi hanya segitu yang bicara menolak dan hanya anggota BK yang pusing tujuh keliling berpikir antara bertindak tegas dan persahabatan.

Semakin tua Indonesia, jelas semakin pintar dong rakyatnya. Kalau dulu bisa-bisa saja dengan acara dan skenario pengalih perhatian ala Kolliwood (maaf takut dituntut hak patent oleh holiwood). Sepertinya ga jauh beda dengan tampilnya Dahlan Iskan sebagai Striker melawan DPR-RI. Kalau normal-normal aja Dahlan Iskan ga bakal berani meskipun sakti, kecuali ada ilmu kanuragan dari dukun sakti sejagat mendukung sepak terjangnya. Seperti memaksa Mata memandang ke Dahlan Iskan sebagai super Messi yang berani, jujur dan rendah hati ditambah sedikit cengengesan kalau bicara, seakan menyampaikan pesan  membela kebenaran.

Jujur, saya baru tahu dan kenal Dahlan Iskan lewat media televisi dan tidak pernah tahu prestasi yang pernah diraihnya. Menurut saya Chrisjon lebih berprestasi, karena sudah 17 kali mempertahankan gelar juara dunia tinju plus satu tadi malam. PLN ga ada perubahan semenjak Dahlan Iskan memegang kendali sebagai Dirut, TDL naik terus pelayanan masa bodoh, apalagi listrik pra bayar yang seakan-akan irit. Tidak ada listrik alternatif yang sering digembar gemborkan, Selama menjadi menteri juga belum terdengar prestasi gemilang, kecuali marah-marah di pintu tol waktu itu. Kalau masalah kejujuran hanya Tuhan yang tahu, kalau saya pribadi kurang percaya dan hanya percaya sama Tuhan, orang tua dan saudara sekandung saja. Tapi baguslah, jadi ada kerjaan dan berita buat meramaikan pergunjingan ditengah popularitas pemberitan mengenai Jokowi.

Menurut saya kesimpulannya adalah, cari perhatian, pencitraan dan menaikkan harga di kedua belah pihak, baik itu Dahlan Iskan atau pun DPR-RI. Bagaimana tidak, ujuk-ujuk ditengah ramai dan kondangnya Jokowi yang dihantar PDI-P jadi buah bibir dimana-mana, Dahlan Isksan ikut-ikutan mencitrakan dirinya. Anehnya kenapa tidak dari dulu selagi menjabat DIRUT PLN dan diawal menjabat menteri BUMN. Kenapa anggota DPR nya merah yang dilaporkan, kemudian seolah-olah dibela oleh sang ketua DPR. Mana sahabat DPR-RI yang lainnya, terutama mayoritasnya, diam dan tenang-tenang saja, kecuali partai Kuning yang memang bicara wajar , normal, dan masuk akal waktu diwawancarai media televisi. 

Meskipun Abstrak tapi jelas terlihat makna dibelakangnya, caper alias cari perhatian, pengalihan perhatian dan upaya menarik simpati rakyat untuk dukungan 2014. Hikmah kebakaran ini menjadi berkah bagi media massa dan tidak berpengaruh terhadap kemajuan bangsa ataupun kesejahteraan rakyat Indonesia. PALSU SEMUA. (opini pribadi)

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas komentarnya, ..Sukses Buat Semua! Mohon maaf, diharap tidak memasukan URL, iklan de el el pada komentar!! Mohon maklum, ..

 
Back to top!